Duri, katakabar.com - Penggiat sosial, Agung Marsudi mengutarakan, dugaa penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi itu bukan menjadi rahasia umum lagi.

"Jika PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang memegang keputusan bisa memberikan sanksi tegas kepada perusahaan-perusahaan yang masih kedapatan menggunakan BBM subsidi, saya yakin apa yang telah disubsidi oleh Pemerintah tepat sasaran," ujar Agung Marsudi kepada wartawan, Rabu (11/9) siang.

Menurut pendiri Duri Institute, dugaan penyelewengan ini tentunya ada kata 'deal-dealan' makanya semua bisa berjalan dengan lancar. Pihak PHR bisa saja memberikan atau membuat laporan atas kerugian yang dialami oleh negara, sehingga semua itu mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Adanya bentuk kerja sama baik dari pihak oknum SPBU mau pun ada penyalur yang mengantarkan ke pihak perusahaan mainkon atau subkon PHR, hal itu tidak luput dari pemantauan pihak PHR. Tapi, kenapa itu bisa berjalan dengan lancar? Padahal jelas itu merugikan negara, apakah PHR mampu bertindak tegas terhadap pelanggaran dan penyelewengan tersebut? Itu yang masih menjadi tanda tanya masyarakat," sebutnya.

Seperti diberitakan katakabar.com sebelumnya, Diduga sejumlah perusahaan mitra bisnis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.

Dari penelusuran di awal Agustus 2024 lalu, terlihat sejumlah perusahaan mitra bisnis tersebut melakukan pengisian BBM di salah satu Stasiuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di daerah Duri, Kabupaten Bengkalis.

Hal itu sangat kontras dan bertolak belakang dengan aturan dan kebijakan yang melarang perusahaan-perusahaan di bawah naungan SKK Migas, termasuk PT PHR agar tidak menggunakan BBM subsidi Pemerintah Republik Indonesia.

Tap itu tadi, realita di lapangan lumayan banyak ditemukan sejumlah perusahaan di bawah naungan PT PHR tetap membeli BBM subsidi di SPBU dengan alasan perusahaan tersebut telah bekerja sama dengan SPBU.

Humas PT PHR, Rinta kepada katakabar.com lewat telepon genggamnya, Sabtu (7/9) lalu menyampaikan, terkait hal itu perlu dicek perusahaan-perusahaan mitra bisnis yang menggunakan BBM subsidi.

"Perusahaan-perusahaan yang menggunakan BBM subsidi itu dicek dulu. Bisa disebut nama-nama perusahaan yang menggunakan BBM subsidi, agar lebih mudah untuk menceknya," pinta Rinta.