Jakarta, katakabar.com - Kepala Konsul Republik Indonesia (KRI) Tawau, Aris Heru Utomo resmikan gedung Community Learning Center (CLC) Ladang Mawang di wilayah Kalabakan, Sabah, Malaysia.

Fasilitas ini dihadirkan untuk anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di perkebunan sawit di negeri jiran tersebut.

Gedung CLC dibangun perusahaan perkebunan kelapa sawit Sabah Softwoods Berhads (SSB) sebagai bentuk komitmen peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak PMI.

CLC Ladang Mawang fasilitas serupa keempat yang dikelola SSB sejak 2020. Gedung baru ini dilengkapi dengan enam ruangan belajar yang masing-masing dapat menampung 30 siswa, ruang guru, perpustakaan, serta fasilitas kamar mandi.

Aris Heru Utomo memberikan apresiasi kepada SSB atas perhatian besar yang diberikan kepada PMI, khususnya menyediakan fasilitas pendidikan memadai.

“Dengan adanya fasilitas pendidikan seperti ini, para PMI tidak perlu khawatir dengan masa depan anak-anak mereka. Fasilitas ini meningkatkan rasa aman dan kenyamanan mereka dalam bekerja sehingga produktivitas juga meningkat,” ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Rabu (29/1).

Untuk mendukung fasilitas gedung yang cukup representatif itu, Aris berharap pihak SSB memberi dukungan berupa pengangkatan guru bantu atau guru pamong.

“Jumlah guru yang dikirim Pemerintah Indonesia masih terbatas,” jelasnya.

Dia berpesan kepada PMI di kawasan itu agar memanfaatkan fasilitas yang tersedia dengan sebaik-baiknya.

“Ingat, penting sekali mengelola keuangan dengan bijak di negeri orang. Termasuk mempersiapkan biaya pendidikan anak-anak hingga jenjang yang lebih tinggi," terangnya.

Tak lupa Aris undang anak-anak Indonesia di CLC Ladang Mawang untuk berkunjung ke Konsulat RI Tawau sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Ia mendorong mereka mengikuti program Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang diselenggarakan Konsulat RI Tawau. Seleksi anggota Paskibra direncanakan berlangsung pada Mei 2025.

“Anak-anak PMI adalah aset bangsa. Kami ingin mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kepribadian melalui kegiatan seperti Paskibra,” ucapnya.

Ketua Pegawai Eksekutif SSB, Datuk Haji Mohd Daud Tampokong menyampaikan, pihak perusahaan memiliki komitmen kuat untuk memastikan anak-anak para pekerjanya mendapatkan pendidikan yang layak.

“Jika anak-anak pekerja kami mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik, maka orang tua mereka akan lebih tenang dan fokus bekerja. Hal ini pada akhirnya berdampak positif pada kinerja perusahaan,” ulasnya.

“Biaya pembangunan gedung ini sekitar Rm 600 ribu atau setara Rp2 miliar. Saat ini CLC Ladang Mawang melayani 78 siswa dari kelas 1 hingga kelas 9 dengan dukungan dua guru pamong,” sebutnya.