KATAKABAR-MEDAN | Program Pemberian Makan Tambahan (PMT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan kepada balita di 21 kecamatan se-Kota Medan masih terkendala.

Padahal Komisi II DPRD Medan, Sudari ST sempat mendesak dan mengaku kesal terhadap kinerja sejumlah pejabat di dinas tersebut yang terkesan tidak cekatan.

Informasi didapat Katakabar kalau program PMT sendiri sudah ditenderkan dan sudah ada pemenangnya. Dengan pagu : 1.579.989.260,00 dan hps : 1.560.869.325,84.

Dimana pemenang tender dalam hal ini adalah (pengadaan program PMT) CV Faris Novriandi Rafli beralamat di Jalan Garu III Taman Harjosari Blok B No23, Kota Medan.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Taufiq Ririansyah melalui Kabid Kesmas dr Helena Rugun Nainggolan menyampaikan kalau PMT sudah proses pengadaan dari pemenang tendernya.

"PMT-nya masuk dalam tender pak dan sudah dalam proses pengadaan dari pemenang tender dan PMT balita tersebut tentu saja kalau sudah tersedia di Dinkes pasti akan didistribusikan ke Puskesmas se Kota Medan," jawab Helena pada Sabtu (28/5/2022) lalu.

Dua bulan berselang. Mei-Juli 2022, program PMT yang dikabarkan sudah ada pemenang tendernya juga belum terealisasi. Hal tersebut diketahui dari beberapa penelusuran tim Katakabar ke puskesman yang ada di Kota Medan.

Berita teranyar saat hal ini kembali dikonfirmasikan kepada Helena, terkait belum disalurkannya program PMT tersebut, beliu mengaku sedang sakit.

"Ya pak Dedi? Maaf saya lagi sakit, besok saya infokan yaa pak,"kata Helena lewat pesan WhatsApp nya, kemarin (21/7/2022).

Namun setelah hal tersebut dipertanyakan kepada Kadinkes, dr Taufik, beliau tidak menjawab. Selang beberapa lama ponsel tim katakabar bergetar.

Ada pesan Whatsapp masuk dari nomor yang belum dikenal mengaku bernama dr ivy : Saya dr. Ivi dari dinkes. Terkait pmt ada yg mau dipertanyakan ya pak. Bisa ditelp pak ? Bisa ditelp pak ?

Prihal tersebut kemudian dipertanyakan ulang kepada kadis. Ia hanya mengirim nomor dr ivy. Tidak berapa lama kemudian dr Helena menjawab dan mengatakan kalau PMT kemarin masih proses tender dan masih terkendala dikarenakan dua produk susu dan biscuit datangnya tidak bersamaan.

"Pagi pak, iya kmrn msh proses tender dan ini sdh masuk pmt (dlm btk susu dan biscuit), berhub kedatangan susu dan biscuit tdk bersamaan, maka stlh ke 2 produk ini sampe, baru didistribusikan ke pusk krn sklgus memberikannya ke anak2 tsb,"kata Helena.

Ditambahkan lewat pesan WhatsAppnya, kalau pihaknya baru dapat informasi dalam satu dua hari ini sudah didistribusikan. "Dapat info dari program, dalam 1 atau 2 hr ini sdh didistribusikan ke pusk2 pak,"ujar Helena lewat pesan WhatsApp nya.

Setelah prihal tersebut dikonfirmasi ke puskesaman, pihak puskesmas membenarkan kalau dalam satu dua hari ini pihaknya akan menjemput ke dinas.