Dumai, katakabar.com - Sebagai bentuk komitmen dukung perkembangan industri kelapa sawit, Elaeis Media Group (EMG) berencana taja Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit.
Gelaran ini didukung penuh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) itu rencananya dilangsungkan di Kota Dumai, pada 18 hingga 19 November 2025 mendatang.
CEO EMG, Abdul Aziz, menjelaskan gelaran ini salah satu gelaran guna mendukung perkembangan perkebunan kelapa sawit hingga sektor hilir, khususnya di sektor Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK). Ini sekaligus juga sempena memperingati hari Sawit Nasional.
"Kita ingin menjangkau langsung masyarakat khususnya petani kelapa sawit untuk memanfaatkan produk hilir kelapa sawit untuk menghasilkan produk ekonomis dan bernilai tinggi. Ini upaya untuk meningkatkan wawasan masyarakat serta memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya, Jumat (14/11) kemarin.
Cerita Aziz, sebelumnya EMG juga telah menggelar workshop dengan konsep pembuatan berbagai penganan dan jajan pasar berbahan kelapa sawit. Kegiatan itu digelar di beberapa kota besar. Seperti Surabaya, Jogja, dan juga Semarang.
"Nah kegiatan kita kali ini, kita ingin membumikan batik ber-malam sawit di Provinsi Riau. Di mana inovasi batik semakin berkembang dan banyak yang memproduksi batik, ada yang diproduksi oleh UMKM hingga diproduksi massal melalui sebuah
industri. Perkembangan desain, hingga teknik pembuatan bahan baku malam batik sudah masuk ke ranah kelapa sawit. Hanya saja, belum banyak yang tahu kelapa sawit telah bisa dijadikan sebagai bahan baku batik bahkan juga memproduksinya," jelasnya.
Gelaran usung tema “Melalui Batik, Menumbuhkan UKMK Baru Berbasis Turunan Kelapa Sawit” itu akan dilangsungkan di Galery Batik Dumai, Kelurahan Teluk Binjai, Kota Dumai, Provinsi Riau. Di mana rencananya akan diikuti sebanyak 50 orang peserta.
Antusias peserta pada kegiatan yang juga disuport oleh Pemko Dumai, Dekranasda Kota Dumai, Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) dan gabungan pengusaha kelapa sawit indonesia (GAPKI) ini sangat luar biasa. Di mana ada sekitar 115 peserta yang mendaftar mulai dari ibu rumah tangga, pelaku usaha ekonomi, pengrajin batik lokal, mahasiswa putra-putri serta petani kelapa sawit.
"Kami sangat apresiasi kepada para peserta yang telah mendaftar. Kami juga meminta maaf bagi peserta yang belum terpilih untuk menjadi peserta dalam kegiatan ini. Mudah- mudahan kegiatan selanjutnya peserta bisa ikut berpartisipasi," tuturnya.
Selain pelatihan membatik, nantinya peserta juga akan mendapatkan cerita inspiratif serta diskusi interaktif dari beberapa narasumber yang akan dihadirkan. Seperti Mitahudin nur Ihsan yang merupakan owner Smart Batik Yogyakarta, Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta, serta Arniningsih selaku Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Provinsi Riau
"Kita berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan peserta serta menambah pengetahuan terkait peluang usaha dari sektor hilir kelapa sawit. Sehingga dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi dan membuka peluang usaha baru," sebutnya.
Sapa Kota Dumai, Siap-siap EMG Taja Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini