Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sudah lebih dua puluh hari berlalu sejak Polres Kepulauan Meranti ungkap kasus dugaan ilegal logging dengan menangkap dua Anak Buah Kapal atau ABK KM Tuah Reza bermuatan 25 ton kayu olahan.

Tapi, penangkapan dugaan pelaku baru kasus Ilegal Logging terkesan lamban, Mohd Ilham minta keterbukaan proses penyelidikan, Rabu (25/6).

Sudah hampir satu bulan, ujar Ilham, kasus penangkapan terhadap dua ABK yang diduga membawa kayu olahan tanpa surat resmi itu. Sepertinya tidak ada pembaharuan tersangka, padahal kalau kita lihat, dari ditangkapnya dua orang ABK tersebut sudah cukup mudah untuk membuktikan siapa dalang di belakang itu semua, kok hingga kini seperti tidak ada perkembangan. Hal ini pun menjadi tanda tanya bagi publik, khususnya bagi Ketua Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Kepulauan Meranti, Mohd Ilham.

"Sudah hampir sebulan kasus ini berjalan, kita lihat seperti tidak ada perkembangan. Perkembangan yang kita maksud di sini, sebenarnya siapa dalang dibalik kepemilikan kayu tersebut, tidak mungkin kayu itu tidak ada pemiliknya, lucukan kalau orang kapal bawa barang tapi tidak tahu pemiliknya," jelas Ilham.

Melihat dari proses penyelidikan yang dilakukan pihak polres Kepulauan Meranti, ucap Ilham, menimbulkan kecurigaan, dan timbul spekulasi jangan-jangan ada main mata di belakang.

Selama ini, tuturnya, kita lihat tidak ada pemain-pemain besar yang ditangkap, paling ABK yang bawa kayu itu saja yang ditahan. Melihat hal ini, Mohd Ilham minta kepada Kapolres Kepulauan Meranti untuk terbuka melakukan proses penyelidikan agar komitmen kita untuk menjaga wilayah Kepulauan Meranti ini menjadi daerah hijau sesuai komitmen Polda Riau, jangan ada yang main mata atau mentolerir kegiatan kegiatan ilegal logging ini.

Beberapa kasus terkait ilegal logging ini kalau kita lihat hanya Anak Buah Kapal atau ABK saja yang ditangkap, terang Ilham, belum ada kabar kalau pemiliknya yang ditangkap, kita tidak mau ini terkesan hanya seremoni saja, atau mencari tumbal untuk melepas beban kerja.

"Kalau memang kasus ini tidak bisa diungkap secara terang benderang, terkait siapa dalang di belakang ini. Kita semua siap sambangi Polda Riau, minta tim dari Polda saja yang turun ke Kepulauan Meranti untuk mengusut tuntas kasus perambahan kayu hutan tersebut, dan kita mau apa yang menjadi atensi Polda Riau saat ini," imbuhnya.

Ditambahkan Ilham, dengan berkeliling ke beberapa Kabupaten di Riau untuk menanam Pohon sebagai bentuk komitmen menjaga kawasan agar tetap hijau tidak terkesan seremoni saja. Hal tersebut harus didukung dengan tindakan Kapolres di jabupaten dan kota untuk bertindak terhadap para pelakunya, dan cukongnya, bukan hanya anak buah saja yang kena, ini seperti main tumbal.