Tanjung Selor, katakabar.com - PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara di Bulungan, memberikan bantuan bibit kelapa sawit kepada petani mandiri di Desa Tanjung Agung, Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara.

Kegiatan itu tindakan nyata dari empat pilar PT PKN, yakni pilar ketiga kontribusi sosial dan ekonomi dan langkah yang dilakukan bentuk prinsip pentahelix.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian (Dispertan) Bulungan, Yuniarti Utami saat menghadiri kegiatan pengembangan cluster perkebunan sawit di Desa Tanjung Agung, kemarin sampaikan apresiasi kepada PT PKN.

“Terkait ini, kita tetap mendorong sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan kesesuaian lahan sawit di kawasan hutan tetap diutamakan,” kata Yuniarti, dilansir dari laman Radar Kaltara, pada Senin (27/11).

Menurut Yunarti, program berkelanjutan artinya sesuai dengan aturan yang berlaku dan penekanannya harus STDB. Hal ini penting, sebab petani harus memiliki legalitas atas lahan pertanian.

Dengan luasan lahan perkebunan sawit yang bertambah ini, kata Yunarti, secara otomatis mendorong pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit. Lantaran itu, pemerintah daerah berterima kasih dengan adanya program ini.

“Sebagai tindak lanjutnya, hilirisasi dari program ini pemerintah daerah siapkan selain dari tujuh pabrik Crude Palm Oil (CPO), kita dorong dalam bentuk pabrik minyak goreng mini,” jelasnya.

Pastinya, seperti apa yang selalu dikatakan Bupati Bulungan, Syarwani, semua pihak harus bersinergi, sebab pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri melainkan tetap membutuhkan dukungan dari mitra strategis.

Kepala Desa Tanjung Agung, Marko ucapkan terima kasih kepada  PT PKN telah memberikan bantuan bibit sawit. Ini salah satu modal yang diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk partisipasi dari PT PKN.

“Kami sebagai masyarakat, diberikan bantuan bibit sawit ini tidak spontan hasilnya tapi berproses. Bantuan bibit sawit ini, setelah ditanam perlu perawatan, dan minimal 4 hingga 5 tahun baru produksi,” ulasnya.

Perkebunan sawit ini harus dijalankan di Desa Tanjung Agung, tutur Marko, kelapa sawit modal masyarakat setempat untuk bisa meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga.

“Memang, pertanian yang mau kami angkat di sini, yakni tanaman kelapa sawit sebagai pertanian prioritas, dan  pertanian jangka pendek ada,” terangnya.

Exsternal Relation Manager PT PKN, Iwan Suryanto mengatakan, pihaknya menginginkan program pertanian ini tidak hanya sekedar bagi-bagi bibit kepada masyarakat, khususnya petani mandiri.

"Kami monitor perkembangan petaninya. Kita punya data base, jadi kita bisa mengetahui mereka sudah sampai titik mana. Apakah cukup satu hektar, dua hektar atau harus nambah lagi,” jelasnya.

Apa yang dilakukan ini dapat terus berkelanjutan, sebut Iwan, pihaknya menginginkan ada sharing, sebab petani sawit ini selain menjadi petani sawit, secara otomatis mereka memiliki pendapatan.

"Kita tetap melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pertanian yang menjadi dampingan dari PKN. Jika ada yang tidak serius menjalankan pertanian bisa saja tidak dilanjutkan," sebutnya.

Ini penting agar jangan kita hanya menerima nama, tambah Iwan, apalagi motivasi pada petani mandiri Tanjung Agung  sudah bagus, yang punya sawit pasti punya mobil. Tapi di sini saya ingatkan pendidikan harus jadi atensi.

Diketahui, bantuan bibit sawit dari PT PKN untuk petani mandiri Tanjung Agung sekitar 10 ribu batang. Bibit diberikan kepada 36 petani mandiri di salah satu desa di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur.