Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kasat Narkoba Polres Kepulauan Meranti, Iptu Suryawan menjadi pembina upacara di Pondok Pesantren Darul Fikri Jalan Rintis Ujung, Kota Selatpanjang, Senin (21/10) pagi.

Sebagai Kasat Narkoba, Iptu Suryawan menyampaikan bahaya narkoba bagi generasi muda, dan pentingnya melakukan Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sejak dini.

Hal ini tak hanya menjadi tugas kepolisian, tapi pihak sekolah, orangtua dan lingkungan tempat tinggal.

Selalu saja ada potensi penyalahgunaan, tapi jika dicegah secara terpadu, akan berdampak positif bagi para pelajar yang memiliki masa depan yang panjang.

“Membangun ikatan emosional terhadap para santri dan generasi muda, saat ini menjadi langkah positif, sehingga akan diketahui apa yang diinginkan para santri dan generasi muda itu,” ujarnya.

Hal itu yang kini dilakukan Satuan Narkoba Polres Kepulauan Meranti, melakukan pendekatan dan membangun ikatan emosional.

“Kami ingin mereka tahu banyak tentang bahaya narkoba, lalu menjadi pengingat bagi teman temannya, lingkungannya untuk bersama mengatakan tidak pada narkoba,” jelasnya.

Semangat dan respon positif dari generasi muda pesisir itu, ucap Iptu Suryawan, membuat tim yang turun merasa sangat dekat dan komunikasi berjalan dua arah, lantaran ada diskusi dan bagaimana dilema yang mereka hadapi dan di sana ada solusi.

Di kunjungan dan pertemuan itu, sejatinya tak hanya membahas tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, karena saat ini tahun politik, dan sebagian santri sudah memiliki hak suara, terang Suryawan seraya mengajak untuk tidak golput.

“Perbedaan di kontestasi politik hal yang biasa, hindari konflik dan pastikan informasi yang diterima bukan hoaks,” imbaunya.

Untuk itu, ajak Iptu Suryawan lagi, menjadi pemilih yang cerdas, untuk Pilkada Kepulauan Meranti aman, damai dan beradab.

Saat ini, santri di bangku SMP 270, di mana laki-laki 121, dan perempuan 149. Sementara SMA berjumlah 160, laki-laki 87, dan perempuan 73.

Dari jumlah itu, santri yang sudah berusia 17 tahun jumlahnya 59 orang. Santri laki-laki 33, dan perempuan 26.

Di momen itu, Iptu Suryawan membagikan Al Quran sebagai tanda mata, dan berharap dapat bermanfaat bagi para santri.