Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:05 WIB

Menakar Masa Depan Baja Nasional: Level Playing Field dan Data Objektif Kunci Hadapi Dominasi Impor

Jakarta, katakabar.com - Perdagangan baja global memasuki fase baru yang semakin ditentukan oleh kebijakan negara melalui tarif, kuota impor, hingga instrumen pengamanan perdagangan. Kondisi ini menuntut penguatan kebijakan perdagangan nasional agar industri baja domestik tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya konsistensi kebijakan perdagangan untuk menjaga keberlanjutan industri baja nasional. “Perdagangan baja global saat ini semakin ditentukan oleh kebijakan negara. Karena itu, penguatan instrumen pengamanan perdagangan dan konsistensi kebijakan impor menjadi penting agar industri baja nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Pasar Baja Global Semakin Tertutup Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai bahwa lanskap perdagangan baja global kini semakin bergeser dari mekanisme pasar terbuka menuju sistem yang dikendalikan oleh kebijakan negara. Berbagai negara mulai mengombinasikan instrumen tarif, Tariff Rate Quota (TRQ), serta kebijakan pengamanan perdagangan untuk membatasi akses pasar baja impor. Selain tarif dan kuota, instrumen anti-dumping dan countervailing duties juga semakin sering digunakan untuk mengendalikan tekanan kelebihan kapasitas produksi global. Di sisi lain, Uni Eropa memperkenalkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang menambah beban biaya bagi impor baja melalui mekanisme sertifikat karbon. Menurut Widodo, kombinasi kebijakan tersebut membuat pasar-pasar utama dunia semakin tertutup secara simultan. Akibatnya, kelebihan pasokan global cenderung mencari pasar alternatif yang relatif lebih terbuka. Risiko Tekanan Impor di Pasar Domestik Dalam situasi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi tujuan realokasi perdagangan baja global. Ketika akses pasar di Amerika Utara dan Eropa semakin ketat, produk baja dari negara produsen besar dapat mengalir ke pasar yang lebih terbuka, termasuk Asia Tenggara. Tekanan tersebut tidak selalu muncul dalam bentuk lonjakan impor yang mendadak, tetapi dapat terjadi melalui tekanan harga yang persisten dan persaingan pasar yang semakin ketat di dalam negeri. Adapun upaya penguatan industri baja nasional sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional dan Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian industri strategis dan memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 19 Maret 2026 | 08:05 WIB

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen

Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) catatkan kenaikan volume perdagangan spot sebesar 21 persen dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini terutama didorong oleh aktivitas perdagangan pada pair IDR/USDT, yang menyumbang sekitar 67 persen dari total transaksi di platform. Menariknya, hal ini menunjukkan peningkatan minat investor lokal terhadap aset kripto $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar. Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, tingginya aktivitas pada trading pair IDR/USDT ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia memanfaatkan stablecoin sebagai salah satu instrumen di tengah volatilitas pasar, sekaligus guna melindungi nilai portofolio mereka. “Kondisi global yang diwarnai ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan berupaya memberikan insight pasar lebih awal agar pengguna dapat merespons pergerakan pasar sesuai strategi investasi masing-masing,” jelas Ronny. Berdasarkan data volume trading Bittime, ucap Ronny, selama seminggu terakhir, aset-aset teratas seperti $USDT, $BTC, $XRP, dan $SOL menjadi pilihan yang cukup diminati sebagai aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar. Melihat tren ini, di mana investor mulai membangun portofolio yang lebih beragam dengan mengombinasikan berbagai kelas aset, termasuk aset digital, Bittime menghadirkan pengalaman trading yang mudah. Dengan tampilan UX/UI yang intuitif, Bittime berharap dapat memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi. Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Dominasi Emas di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15 Persen Internasional
Internasional
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:33 WIB

Dominasi Emas di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15 Persen

Jakarta, katakabar.com - Belakangan ini, dominasi emas dan logam mulia semakin tidak tergoyahkan di tengah gejolak ekonomi global. Data kapitalisasi pasar pada aset teratas menunjukkan, emas menduduki peringkat pertama dengan harga yang terus meroket hingga melampaui angka $4.937 per-troy-ounce disusul dengan silver pada peringkat kedua dengan harga $86.66, Selas (3/2) lalu. Fenomena tersebut kemudian memicu sentimen hangat di berbagai platform media sosial dan diskusi finansial. Hal ini dipicu pergeseran pandangan investor terhadap aset-aset “safe haven” atau aset pelindung nilai di tengah volatilitas ekonomi saat ini. Sebelumnya, kondisi psikologi pasar dan gelombang optimisme investor yang besar, sempat mendorong harga yang signifikan terhadap nilai beli emas dan silver. Tren tersebut juga turut mendorong minat dan harga aset digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust ($SLVON), yang pergerakannya kini semakin masif di pasar aset kripto. Lebih lanjut, sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas. Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain. Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Karena itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime. Sejalan dengan ini Bittime menghadirkan kampanye khusus bagi pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada $XAUT dan $SLVON. Di mana, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada aset digital $XAUT atau $SLVON berkesempatan memperoleh hadiah hingga Rp150.000 berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, investor dapat secara langsung memanfaatkan fitur fleksibel staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu. Ini berarti investor juga bisa mendapatkan manfaat tambahan dari pertumbuhan nilai aset, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Sutanto Ong Analisis Konvergensi Dominasi Fiskal dan Efisiensi Modal Berbasis AI Prospek Ekonomi Global 2025 Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 30 Desember 2025 | 11:43 WIB

Sutanto Ong Analisis Konvergensi Dominasi Fiskal dan Efisiensi Modal Berbasis AI Prospek Ekonomi Global 2025

Jakarta, katakabar.com - Arsitektur keuangan global saat ini sedang mengalami kalibrasi ulang yang bersejarah, bergerak menjauh dari era pelonggaran kuantitatif pasca 2008 menuju fase baru yang didefinisikan oleh kelangkaan modal dan disrupsi teknologi. Sutanto Ong, S.E., M.Fin, seorang pakar strategi pasar dan analis keuangan berpengalaman, mengidentifikasi transisi ini bukan hanya sebagai penyesuaian siklus, melainkan sebagai pergeseran paradigma (paradigm shift) yang mendasar. Menurut analisis terbarunya, Sutanto Ong, mengemukakan konvergensi dominasi fiskal yang mengakar dan tekanan deflasi dari kecerdasan buatan menciptakan lingkungan pasar yang bercabang (bifurcated), memaksa investor institusional untuk merombak total model paritas risiko tradisional. Ia mencatat era "Great Moderation" telah berakhir secara efektif, digantikan oleh rezim yang bergejolak di mana volatilitas bersifat struktural dan bukan sementara. "Kita sedang menyaksikan berakhirnya era kebijakan suku bunga nol (ZIRP) yang bertindak sebagai air pasang bagi semua kelas aset. Pemenang dekade berikutnya akan ditentukan oleh efisiensi modal dan ketahanan rantai pasokan, bukan leverage murah," amati Sutanto Ong. Analisisnya membedah lanskap makroekonomi yang kompleks ini menjadi tiga pilar kritis: kembalinya dominasi fiskal, peran AI sebagai penyeimbang deflasi, dan fragmentasi geopolitik likuiditas. Dominasi Fiskal dan Supercycle Utang Pilar pertama tesis Sutanto Ong berpusat pada pengakaran struktural utang pemerintah yang tinggi dan dampaknya terhadap kedaulatan moneter. Tidak seperti siklus sebelumnya di mana bank sentral beroperasi dengan independensi relatif, lanskap saat ini ditandai oleh 'dominasi fiskal', di mana kebijakan moneter semakin dibatasi oleh kebutuhan untuk melayani utang negara. Sutanto Ong berpendapat dinamika ini memaksa evaluasi ulang obligasi negara sebagai lindung nilai bebas risiko. Data terbaru mendukung pandangan ini. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), utang publik global telah mendekati 100 persen dari PDB, menciptakan skenario di mana interaksi fiskal menjadi pendorong utama penetapan harga aset. Sutanto Ong menyarankan lingkungan ini mengarah pada "stagnasi sekuler" dalam pertumbuhan riil untuk pasar negara maju, kecuali jika diimbangi oleh peningkatan produktivitas yang signifikan. "Korelasi antara saham dan obligasi telah berbalik positif di banyak sesi perdagangan, meniadakan perlindungan portofolio tradisional 60/40. Investor harus mencari profil risiko asimetris dalam aset alternatif yang terpisah dari kurva imbal hasil treasury," sarannya Lebih lanjut, Sutanto Ong menyoroti bahwa target inflasi yang persisten berbenturan dengan kebutuhan akan stratifikasi likuiditas. Saat bank sentral berusaha mengelola neraca mereka, kesenjangan likuiditas antara aset berkualitas berkapitalisasi besar dan pasar yang lebih luas semakin lebar, menciptakan tingkatan viabilitas aset yang berbeda. Peran AI dalam Alokasi Aset dan Efisiensi Modal Sementara tekanan fiskal meningkat, Sutanto Ong mengidentifikasi pematangan cepat Kecerdasan Buatan (AI) sebagai kekuatan kontra-inflasi yang kritis. Namun, beliau memperingatkan agar tidak memandang AI hanya melalui lensa saham teknologi spekulatif. Sebaliknya, Sutanto Ong menekankan peran teknologi ini dalam mendorong "efisiensi modal" di sektor non-teknologi. Integrasi otomatisasi menggeser dinamika tenaga kerja-modal, memungkinkan perusahaan mempertahankan margin meskipun biaya input meningkat. Data dari Goldman Sachs menunjukkan bahwa AI generatif dapat mendorong peningkatan signifikan dalam PDB global dan mengangkat pertumbuhan produktivitas selama periode 10 tahun. Sutanto Ong menafsirkan ini sebagai sinyal bagi alokasi institusional untuk beralih ke "pengadopsi AI" daripada hanya "produsen AI". "Narasinya bergeser dari siapa yang membuat chip ke siapa yang menggunakannya untuk memperbaiki unit ekonomi yang rusak," nyatanya Sutanto Ong. Dia menunjukkan sektor-sektor seperti perawatan kesehatan dan manufaktur kelas atas di Asia Tenggara pasar di mana beliau memiliki keahlian mendalam adalah penerima manfaat utama dari tren ini. Dengan menerapkan AI untuk mengoptimalkan logistik dan diagnostik, industri-industri ini menciptakan penyangga terhadap tekanan inflasi bahan baku. Sutanto Ong percaya difusi teknologi ini adalah satu-satunya kecepatan lolos (escape velocity) yang layak dari beban utang yang dibahas pada pilar pertama. Bifurkasi Geopolitik dan Ketahanan Rantai Pasokan Pilar terakhir dari kerangka kerja Sutanto Ong membahas fragmentasi tatanan perdagangan global. Era hiper-globalisasi sedang digantikan oleh "friend-shoring" dan regionalisasi, yang mengarah pada bifurkasi aliran modal global. Sutanto Ong mencatat restrukturisasi geopolitik ini menciptakan zona likuiditas dan peluang yang berbeda, terutama di pasar negara berkembang yang berfungsi sebagai penghubung netral dalam rantai pasokan global. Laporan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyoroti perdagangan antara blok geopolitik hipotetis tumbuh lebih lambat daripada perdagangan di dalam blok-blok tersebut, menggambarkan realitas fragmentasi. Sutanto Ong menganalisis data ini sebagai pendahulu untuk penilaian ulang (re-rating) pasar Asia Tenggara, yang semakin menjadi pusat manufaktur pilihan bagi perusahaan multinasional yang terdiversifikasi. "Ketahanan rantai pasokan bukan lagi sekadar istilah kepatuhan; ini adalah metrik penilaian. Perusahaan yang berhasil mendiversifikasi jejak operasional mereka dari risiko kegagalan titik tunggal mendapatkan harga premium," jelas. Lantas, Ia menegaskan kebijakan makro-prudensial di yurisdiksi berkembang ini menjadi lebih canggih, menarik investasi asing langsung (FDI) yang mencari stabilitas di tengah kebisingan persaingan kekuatan besar. Menavigasi Masa Depan Asimetris Sebagai kesimpulan, Sutanto Ong memperingatkan buku panduan investasi tahun 2010-an sudah usang. Interaksi antara kekakuan fiskal, deflasi teknologi, dan gesekan geopolitik memerlukan pendekatan dinamis terhadap konstruksi portofolio. Sutanto Ong menganjurkan strategi yang memprioritaskan stratifikasi likuiditas dan efisiensi modal, berfokus pada aset yang menunjukkan ketahanan terlepas dari rezim suku bunga. Bagi investor yang cerdas, volatilitas saat ini bukanlah sinyal untuk mundur, melainkan undangan untuk mengidentifikasi pemenang struktural dari siklus berikutnya. Seperti yang diringkas oleh Sutanto Ong, "Kita tidak hanya melihat perubahan harga; kita melihat perubahan dalam mekanisme penciptaan nilai itu sendiri."

Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia Rantai Pasok Hijau Dunia Nasional
Nasional
Minggu, 21 Desember 2025 | 13:02 WIB

Akselerasi Hilirisasi, MIND ID Perkokoh Dominasi Indonesia Rantai Pasok Hijau Dunia

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, dinilai telah menjadi pelopor sekaligus pemain utama peta rantai pasok energi bersih global melalui penguatan hilirisasi mineral strategis. Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional, tetapi menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan ekosistem industri hijau yang berkelanjutan. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch (IMEW), Ferdy Hasiman, menyatakan penguasaan proyek-proyek hilirisasi oleh MIND ID tonggak awal bagi BUMN tambang untuk masuk lebih dalam ke ekosistem energi bersih. "MIND ID memiliki segala persyaratan untuk bersaing. Dengan masuk ke proyek hilirisasi, perusahaan sudah melangkah lebih maju. Proyek seperti smelter di Halmahera Timur milik Antam, hingga pembangunan fasilitas bauksit terintegrasi, mempertegas posisi MIND ID sebagai pelopor hilirisasi pemerintah," ujar Ferdy dilansir dari laman warta ekonomi Ahad siang. Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang sangat signifikan, mencakup 42 persen cadangan nikel dunia, 16,3 persen timah, dan 7,18 persen kobalt. Dengan kekayaan tersebut, MIND ID memegang peran sentral sebagai pemimpin pasar (market leader) yang mengintegrasikan berbagai sektor mineral. Ferdy menilai, keberadaan holding telah menghapus ego sektoral di antara anggota grup. Sinergi ini meluas hingga kolaborasi dengan sektor swasta nasional dan antar-BUMN, seperti dukungan pasokan listrik dari PT PLN (Persero). "MIND ID kini menjadi pemimpin yang bisa merangkul swasta nasional, baik di industri nikel, baterai, maupun bauksit. Sinergi ini krusial karena mereka adalah leader di segala bidang mineral; ada Antam di nikel dan bauksit, Inalum di alumina, hingga Freeport di tembaga," jelasnya. Komitmen ESG dan Keberlanjutan Ferdy menekankan perusahaan sekelas MIND ID dan anggotanya telah menerapkan standar tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ia mencontohkan praktik hijau di PT Vale Indonesia melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga air dari aliran Danau Matano, serta proyek reklamasi yang konsisten dilakukan oleh PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bukit Asam Tbk. Ia mengingatkan tantangan besar dari maraknya pertambangan ilegal. "IUP ilegal ini yang memberikan stigma negatif terhadap industri tambang. Ini menjadi PR besar pemerintah karena mengganggu perusahaan yang sudah menjalankan ESG dengan baik," tegasnya. Selain lingkungan, Ferdy menyebut kontribusi sosial terhadap masyarakat lokal juga signifikan. Di Luwu Timur, kontribusi PT Vale mencapai hampir 90 persen bagi masyarakat sekitar, sementara PT Freeport Indonesia menyumbang porsi besar terhadap PDRB Kabupaten Mimika, Papua. Meski memiliki fundamental keuangan yang kuat dan bersifat bankable, Ferdy mencatat tantangan terbesar tetap berada pada konsistensi kebijakan pemerintah. Ia berharap pemerintah memberikan keleluasaan bagi MIND ID untuk bergerak secara korporasi murni tanpa intervensi non-bisnis. "Pemerintah perlu memberikan dukungan berupa insentif pajak atau pemotongan pajak. Jangan sampai di satu sisi diminta membangun smelter dengan biaya besar, namun di sisi lain dibebani bea keluar yang tinggi. Dukungan pemerintah harus sinkron agar deviden yang dihasilkan nantinya juga besar bagi negara," imbuhnya. Saat ini, MIND ID tengah mengakselerasi sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Halmahera Timur, manufaktur baterai di Karawang, hingga pengembangan artificial graphite untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik masa depan.

Dominasi Korekasi Harga Bitcoin Picu Depresiasi Altcoin Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 07 November 2025 | 12:00 WIB

Dominasi Korekasi Harga Bitcoin Picu Depresiasi Altcoin

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto saat ini tengah melalui salah satu fase terberat beberapa bulan terakhir. Setelah sempat catatkan ATH hingga $125.000, kini Bitcoin tertekan hingga $101.000 yang diikuti dengan tekanan harga pada alternatif coin atau altcoin. Meski terguncang jauh ke bawah, Bitcoin relatif mampu mempertahankan harganya. Berbeda dengan sebagian besar Altcoin yang mengalami penurunan tajam, dan memicu pertanyaan besar di kalangan trader mengenai alasan di balik koreksi drastis tersebut. Analis aset kripto ternama, Michaël van de Poppe, menjelaskan salah satu pemicu utama di balik curamnya penurunan ini adalah masalah pasokan yang terbatas untuk diperdagangkan atau limited tradable supply di pasar Altcoin. Fenomena ini berarti bahwa jika hanya sekitar 10 persen dari total pasokan suatu Altcoin yang tersedia di bursa untuk diperdagangkan, maka sell order dalam jumlah besar dapat mengguncang seluruh pasar. Faktor kunci lain di balik kelemahan Altcoin adalah Dominasi Bitcoin, yaitu persentase total nilai pasar aset kripto yang dipegang oleh Bitcoin. Dominasi BTC baru-baru ini berhasil menembus keluar dari ascending channel, sebuah indikasi jelas bahwa dana secara agresif mengalir keluar dari Altcoin dan kembali masuk ke Bitcoin. Kenaikan dominasi ini menunjukkan sentimen risk-off, di mana investor memilih aset yang dianggap lebih aman di dalam ekosistem aset kripto itu sendiri, yakni BTC. Bersamaan dengan itu, komentar kehati-hatian dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai pemangkasan suku bunga telah membuat investor menjadi lebih defensif. Tetapi, meski gambaran saat ini terlihat suram, masih ada ruang untuk optimisme yang kuat. Di mana secara historis, setiap kali Altcoin mengalami periode lagging, terdapat potensi hadirnya gerak pemulihan yang kuat setelahnya. Hal ini dapat terjadi begitu likuiditas membaik dan kepercayaan pasar kembali. Di sisi lain, di tengah tren tekanan harga pada pasar BTC dan altcoin lainnya, Palapa (PLPA), token platform Bittime justru menunjukkan adanya sentimen bullish. Jika dilihat dalam 24 jam terkahir, PLPA berhasil naik hingga 22.88 persen berdasarkan grafik pasar di Bittime saat artikel ini ditulis, Pencapaian ini menunjukkan ketahanan PLPA sebagai aset alternatif yang mampu bertahan di tengah gejolak kondisi ekonomi global, sekaligus menempatkan PLPA sebagai salah satu aset lokal yang dapat dipertimbangkan sebagai aset diversifikasi. kondisi pasar saat ini merupakan momentum untuk mulai mengenal dan mempelajari aset kripto sebagai salah satu pilihan diversifikasi aset di tengah ketidakpastian ekonomi global. Apalagi, PLPA merupakan token platform Bittime, bursa pertukaran aset kripto yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Di mana, Bittime terus menunjukkan potensi pertumbuhannya yang besar, dan menghadirkan berbagai mekanisme jangka panjang guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekosistem PLPA.

5th IPOSC 2025, Togu Saragih: Pekebun Sawit Dominasi Luas Kebun Miliki STDB 634 Ribu Ha Lebih Default
Default
Senin, 06 Oktober 2025 | 21:39 WIB

5th IPOSC 2025, Togu Saragih: Pekebun Sawit Dominasi Luas Kebun Miliki STDB 634 Ribu Ha Lebih

Kubu Raya, katakabar.com - Direktorat Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Togu Saragih, menyatakan hingga 17 September 2025 capaian partisipasi pekebun.di E-STDB atau Surat Tanda Daftar Budidaya telah mencapai 226.058 orang dengan luas 634.306,97 hektare. "Rinciannya, yakni pendataan 53.035 orang, verfikasi 22.032 orang, penerbitan 5.735 orang, terbit 142.970, tidak terbit 2.649," ujar Togu saat pergelaran 5th IPOSC 2025 di Kubu Raya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin siang. Capaian terbanyak, kata Togu, pekebun kelapa sawit sejak tahapan pendataan sudah mencapai 40.765 orang, verifikasi 19.786, penerbitan 4.100 orang, terbit 101.969 orang, tidak terbit 904 orang. Total pekebun yang sudah proses STDB 167.524 orang, 5,68 persen dari total pekebun dengan luas 600.037,93 hektare. Angka tetap jumlah pekebun rakyat kelapa sawit tahun 2023 sebanyak 2.948.574 orang. Kedua pekebuni kopi, dengan pendataan 3.831 orang, verifikasi 921 orang, penerbitan 694 orang, terbit 24.663 orang, tidak diterbitkan 808 orang. Total pekebun yang sudah memasuki proses STDB 30.917 orang (2,01 persen) dengan luas 17.180,71 hektare. Petani kopi angka tetap 2023 berjumlah 1.851.359 orang. Sedang, pekebun kakao capaian partisipasi STDB tahapan pendataan 2.571 orang, verifikasi 1.038 orang, penerbitan 416 orang, terbit 15.468 orang, tidak diterbitkan 936 orang. Total pekebun yang berpartisipasi 20.429 orang atau 1,33 persen dari total pekebun dengan luas 13.995,1 hektare. Jumlah pekebun kakao angka tetap 2023 1.533.991 orang. Pekebun karet capaian partisipasi STDB tahapan pendataan 442 orang, verifikasi 341 orang, penerbitan 169 orang, terbit 939 orang. Total pekebun 1.891 orang atau 0,1 persen dari total pekebun dengan luas areal 2.514,59 hektare. Pada karet jumlah petani angka tetap 2023 sebanyak 1.541.888 orang. STDB adalah keterangan budidaya yang diberikan kepada pekebun. STDB bukan perizinan berusaha, diterbitkan oleh bupati dan.walikota atau kepala dinas yang membidangi perkebunan, diperuntukkan bagi seluruh komoditas perkebunan, diterbitkan untuk satu pekebun, dapat diterbitkan bagi pekebun kurang dari 25 hektare, dapat diterbitkan bagi pekebun yang memiliki lokasi clear and clean. Penerbitan STDB kebun bertujuan untuk menghimpun data kepemilikan kebun rakyat, mewujudkan tata kelola perkebunan berkelanjutan, membangun data ketelusuran komoditas perkebunan, membantu identifikasi CPCL untuk penyaluran program, dan penguatan kelembagaan pekebun. Aturan terbaru untuk mempercepat penerbitan STDB adalah SK Dirjenbun 123 tahun 2024 sebagai pembaruan SK Dirjenbun 37 tahun 2024. Perubahannya dari sosialisasi semula kepada penyuluh pertanian, pendamping perkebunan, camat, kepala desa dan lurah, kepala dusun, pengurus kelompok tani, pengurus gabungan kelompok tani, babinsa, perusahaan perkebunan, lembaga terkait yang mempunyai plasma atau binaan. Di mana pada SK terbaru ditambah pekebun. Pelaksanaan pendaftaran semula pendataan dan pemetaan dilaksanakan tim pendataan yang dibentuk bupati dan walikota atau kepala dinas yang membidangi perkebunan. Di SK terbaru ditambah dilaksanakan secara mandiri oleh perusahaan perkebunan dan pihak lain yang berkaitan. Verifikasi yang semula seluruh pekebun lahannya masuk kawasan hutan tidak bisa diterbitkan STDB, berubah jadi pekebun yang memiliki izin persetujuan pengelolaan perhutanan sosial dapat diterbitkan STDB sesuai peraturan yang berlaku. Istilah legalitas lahan dari Surat Keterangan Tanah menjadi Surat Penguasaan Fisik Tanah.

Harga Emas Tertekan Data NFP AS, Bearish Mendominasi Ekonomi
Ekonomi
Senin, 07 Juli 2025 | 22:33 WIB

Harga Emas Tertekan Data NFP AS, Bearish Mendominasi

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas atau XAU/USD alami tekanan jual lagi, setelah mencatat reli moderat seminggu terakhir. Lihat di penutupan sesi Jumat (4/7) lalu, logam mulia ini sempat menguat 0,26 persen ke $3.333, tapi kondisi likuiditas tipis jelang libur Hari Kemerdekaan AS memupus momentum kenaikan. Pasar kini menatap data Nonfarm Payrolls atau NFP yang menegaskan ketahanan tenaga kerja AS, menambah beban bagi emas yang dihargai dalam Dolar AS. Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menyebutkan, sinyal teknikal sedang mengarah ke tren bearish. “Moving Average jangka pendek kini bergerak di bawah MA jangka menengah, didukung formasi lower high dan lower low pada candlestick harian,” tuturnya. Dari proyeksi teknikal Dupoin, ujarnya, jika tekanan jual terus berlanjut hari ini, XAU/USD berpeluang turun ke support penting di $3.292. Jika pelaku pasar menemukan momentum beli baru, rebound ke level $3.343 masih sangat mungkin terjadi. "Memasuki sesi perdagangan Asia Senin (7/7), emas sempat terkoreksi hingga menyentuh $3.320. Hal ini dipicu data NFP bulan Juni yang menunjukkan penambahan 147.000 lapangan kerja melewati estimasi pasar sebanyak 110.000 serta tingkat pengangguran yang tetap stabil di 4,1 persen. Hasil ini menurunkan probabilitas pemangkasan suku bunga jangka pendek oleh The Fed, sehingga menguatkan Dolar AS dan menekan XAU/USD)," jelasnya. Selanjutnya, ulasnya, sorotan pasar beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee atau FOMC yang akan dipublikasikan pada hari Rabu (9/7). Dokumen tersebut diyakini memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai sikap Fed, apakah akan menunda atau mempercepat langkah pelonggaran moneter. "Di saat bersamaan, ancaman kenaikan tarif dagang Presiden AS, Trump, yang akan mengembalikan tarif ke level awal apabila negosiasi tak mencapai kemajuan, menambah lapisan ketidakpastian di tengah kekhawatiran fiskal," ucapnya. Selain itu, sambungnya, eskalasi konflik di Timur Tengah juga menjadi faktor pendorong safe-haven. Aksi militer Israel terhadap sasaran Houthi di Yaman menambah kekhawatiran geopolitik, yang biasanya menjadi katalis positif bagi emas. Meskipun demikian, sentimen positif ini tampaknya tertahan oleh sentimen suku bunga dan data ketenagakerjaan yang kuat.

Pescrabble Binaan DLEC Dominasi Ajang NEO Unri, Nyaris Sapu Bersih Semua Gelar Juara Olahraga
Olahraga
Jumat, 09 Mei 2025 | 10:29 WIB

Pescrabble Binaan DLEC Dominasi Ajang NEO Unri, Nyaris Sapu Bersih Semua Gelar Juara

Duri, katakabar.com - Pescrabble tingkat SMP dan SMA binaan Dicky Limra English Course atau DLEC Duri, Riau nyaris sapu bersih semua gelar juara. Itu terjadi pada kompetisi cabang scrabble di ajang National English Olympiad (NEO) tajaan FKIP Unri di Pekanbaru, 26 April hingga 2 Mei 2025 lalu. Total 54 peserta tingkat SMP dan 32 peserta tingkat SMA bertarung di ajang kompetisi susun rangkai kata-kata bahasa Inggris tersebut. "Untuk scrabble tingkat SMP, gelar juara 1 hingga 4 dan predikat high word berhasil kita sapu bersih," kata pimpinan DLEC, Dicky Limra, Jumat (9/5). Predikat juara 1 scrabble SMP, lanjutnya, digondol Jimo De Raffa, siswa SMPN 3 Mandau. Sedang juara 2 dan 3, masing-masing diraih Nadhita Rahmah (SMPN 1 Mandau) dan Shifa Febri Aulia (SMPN 3 Mandau). Sedang untuk predikat juara 4 plus peraih skor high word dipegang Muhammad Rasyid Alfikri, siswa SMPS IT Maqdis Ibadurrahman, Duri. Laju dua peserta scrabble binaan Dicky yang lain, masing-masing Dastan Zaynparsha (SMPS IT Al-Kautsar) serta Eci Sakinah (SMPN 1 Mandau) masih tertahan di babak sebelumnya. Untuk scrabble tingkat SMA, ada empat anak binaan DLEC yang ikut kompetisi NEO 2025 ini. Tiga orang berhasil meraih gelar juara 1, 2, dan 4. Juara pertama digondol Raymond Wijaya, utusan khusus SMAS Cendana Duri. Juara dua Fanny Angelica, siswi SMAN 8 Mandau. Dan predikat juara empat diambil Haifa Suci Elvatiah dari SMAS IT Mutiara Duri. Sementara juara tiga diraih Elbert Hansen dari SMAS Witama Pekanbaru. "Satu anak binaan kita yakni Grace Valentine terganjal rekannya sendiri yakni Raymond Wijaya di babak delapan besar," ulas Dicky.

KAI Angkut 21,6 Juta Ton Barang hingga April 2025, Didominasi Batu Bara untuk Energi Nasional Nasional
Nasional
Minggu, 04 Mei 2025 | 22:00 WIB

KAI Angkut 21,6 Juta Ton Barang hingga April 2025, Didominasi Batu Bara untuk Energi Nasional

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan barang selama periode Januari hingga April 2025. Secara kumulatif, KAI telah mengangkut 21.601.203 ton barang (unaudited), meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 21.012.853 ton. Peningkatan volume angkutan ini menegaskan peran strategis KAI dalam mendukung ketahanan energi, distribusi logistik nasional, serta pembangunan ekonomi daerah. Komoditas batu bara masih menjadi kontributor utama dengan porsi 83,07 persen atau sebanyak 17.945.049 ton dari total angkutan barang. "Batu bara yang kami distribusikan sebagian besar dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit listrik di Pulau Jawa dan Bali. Ini kontribusi nyata KAI dalam menjaga pasokan energi nasional agar tetap andal dan berkelanjutan," kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba. Secara bulanan, ujar Anne angkutan barang pada April 2025 tercatat sebanyak 5.542.306 ton, tumbuh 6 persen dibandingkan April 2024 sebesar 5.227.539 ton. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pada komoditas batu bara yang mencapai 4.684.439 ton, serta performa yang stabil dari angkutan non-batu bara. Salah satu sorotan utama adalah lonjakan signifikan pada angkutan pupuk. Hingga April 2025, KAI telah mengangkut 9.120 ton pupuk, meningkat 155 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 3.570 ton. "Distribusi pupuk yang efisien sangat krusial dalam mendukung sektor pertanian nasional. Peningkatan ini menunjukkan bahwa layanan logistik berbasis rel mampu menjangkau kebutuhan vital masyarakat hingga ke pelosok," jelas Anne.