Bibit Sawit
Sorotan terbaru dari Tag # Bibit Sawit
Asa Kasmarni Saat Tanam Perdana Sawit Program PSR dan Tumpang Sari Padi Gogo di Muara Dua
Siak Kecil, katakabar.com - Bupati Bengkalis, Kasmarni tanam perdana kelapa sawit program peremajaan sawit rakyat atau PSR, sekaligus tumpang sari padi gogo Kelompok Tani Segoromas di Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, di pertengahan pekan keempat September 2025. Kelompok Tani Segoromas dan masyarakat Desa Muara Dua Kecamatan Siak Kecil, antusias sambut kehadiran Bupati Bengkalis, Kasmarni di kegiatan untuk mewujudkan peningkatan swasembada pangan masyarakat. Program PSR atau populer replanting sawit ini, sudah diuji kelayakan lahannya untuk penanaman Tumpang Sari Padi Gogo di lahan seluas 154 hektar, dengan jumlah petani 86 kepala keluarga atau KK. Bupati Bengkalis, Kasmarni sambut baik, dan mendukung penuh dengan adanya program PSR atau replanting, dan Tumpang Sari Padi Gogo yang dilakukan Kelompok Tani Segoromas di Desa Muara Dua. "Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, telah membuat program ini, dengan bantuan ini para petani kita lebih mudah untuk melakukan replanting, sebab kegiatan ini mendapat sambutan baik dari petani sawit di Kabupaten Bengkalis. Semoga program ini jadi contoh bagi desa-desa lainnya," ujarnya, dilansir dari laman website resmi Pemkab Bengkalis, Minggu siang. Kita saksikan salah satu langkah nyata, ucap Kasmarni, sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan, dan kesejahteraan petani, melalui program PSR yang difasilitasi Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP seluas 154 lebih hektar, yang melibatkan 86 petani.
Pemdes Lapahan Buaya Bagikan Ribuan Bibit Sawit Gratis ke 100 Kepala Keluarga
Singkil, katakabar.com - Pemerintah Desa atau Pemdes Lapahan Buaya, Kecamatan Kota Baharu, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, bagikan 1.800 bibit kelapa sawit siap tanam kepada 100 Kepala Keluarga atau KK. Pengadaan bibit kelapa sawit anggarannya dari tambahan insentif Dana Desa Tahun 2024. Bibit kelapa sawit yang dibagikan usulan yang sudah di sepakati sebelumnya melalui Musrenbang Desa Lapahan Buaya. "Alhamdulillah, bibit kelapa sawit sudah kita bagikan kepada penerima sesuai dengan usulan yang disepakati. Masing-masing KK menerima bibit kelapa sawit dengan jumlah 18 batang," ujar Kepala Desa Lapahan Buaya, Tajudin, lewat keterangannya, dilansir dari laman EMG, Jumat (27/12).
Di BUNEX 2024, Musim Mas Tampilkan 4 Bibit Sawit Seri GS Rendemen Hingga 30 Persen
Tangerang, katakabar.com - Musim Mas Group, salah satu perusahaan kelapa sawit terintegrasi terbesar di dunia, turut berpartisipasi di Perkebunan Indonesia Expo (BUNEX) ke 3, yang digelar Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di ICE BSD City Tangerang pada 12 hingga 14 September 2024. Pergelaran tersebut angkat tema “Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045” ini, Musim Mas tampilkan dan perkenalkan empat varietas baru Seri GS yang dapat meningkatkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dengan tingkat rendemen minyak hingga 30 persen.
Dorong Beri Bantuan Bibit Sawit ke Masyarakat, In Asa Dewan Kalteng
Palangkaraya, katakabar.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Sengkon dorong Pemerintah Daerah (Pemda) lewat instansi terkait agar memberikan bantuan bibit kelapa sawit kepada masyarakat. Lantaran itu aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada dirinya saat reses daerah, salah satunya di Kabupaten Katingan. "Di wilayah Kecamatan Marikit dan Katingan Tengah. Masyarakat mengharapkan bantuan bibit kelapa sawit dari Pemda," kata Sengkon, dilansir dari laman Borneonews, pada Kamis (25/1) Diceritakan Sengkon, semangat masyarakat untuk bisa menjalankan usaha perkebunan harus dapat dukungan dari pemerintah, itu salah satu kewajiban. "Bantuan itu penting diberikan agar masyarakat bisa menjalankan usaha yang aman ketimbang menjadi penambang emas ilegal, harus ada perhatian dari Pemda," jelasnya. Menurutnya, lantaran harga rotan dan karet tidak stabil masyarakat banyak beralih usaha seperti menambang emas. Kalau ada perhatian dari Pemda mereka menjalankan usaha yang aman. "Masyarakat memiliki lahan yang cukup untuk berkebun kelapa sawit, kendala mereka tidak mampu mengadakan bibit unggul. Jadi, berharap ada dukungan Pemmda, kita minta ini agar menjadi perhatian," harapnya.
Peredaran Bibit 'Aspal Ancam Petani di Provinsi Kalimantan Barat
Pontianak, katakabar.com - Peredaran bibit palsu atau tidak berkualitas masih marak terjadi ancam para petani di Provinsi Kalimantan Barat. Soalnya, belakangan ini para petani masih ada yang tertipu dengan penawaran benih dengan harga sangat terjangkau. Modus penjualan benih ini beragam, seperti yang terjadi ada petani ditawarkan dengan benih yang masih berbentuk biji dengan harga murah. Parahnya benih ini dilengkapi dengan sertifikat dari PPKS. "Peredaran benih abal-abal sangat meresahkan di Provinsi Kalimantan Barat. Di mana kita jumpai petani yang membeli sebungkus bibit berbentuk biji seharga Rp800 ribu jumlah 250 butir. Cukup mengherankan lagi, bibit dilengkapi dengan sertifikat dari PPKS," tutur Sekretaris DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Barat, Agus Kuswara dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (22/1). Selain itu, kata Agus, harga yang ditawarkan bervariasi. Ada yang perbungkus dengan isi 250 butir dibandrol Rp1,5 juta. Merasa curiga dengan harga benih tersebut, Agus langsung melakukan pengecekan sertifikat. Benar saja, benar biji varietas Simalungun dan Marihat yang ditawarkan palsu. "Jadi, modus penjual mendatangi petani dan menawarkan benih. Petani melakukan penangkaran sendiri kemudian ditanam di kebunnya sendiri. Malah tidak sedikit mereka jual jika ada yang membutuhkan," ujarnya. Menjamurnya penangkaran tanpa izin menjadi salah satu penyebab beredarnya bibit palsu. Padahal, kata Agus, dampaknya ke depan sangat merugikan petani. "Untuk itu, kita saat ini gencar melakukan edukasi kepada petani agar wawasan petani meningkat dan tidak mudah termakan bujuk rayuan," jelasnya. Menurut Agus, bagi petani yang membutuhkan benih unggul berkualitas lebih baik datang ke PPKS Parindo yang beroperasi di Kabupaten Sanggau. "Bibit tidak berkualitas mempengaruhi produksi kebun petani, bahkan target sawit berkelanjutan tidak akan tercapai. Malah bisa saja petani gagal berbudi daya kelapa sawit lantaran kesalahan memilih bibit," tegasnya. Kita berharap petani lebih teliti dalam memilih benih. Kalau bisa, pembelian dilakukan langsung ke PPKS atau penangkar berizin lengkap," tambahnya.
Bibit Sawit Varietas Lonsum Digandrungi Petani di Bengkulu, Ini Keunggulannya
Bengkulu, katakabar.com - Para petani kelapa sawit di daerah Bengkulu kini mulai gemari bibit kelapa sawit varietas Lonsum. Boleh jadi, lantaran sejumlah keunggulan yang ditawarkan varietas lonsum. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, M Rizon mengatakan, bibit kelapa sawit varietas Lonsum jadi primadona di kalangan petani di Bengkulu. Itu disebabkan, Varietas ini mampu menghasilkan berondolan kelapa sawit yang besar. "Varietas Lonsum punya keunggulan menghasilkan berondolan kelapa sawit yang besar dibandingkan varietas lainnya," ulas Rizon, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (15/12). Bibit kelapa sawit varietas Lonsum, ujar Rizon, tidak hanya unggul ukuran brondolan, tapi miliki keunggulan lainnya, yakni mampu memproduksi minyak dengan kualitas tinggi, cepat berbunga, dan mencapai produksi tinggi. "Varietas ini mampu memproduksi minyak dengan kualitas tinggi, cepat berbunga, dan mencapai produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang tinggi," kata M Rizon lagi. Keunggulan-keunggulan ini, sebut Rizon, membikin para petani melirik bibit kelapa sawit varietas Lonsum sebagai pilihan utama mengoptimalkan hasil pertanian kelapa sawit. Menurutnya, dampak positif dari penanaman bibit kelapa sawit varietas Lonsum semakin terasa di sektor pertanian di daerah Provinsi Bengkulu. Di mana, petani melaporkan peningkatan hasil produksi yang signifikan, dan memberikan kontribusi positif pada ekonomi lokal. "Bibit kelapa sawit varietas Lonsum selain memberikan brondolan besar, dan bisa mendukung produksi minyak sawit yang berkualitas tinggi, menjadikan industri sawit di daerah Bengkulu semakin berkembang pesat," jelasnya. Pilihan petani untuk beralih ke bibit kelapa sawit varietas Lonsum sejalan dengan strategi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mengoptimalkan hasil pertanian. Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, bibit kelapa sawit varietas Lonsum solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sawit di daerah ini. "Beralihnya petani kelapa sawit ke bibit kelapa sawit varietas Lonsum sejalan dengan strategi pemerintah Provinsi Bengkulu guna meningkatkan kesejahteraan petani dan mengoptimalkan hasil pertanian," tegasnya. Tapu, lanjut Rizon, perlu diperhatikan aspek keberlanjutan dalam pertanian kelapa sawit. Penggunaan bibit kelapa sawit varietas Lonsum cenderung mendominasi perlu diimbangi dengan praktik pertanian yang ramah lingkungan. "Kami dan para pemangku kepentingan akan bekerja sama untuk pastikan pertanian kelapa sawit di daerah Provinsi Bengkulu tetap berkelanjutan dan tidak merugikan lingkungan," terangnya. Sejauh ini, keberhasilan bibit kelapa sawit varietas Lonsum di Provinsi Bengkulu memberikan gambaran positif tentang potensi sektor pertanian sawit di wilayah Bengkulu. Langkah-langkah lanjutan yang bijak dan berkelanjutan tetap diperlukan agar pertanian sawit tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan lingkungan. "Jadi, langkah-langkah lanjutan yang bijak dan berkelanjutan tetap diperlukan agar pertanian kelapa sawit memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan lingkungan sekitar, tandasnya.
Petani Mandiri Tanjung Agung Sumringah Dapat Bantuan Bibit Sawit Dari PKN
Tanjung Selor, katakabar.com - PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara di Bulungan, memberikan bantuan bibit kelapa sawit kepada petani mandiri di Desa Tanjung Agung, Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara. Kegiatan itu tindakan nyata dari empat pilar PT PKN, yakni pilar ketiga kontribusi sosial dan ekonomi dan langkah yang dilakukan bentuk prinsip pentahelix. Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian (Dispertan) Bulungan, Yuniarti Utami saat menghadiri kegiatan pengembangan cluster perkebunan sawit di Desa Tanjung Agung, kemarin sampaikan apresiasi kepada PT PKN. “Terkait ini, kita tetap mendorong sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan kesesuaian lahan sawit di kawasan hutan tetap diutamakan,” kata Yuniarti, dilansir dari laman Radar Kaltara, pada Senin (27/11). Menurut Yunarti, program berkelanjutan artinya sesuai dengan aturan yang berlaku dan penekanannya harus STDB. Hal ini penting, sebab petani harus memiliki legalitas atas lahan pertanian. Dengan luasan lahan perkebunan sawit yang bertambah ini, kata Yunarti, secara otomatis mendorong pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit. Lantaran itu, pemerintah daerah berterima kasih dengan adanya program ini. “Sebagai tindak lanjutnya, hilirisasi dari program ini pemerintah daerah siapkan selain dari tujuh pabrik Crude Palm Oil (CPO), kita dorong dalam bentuk pabrik minyak goreng mini,” jelasnya. Pastinya, seperti apa yang selalu dikatakan Bupati Bulungan, Syarwani, semua pihak harus bersinergi, sebab pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri melainkan tetap membutuhkan dukungan dari mitra strategis. Kepala Desa Tanjung Agung, Marko ucapkan terima kasih kepada PT PKN telah memberikan bantuan bibit sawit. Ini salah satu modal yang diberikan kepada masyarakat sebagai bentuk partisipasi dari PT PKN. “Kami sebagai masyarakat, diberikan bantuan bibit sawit ini tidak spontan hasilnya tapi berproses. Bantuan bibit sawit ini, setelah ditanam perlu perawatan, dan minimal 4 hingga 5 tahun baru produksi,” ulasnya. Perkebunan sawit ini harus dijalankan di Desa Tanjung Agung, tutur Marko, kelapa sawit modal masyarakat setempat untuk bisa meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga. “Memang, pertanian yang mau kami angkat di sini, yakni tanaman kelapa sawit sebagai pertanian prioritas, dan pertanian jangka pendek ada,” terangnya. Exsternal Relation Manager PT PKN, Iwan Suryanto mengatakan, pihaknya menginginkan program pertanian ini tidak hanya sekedar bagi-bagi bibit kepada masyarakat, khususnya petani mandiri. "Kami monitor perkembangan petaninya. Kita punya data base, jadi kita bisa mengetahui mereka sudah sampai titik mana. Apakah cukup satu hektar, dua hektar atau harus nambah lagi,” jelasnya. Apa yang dilakukan ini dapat terus berkelanjutan, sebut Iwan, pihaknya menginginkan ada sharing, sebab petani sawit ini selain menjadi petani sawit, secara otomatis mereka memiliki pendapatan. "Kita tetap melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pertanian yang menjadi dampingan dari PKN. Jika ada yang tidak serius menjalankan pertanian bisa saja tidak dilanjutkan," sebutnya. Ini penting agar jangan kita hanya menerima nama, tambah Iwan, apalagi motivasi pada petani mandiri Tanjung Agung sudah bagus, yang punya sawit pasti punya mobil. Tapi di sini saya ingatkan pendidikan harus jadi atensi. Diketahui, bantuan bibit sawit dari PT PKN untuk petani mandiri Tanjung Agung sekitar 10 ribu batang. Bibit diberikan kepada 36 petani mandiri di salah satu desa di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur.
APKS Bengkulu Beri Akses Bibit Sawit Unggul ke Petani Biar Enggak Tertipu
Bengkulu, katakabar.com - Aliansi Petani Kelapa Sawit (APKS) Bengkulu beri akses kepada petani agar dapat bibit kelapa sawit unggul atau bersertifikat. Ketua APKS Bengkulu, Edy Mashury menuturkan, pemberian akses bibit bersertifikat ini sangat penting lantaran masih banyak petani di Bengkulu menggunakan bibit asalan. Itu menunjukkan lantaran adanya kekurangan pengetahuan mengenai bibit bersertifikat, yang memiliki kualitas terjamin serta ketahanan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang beragam. "Kualitas bibit bersertifikat jauh lebih unggul dibanding dengan bibit semai mandiri. Bibit unggul telah diuji dan punya sertifikat yang memastikan kualitas," ulas Edy, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (22/10). APKS Bengkulu, sebut Edy, berencana gelar pelatihan dan workshop tentang budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan, termasuk teknik penggunaan bibit bersertifikat guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sawit. "Kami bakal memberikan pemahaman kepada petani kelapa sawit agar pengetahuan mereka terkait bibit bersertifikat semakin tinggi," jelasnya. Dengan begitu, sambungnya, APKS Bengkulu dapat menciptakan perubahan positif dalam sektor kelapa sawit dan meningkatkan kualitas tanaman, serta mempromosikan praktik yang lebih berkelanjutan industri sawit. "Kami berharap ini bisa menciptakan perubahan positif di sektor kelapa sawit di Bengkulu ke depan," tambahnya.
Impian Petani Seruyan Terwujud Miliki Kebun Sawit Plasma
Kuala Pembuang, katakabar.com - Impian Koperasi Berkat Hapakat punya kebun kelapa sawit plasma terwujud. Apalagi telah disiapkannya lahan seluas 278 hektar, dan rencananya ditanam perdana di awal musim penghujan Oktober 2023 nanti. Bupati Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Yulhaidir, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Muhamad Mukhlis menyerahkan bibit sawit kepada Koperasi Berkat Hapakat, binaan PT Sumur Pandanwangi Hanau di Desa Paring Raya dan Dukuh Manggana Desa Bahaur, Kecamatan Hanau mewujudkan impian itu. Tidak hanya itu, kegiatan bersamaan dengan serah terima simbolis dana kompensasi dari PT Tapian Nadenggan kepada Koperasi Pelangi Danau Seluluk, meliputi Desa Derangga, Pembuang Hulu I, Pembuang Hulu II, Tanjung Hara, Tanjung Paring, Panimba Raya, Tanjung Rangas II, Sandul, dan Kalang. Kadis LH, Muhamad Mukhlis mengapresiasi PT Sumur Pandanwangi Hanau dan PT Tapian Nadenggan ikut andil mewujudkan peningkatan perekonomian berkelanjutan di Kabupaten Seruyan. Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada APBD kata Mukhlis, tapi perlu dukungan dunia usaha. Perbup Seruyan Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat. "Program CSR wujud terjalinnya hubungan perusahaan dengan masyarakat yang harmonis dan saling menguntungkan," ujarnya. Sekali lagi sebutnya, di kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Seruyan mengapresiasi PT Sumur Pandanwangi Hanau ikut andil wujudkan peningkatan ekonomi berkelanjutan dengan merealisasikan kebun plasma lewat Koperasi Berkat Hapakat. Untuk itu, kepada koperasi tetap bertahan di tengah tantangan zaman, mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Mampu membangun dan mengembangkan potensi ekonomi anggota serta masyarakat demi peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi,” ucapnya. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Fery Khaidir mengaminkan Muhammad Mukhlis. Apresiasi apa yang sudah dilakukan Pemkab Seruyan dan perusahan terkait kewajiban pihak perusahan terhadap masyarakat sekitar. Kepala Bagian Kemitraan Masyarakat Musirawas Group, Irfan Hafid menjelaskan, realisasi plasma kelapa sawit untuk Koperasi Berkat Hapakat berjalan cukup lama karena proses pelepasan kawasan hutan membutuhkan waktu panjang. Lahan yang dipersiapkan seluas 1500 hektar, baru pelepasan kawasan hutan seluas 278 hektar. ini tonggak sejarah perjalanan Musirawas Group, masyarakat melalui Koperasi Hapakat Hapakat, maupun Pemerintah Kabupaten Seruyan, fasilitasi pembangunan kebun masyarakat berkat kerja bersama semua pihak. "Partisipasi semua pihak sangat penting untuk mewujudkan kebun masyarakat,” terangnya. Ketua Koperasi Berkat Hapakat, Anang Asbrin menimpali, tanam perdana jadi momentum bersejarah bagi koperasi. Bibit sawit yang ditaksir umur 16 bulan dengan jumlah lebih dari 30.000 pohon ditanam di lahan seluas 278 hektar. ”Selama proses tanam dan perawatan dibantu perusahaan. Kami terima kasih kepada Pemkab Seruyan dan PT Sumur Pandanwangi Hanau selama ini melakukan pendampingan untuk mewujudkan kebun impian masyarakat,” tandasnya.
Simak! Ini Ciri-ciri Bibit Kelapa Sawit Tidak Normal
Bengkulu, katakabar.com - Petani banyak tidak sengaja tanam bibit kelapa sawit tidak normal. Ini merugikan petani, sebab produktivitas berdampak signifikan. Bahkan bibit kelapa sawit tak normal sulit berbuah dan rentan terjangkit penyakit tanaman. Seorang pengamat pertanian di Bengkulu, Zainal Muktamar mengatakan, bibit kelapa sawit tidak normal tidak dapat disembuhkan. Jadi, mesti dieliminasi sebelum ditanam di kebun. "Bibit kelapa sawit tidam normal disebabkan faktor genetik tidak dapat disembuhkan, dan mesti dieliminasi sebelum masuk tahap pembibitan utama atau main nursery," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (21/9). Dijelaskan Zainal, bibit kelapa sawit tidak normak mesti diseleksi di tahap-tahap awal pertumbuhan bibit. Misalnya, saat berumur 6, 9, dan 12 bulan atau menjelang proses pindah tanam ke lapangan. "Bibit yang telah diseleksi tidak normal dikumpulkan dan dimusnahkan untuk mencegah masalah lebih lanjut. Soalnya, bibit kelapa sawit tidak normal tidak layak ditanam di kebun," tegasnya. Diceritakan Zainal, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan tahun 2021 telah memberikan panduan terperinci mengenai kriteria bibit tidak normal mesti dieliminasi, seperti daun mirip dengan rumput, kelainan dalam pembentukan klorofil pada daun (khimera), dan bibit dengan pelepah daun yang melintir atau berputar. Terus, tumbuh kerdil, memiliki titik tumbuh yang tidak berkembang normal, atau memiliki bentuk malformasi. "Bila petani menemukan ciri-ciri seperti di atas pada bibit kelapa sawit, elok dipisahkan dan jangan ditanam, itu bibit kelapa sawit tidak normal," bebernya. Tidak sampai di situ sambung zainal, bibit telah mencapai tahap pembenihan main nursery seleksi masih berlanjut. Beberapa kriteria bibit yang harus diseleksi di tahap ini, meliputi bibit yang memiliki pelepah dan anak daun yang tegak dan kurang membuka (erect), anak daun yang terlalu rapat atau terlalu jarang, daun yang mirip rumput atau menggulung, serta penyakit tajuk (crown disease). "Bibit kelapa sawit yang kerdil atau memiliki pertumbuhan memutar yang tidak balik termasuk dalam kriteria eliminasi," terangnya. Dengan seleksi bibit yang ketat, harapannya petani bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko kehilangan hasil panen. "Seleksi bibit tidak normal di pre nursery dan main nursery menjadi pedoman penting bagi para petani guna menjaga kualitas dan produktivitas kebun kelapa sawit," imbuhnya.