Duri, katakabar.com - Pescrabble tingkat SMP dan SMA binaan Dicky Limra English Course atau DLEC Duri, Riau nyaris sapu bersih semua gelar juara. Itu terjadi pada kompetisi cabang scrabble di ajang National English Olympiad (NEO) tajaan FKIP Unri di Pekanbaru, 26 April hingga 2 Mei 2025 lalu.
Total 54 peserta tingkat SMP dan 32 peserta tingkat SMA bertarung di ajang kompetisi susun rangkai kata-kata bahasa Inggris tersebut.
"Untuk scrabble tingkat SMP, gelar juara 1 hingga 4 dan predikat high word berhasil kita sapu bersih," kata pimpinan DLEC, Dicky Limra, Jumat (9/5).
Predikat juara 1 scrabble SMP, lanjutnya, digondol Jimo De Raffa, siswa SMPN 3 Mandau. Sedang juara 2 dan 3, masing-masing diraih Nadhita Rahmah (SMPN 1 Mandau) dan Shifa Febri Aulia (SMPN 3 Mandau).
Sedang untuk predikat juara 4 plus peraih skor high word dipegang Muhammad Rasyid Alfikri, siswa SMPS IT Maqdis Ibadurrahman, Duri. Laju dua peserta scrabble binaan Dicky yang lain, masing-masing Dastan Zaynparsha (SMPS IT Al-Kautsar) serta Eci Sakinah (SMPN 1 Mandau) masih tertahan di babak sebelumnya.
Untuk scrabble tingkat SMA, ada empat anak binaan DLEC yang ikut kompetisi NEO 2025 ini. Tiga orang berhasil meraih gelar juara 1, 2, dan 4.
Juara pertama digondol Raymond Wijaya, utusan khusus SMAS Cendana Duri. Juara dua Fanny Angelica, siswi SMAN 8 Mandau. Dan predikat juara empat diambil Haifa Suci Elvatiah dari SMAS IT Mutiara Duri. Sementara juara tiga diraih Elbert Hansen dari SMAS Witama Pekanbaru.
"Satu anak binaan kita yakni Grace Valentine terganjal rekannya sendiri yakni Raymond Wijaya di babak delapan besar," ulas Dicky.
Menurut Dicky, andai dua anak binaannya di Riau Scrabble Basecamp, masing-masing Raymond dan Grace tidak bertemu di babak delapan besar, bisa jadi sapu bersih gelar juara scrabble tingkat SMA pun akan diboyong ke Duri.
"Kalau tidak ada kesalahan dalam pelaporan skor, niscaya predikat high word atas nama Fanny Angelica pun akan jadi milik kita," imbuhnya.
Partai Final Berlangsung Sengit
Cerita Dicky, penampilan anak-anak Duri di kompetisi scrabble NEO Unri yang berlangsung dua hari itu berlangsung sangat menarik.
"Kemenangan anak-anak di babak penyisihan dan seterusnya sangat meyakinkan. Victory point dsn margin kemenangan yang berhasil mereka petik dari lawan-lawan asal daerah lain pun sangat memuaskan," tuturnya.
Lebih seru lagi, kata Dicky, partai final tingkat SMP dan SMA yang mempertemukan anak-anak Duri dari satu perguruan yang sama. Masing-masing antara Jimo De Raffa dan Nadhita Rahmah di tingkat SMP serta antara Raymond Wijaya versus Fanny Angelica di tingkat SMA.
"Untuk tingkat SMP, Jimo cukup kewalahan menghadapi Nadhita Rahmah di babak final. Mungkin karena pengalaman bertanding dan keberuntungan lebih memihak kepada Jimo hingga ia memenangi pertandingan. Tapi, Nadhita tampak percaya diri dan menyebut, gilirannya untuk menjadi juara adalah tahun depan," ucap Dicky.
Partai final tingkat SMA antara Raymond Wijaya versus Fanny Angelica lebih seru lagi. Apalagi keduanya yang disebut Dicky sebagai raja bingo ini sama-sama ngotot untuk menang.
"Lima menit menjelang pertandingan usai, Fanny sebetulnya sudah unggul dengan skor bingo 3-2. Fanny juga sudah berusaha mengunci peluang Raymond untuk meraih kemenangan. Namun bingo ketiga Raymond akhirnya mengantar dirinya menjadi juara pertama," tutur Dicky.
Dicky menyebut sejumlah even scrabble yang diikuti anak binaannya di paro pertama tahun 2025 ini. Antara lain ajang Cendana English Competition (CEC) pada 6 hingga 7 Februari 2025 di SMAS Cendana Duri.
Di ajang itu, peringkat juara 1 sampai 4 scrabble tingkat SMP diraih masing-masing oleh Jimo De Raffa, Shifa Febri Aulia, Nadhita Rahmah, dan Muhammad Rasyid Alfikri. Sedang untuk scrabble tingkat SMA, peringkat juaranya berturut-turut digondol Fanny Angelica, Asyshifa Aqila Lusri, Grace Valentine dan Sundawi Eka Wati. Kala itu Raymond Wijaya yang jadi panitia dan tuan rumah di SMAS Cendana tidak ikut berkompetisi.
Berharap Perhatian Pemprov dan Pemkab
Mengingat Riau memiliki cukup banyak bibit pemain scrabble berbakat, Dicky berharap pemerintah provinsi serta kabupaten kota yang ada di negeri ini bisa turun tangan melakukan pembinaan.
Daerah ini, ujar Dicky, tak kekurangan potensi dalam cabang scrabble. Anak-anak binaannya di RSB (Riau Scrabble Basecamp) contohnya.
"Diantara mereka ada yang sudah menunjukkan prestasi lumayan di ajang tingkat nasional. Bahkan di ajang Indonesia Open tahun lewat, anak Duri pernah dua kali mengalahkan pelajar Singapura yang menjuarai ajang tersebut. Jadi yang sangat diperlukan adalah perhatian, kepedulian dan pembinaan dari parapihak terkait," ucap Dicky penuh harap.
Ikuti Cabang Story Telling
Di ajang NEO Unri 2025, tutur Dicky, empat anak binaannya juga mengikuti cabang story telling. Masing-masing Shira Levina dari SMPN 3 Mandau, Gabriella Dasani Athliana dari SMPS Kanaan Duri, Azzahra Putri Alkhairiyah dan Queen Shakira Arianti dari SMPS IT Alkautssr Duri. Sementara Ryuga, juga siswa SMPS IT Alkautsar tidak ikut di ajang kali ini. Sebelumnya di kompetisi CEC, Ryuga meraih juara satu cabang speech.
Dikatakan Dicky, Gabriella berhasil meraih peringkat keenam alias runner up 3 cabang story telling NEO Unri tersebut. Sementara tiga rekannya, Shira, Azzahra dan Queen belum begitu beruntung kali ini.
Sebelumnya, Dicky menyebut, Shira Levina berhasil membukukan juara tiga di cabang story telling di ajang Cendana English Competition (CEC) 6-7 Februari. Dalam kompetisi di SMAS IT Mutiara Pinggir 20 Februari dan kompetisi di MAS Yasmi Duri 22 Februari lewat, Shira meraih juara satu.
Sementara, di kompetisi story telling SMAS IT Mutiara, Azzahra dan Queen Shakira masing-masing meraih juara dua dan tiga.
Pescrabble Binaan DLEC Dominasi Ajang NEO Unri, Nyaris Sapu Bersih Semua Gelar Juara
Diskusi pembaca untuk berita ini