Bogor, katakabar.com - Sentuhan tangan-tangan inovatif PT Ratu Bio kelapa sawit menjelma jadi produk sanitasi dan kecantikan. Orang-orang tidak banyak yang sadari di dalam sebotol hand sanitizer atau pun sabun cuci tangan yang harum dan lembut di kulit, tersimpan kelapa sawit dari kebun-kebun Nusantara.
Ini membuktikan kelapa sawit tidak berhenti sebagai bahan baku minyak goreng, tetapi bisa menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.
Cerita inovatif sekaligus inspiratif ini diketahui kala rombongan peserta workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit bertandang ke pabrik PT Ratu Bio Indonesia di Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/10) kemarin.
Kegiatan hari kedua workshop yang ditaha Majalah Sawit Indonesia ini semakin membuktikan betapa luasnya potensi hilirisasi sawit, termasuk di sektor kesehatan dan kosmetik.
Dipimpin Qayuum Amri, Ketua Panitia sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, rombongan disambut hangat Shandyka Yuda Pratama, GM PT Ratu Bio Indonesia.
Ikut dalam rombongan, Kepala Divisi Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Helmi Muhansyah, diajak Shandyka tour keliling pabrik.
Bioqueen dan Hilgiene dari Sawit
Melalui dua brand andalan, yakni Bioqueen dan Hilgiene, perusahaan yang berdiri di atas lahan 7.000 meter persegi ini memproduksi berbagai produk kebersihan dan kecantikan berbasis turunan sawit.
Produk-produknya, meliputi hand sanitizer, disinfektan, hand soap, dish wash, hingga kosmetik berbahan alami.
Selain itu, perusahaan ini melayani contract manufacturing bagi merek-merek lain yang ingin memproduksi sabun, disinfektan, atau produk higienitas berbasis sawit dengan standar tinggi.
“Itu salah satu strategi marketing, bekerja sama dengan tokoh atau brand yang sudah terkenal. Tetapi kami tetap memproduksi untuk brand sendiri,” kata Shandyka.
PT Ratu Bio mengandalkan bahan aktif alami seperti gliserin sawit dan metil ester sulfonat (MES) untuk menghasilkan produk higienitas yang efektif sekaligus ramah lingkungan.
Hand sanitizer, contohnya, mengandung alkohol dan gliserol sawit untuk membunuh bakteri tanpa membuat kulit kering. Produk ini diklaim telah teruji melawan E. coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.
Ada pun hand soap berbasis MES sawit yang lembut di tangan namun ampuh mengangkat kotoran. Dish soap mengandung gliserin dari minyak sawit dan ekstrak jeruk nipis, efektif menghilangkan minyak dan lemak sisa makanan.
Sedang kosmetik memanfaatkan gliserin murni (>99%) hasil pemurnian crude glycerol dari proses pembuatan FAME (Fatty Acid Methyl Ester). Gliserin berfungsi sebagai humektan alami yang menjaga kelembapan kulit.
“Proses pengolahan dilakukan dengan teknologi transesterifikasi yang menghasilkan dua produk bernilai tinggi, yakni Refined Glycerol dan FAME. Keduanya menjadi bahan penting dalam industri kosmetik, kebersihan, hingga energi terbarukan,” ulas Shandyka.
Sementara, Helmi Muhansyah sangat mengapresiasi capaian PT Ratu Bio dalam berinovasi memanfaatkan bahan sawit. Ia berharap Ratu Bio dapat terus eksis dan berinovasi dalam memproduksi produk unggulan berbasis sawit lainnya.
Kepada rombongan, Helmi memaparkan lewat program promosi adalah salah satu dari enam program penting BPDP, sejak lama lembaga ini telah akrab dengan kalangan pelaku UKM, yakni membantu promosi produk-produk UKM sawit.
Memang, akuinya, awalnya cukup susah untuk menjalankan program promosi UKM. Tetapi berkat ketekunan serta melibatkan banyak pihak seperti kalangan pemerintah terkait, institusi perguruan tinggi termasuk dosen dan mahasiswa, organisasi profesi dan lembaga swasta, capaiannya menjadi cukup menggembirakan.
Kini BPDP telah menerbitkan katalog berisi 100 produk sawit dari 22 UKM di berbagai daerah, seperti Riau, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
Masih Helmi, nantinya BPDP membuat makin banyak lagi ragam produk berbasis sawit, juga berbasis kelapa dan kakao. Sejak Oktober 2024, lembaga yang tadinya bernama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini tak lagi hanya mengurus sawit, tetapi dapat tambahan amanah mengurus kepala dan kakao.
“Ke depan kita akan membuat katalog berisi 1.000 produk sawit, kelapa, dan kakao,” sebut Helmi.
Sawit Menjelma Jadi Sanitasi dan Kecantikan Lewat Sentuhan Tangan-tangan Inovatif Ratu Bio
Diskusi pembaca untuk berita ini