Palangkaraya, katakabar.com - Penggunaan SAF atau sustainable aviation fuel dalam bahasa Indonesia bahan bakar berkelanjutan diklaim bisa hemat jumlah karbon sangat besar.

Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman lewat keterangan resmi, dilansir dari laman borneonews, pada Sabtu (25/11), pemanfaatan SAF mampu pengurangan emisi karbon hingga 80 persen selama siklus hidup bahan bakar.

"Pengurangan emisi karbon ini dibandingkan dengan bahan bakar jet tradisional yang digantikan. Tapi, bergantung pada bahan baku berkelanjutan yang digunakan, metode produksi, dan rantai pasokan ke bandara," ujarnya.

Diketahui, saat tur dunia grup band yang digawangi Chris Martin sebagai vokalis dan pianis mengusung tema ramah lingkungan dengan menerapkan konsep inklusivitas dan keberlanjutan.

Coldplay mengaku mendapatkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan 100 persen dihasilkan dari limbah dan residu, seperti minyak goreng bekas dari restoran.

Bila digunakan tanpa dicampur dengan bahan bakar jet fosil, SAF diklaim dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari perjalanan udara hingga 80 persen dibanding dengan bahan bakar jet konvensional.

Kalau memungkinkan, Coldplay  menggunakan kendaraan listrik atau biofuel untuk pengangkutan dan transportasi darat selama tur.

Saat konser di Indonesia, Coldplay mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur sehari sebelum manggung. Itu konser kali pertama di Indonesia.