Berau, katakabar.com - Guna mendukung percepatan pemanfaatan renewable energy, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Berau uji coba co-firing dengan menggunakan cangkang sawit dan woodchip sebagai bahan bakar alternatif pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan perkuat pasokan listrik yang menopang sekitar 35 persen kebutuhan energi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Uji coba ini wujud nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 mendatang.

Melalui penerapan teknologi co-firing, pembangkit listrik dapat mengurangi emisi karbon secara bertahap dengan memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar pengganti sebagian batubara.

Di periode 2024, uji coba kembali dilanjutkan menggunakan biomassa sawdust sebesar 5 persen hingga 10 persen dari total bahan bakar, untuk mendukung produksi listrik hingga 1.600 megawatt-jam (MWh).
“Kami kembali melakukan uji coba penggunaan cangkang sawit 100 persen, serta uji bakar bertahap woodchip sebesar 10 persen dan 20 persen dari 7 hingga 10 Oktober 2025. Diharapkan hasil uji coba ini mampu mendukung pembangkitan daya sebesar 14 MW serta membuka peluang penerapan biomassa secara lebih luas di masa mendatang,” kata Ricky, dilansir dari laman Beraupost, Kamis (16/10).

Melalui kolaborasi dengan PLN Puslitbang, harap Ricky, PLN Indonesia Power UBP Berau berharap implementasi co-firing berbasis biomassa dapat terus ditingkatkan hingga mencapai pemanfaatan 100 persen green energy, sekaligus mempercepat transisi menuju sistem kelistrikan rendah emisi yang berkelanjutan.