Jakarta, katakabar.com - Republik Indonesia dan Uni Eropa tegaskan komitmen untuk menyelesaikan perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic  Partnership Agreement (IEU CEPA).

Penegasan itu mengemuka di pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono dengan Direktur Jenderal untuk Perdagangan Komisi Eropa, Sabine Weyand di Brussels, Belgia, pekan pertama Desember 2023 lalu.

Pertemuan dilakukan di sela Perundingan Putaran ke 16 IEU CEPA  pada 4 hingga 8 Desember 2023. Di putaran ini, Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Kemendag, Johni Martha. Sedang, Delegasi Uni Eropa dipimpin Deputy Head of Unit for South and South East Asia, Australia and New Zealand European Comission, Fabien Gehl.

“Kami mendorong kedua kelompok perunding untuk mengintensifkan komunikasi dan pertemuan agar seluruh isu runding segera diselesaikan. Meski masih ada permasalahan yang belum terselesaikan. Kami meyakini kita tetap dapat mencapai kesepakatan yang berkualitas dan saling menguntungkan,” kata Djatmiko lewat siaran pers Kemendag RI, kemarin, dilansir dari laman elaeis co, pada Sabtu (16/12).

Sementara, Johni mengatakan, pada putaran ini, kedua tim perunding berhasil mencapai kemajuan dan selangkah lebih dekat menuju penyelesaian.

"Secara umum, kemajuan dicapai di seluruh isu runding, termasuk disepakatinya secara substansial Bab Penyelesaian Sengketa. Bab itu merupakan Bab ke 8 di bawah Perundingan IEU CEPA yang berhasil disepakati kedua pihak. Kemajuan positif terkait Hambatan Teknis Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ujarnya.

Terdapat 14 isu perundingan yang dibahas di putaran ini. Isu-isu itu, yakni perdagangan barang, klausul anti-fraud (antipenipuan), perdagangan jasa, perdagangan digital, investasi, penyelesaian sengketa investasi, pengadaan barang dan jasa pemerintah, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, penyelesaian sengketa, ketentuan institusional, BUMN, subsidi, ketentuan asal barang, sistem pangan berkelanjutan, serta hambatan teknis perdagangan.

Dijelaskan Johni, kedua pihak menunjukkan semangat dan optimisme akselerasi penyelesaian perundingan.

“Di putaran ini, saya melihat kedua pihak berdiskusi dengan semangat kerja sama dan orientasi penyelesaian negosiasi sebagaimana ditargetkan Presiden Joko Widodo dan Presiden Ursula von der Leyen, yakni pada 2024,” ucapnya.

Uni Eropa salah satu mitra dagang utama Indonesia. Pada 2022 lalu, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar USD 33,2 miliar. Di periode itu, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar USD 21,5 miliar, dan impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar USD 11,7 miliar.

Ekspor andalan Indonesia ke Uni Eropa pada 2022 lalu, yakni minyak kelapa sawit dan fraksinya, asam lemak monokarboksilat industri, batu bara, tembaga, dan alas kaki dengan bagian atas terbuat dari bahan kulit.

Sedang, impor utama Indonesia dari Uni Eropa, yakni pipa dari besi dan baja, obat-obatan, vaksin, mesin pembuat bubur kertas, serta kertas atau karton daur ulang.