Dumai, katakabar.com - Peserta sangat antusias mengikuti sesi kedua "Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit" yang digelar Elaeis Media Group (EMG). Di mana peserta diajak membuat malam berbahan turunan kelapa sawit secara langsung, Selasa (19/11).

Di mana sebelumnya peserta telah mendapatkan pemaparan materi mengenai bahan-bahan pembuatan batik kelapa sawit.

Ketika pembuatan malam (lilin) batik itu dipandu langsung pelopor industri batik sawit, Miftahudin Nur Ihsan dan Rizky Juniyanto dari CV. Smart Batik Indonesia (Smart Batik). Peserta pun ikuti pembuatan malam itu tahap demi tahap.

Pada praktik pembuatan malam ini, peserta dibagi menjadi 10 kelompok. Di mana satu kelompok beranggotakan 5 orang. Sedang, setiap kelompok mengutus salah satu anggota untuk menyaksikan langsung pembuatan malam itu. Sementara anggota lain menyaksikan melalui tayangan video secara online di layar. Ini dilakukan lantaran keterbatasan lokasi kegiatan.

"Bahan-bahan pembuatan malam batik umumnya adalah damar, gondorukem, parafin, dan kendal. Tetapi untuk malam sawit penggunaan parafin dapat diganti menggunakan stearin. Ini merupakan bahan yang didapat dari pemisahan minyak kelapa sawit menjadi bagian cair dan padat," terang Rizky Juniyanto dari Smart Batik dalam gelaran praktek tersebut.

Keunggulan menggunakan malam atau lilin sawit ini, proses produksi semakin ramah lingkungan dan lebih nyaman untuk pernafasan pembatik. Baik saat digunakan maupun saat proses pembuatan batik itu sendiri.

"Menggunakan malam sawit asap yang ditimbulkan saat pemasakan tidak banyak, sehingga tidak mengganggu. Aroma malam juga tidak menyengat jadi lebih aman pada pernafasan," jelas Rizky.

"Ini bisa jadi peluang baru bagi pembatik di Riau terutama di Dumai. Sebab Riau merupakan lumbung kelapa sawit sementara Dumai memiliki sejumlah perusahaan besar yang juga menghasilkan stearin tadi," imbuh Miftahudin Nur Ihsan selaku Owner Smart Batik itu.

Ihsan juga Ketua Umum Paguyuban Batik Sawit itu menjelaskan pembuatan malam sawit relatif lebih mudah. Bahkan memiliki daya jual yang tinggi lantaran keunikannya. Tak ayal produk-produk buatannya dikirim sejumlah perusahaan besar.

"Ini peluang bagi UKMK di Riau. Saya yakin dapat jadi bisnis yang berkembang jika dirintis dengan sungguh- sungguh dan didukung pemerintah setempat. Apalagi pangsa pasar batik di Riau cukup besar," tandasnya.

Pembuatan malam sawit ini juga disaksikan Ketua Dekranasda Kota Dumai, Hj Leni Ramaini, SKM yang penasaran dengan pembuatan malam sawit ini.

"Batik malam sawit ini bisa jadi potensi unggulan baru yang dapat menjadi ciri khas Kota Dumai. Dekranasda siap mendukung setiap inovasi yang memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang. Malam sawit adalah potensi besar untuk melahirkan produk batik khas daerah. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dan menjadi bagian dalam mempromosikan batik sawit Dumai,” sebutnya.