Sanitasi

Sorotan terbaru dari Tag # Sanitasi

Kementerian PU Bor 48 Sumur Sediakan Air Bersih dan Sanitasi Bagi Warga di Aceh Tamiang Nasional
Nasional
Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:00 WIB

Kementerian PU Bor 48 Sumur Sediakan Air Bersih dan Sanitasi Bagi Warga di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus perkuat komitmen mendukung penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu prioritas utama kementerian saat ini pastikan ketersediaan sarana air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat terdampak bencana. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, Kementerian PU melakukan pengeboran sumur dalam dan sumur dangkal di sekitar 48 titik secara bertahap untuk melengkapi fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). "Kalau sudah tidak ada air, penyakit pasti datang. Setelah urusan jalan dan jembatan mulai membaik, fokus kita berikutnya adalah soal air. Air bersih harus segera tersedia untuk seluruh masyarakat," kata Dody saat melakukan kunjungan kerja di Aceh Tamiang, Rabu (24/12) lalu. Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU memprioritaskan pengeboran sumber air dalam. Hal ini dilakukan mengingat kondisi tanah di lokasi pascabencana yang berlumpur menyulitkan pencarian sumber air dangkal yang layak konsumsi. "Kalau lumpur seperti ini agak susah mencari sumber air di bawah 100 meter. Bukan berarti tidak ada, pasti ada, tapi memang lebih sulit. Karena itu saya fokus ke pengeboran sumber air dalam," jelasnya. Untuk mempercepat proses ini, Kementerian PU menerapkan strategi kombinasi, yaitu memperbaiki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak akibat bencana sekaligus melakukan pengeboran baru di beberapa titik. Upaya ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur TNI dan Polri. "Kita kombinasikan perbaikan SPAM yang rusak dengan pengeboran sumber air dalam, supaya air yang keluar benar-benar bisa menjadi air bersih bagi masyarakat," tambahnya. Sembari proses pengeboran berjalan, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) telah menyiagakan berbagai sarana darurat di lapangan. Sebanyak 27 unit tangki air bersih atau Hidran Umum (HU) dengan kapasitas 1.000 liter hingga 2.000 liter telah disebar ke sejumlah kecamatan sesuai arahan Bupati Aceh Tamiang. Guna menjamin ketersediaan air, pengisian tangki dilakukan secara rutin dua kali sehari. Selain itu, untuk mendukung kebersihan lingkungan, telah terpasang 13 unit toilet portable dan 10 set toilet knockdown. Fasilitas sanitasi ini dibersihkan rutin pada pagi dan sore hari, didukung oleh satu unit armada truk tinja yang beroperasi keliling melakukan penyedotan. Selain itu, Kementerian PU tengah mengirimkan bantuan tambahan sarana dan prasarana dari Jakarta untuk memperkuat penanganan di Aceh Tamiang. Bantuan tersebut dikirim melalui Pelabuhan Patimban menuju Pelabuhan Belawan, Medan, dan saat ini terpantau berada di perairan Batam di atas Kapal Ostina. Adapun bantuan yang dikirimkan meliputi 2 unit IPA Mobile Setta, 1 unit mobil double cabin, 1 unit mobil sedot tinja, 40 unit HU kapasitas 2.000 liter, 8 unit tenda, 20 unit velbed, 10 unit toilet portable, serta 10 unit mobil tangki air. Langkah komprehensif ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah melalui Kementerian PU untuk menyediakan sarana air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang di tengah masa pemulihan bencana. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Menteri PU: Pemulihan Infrastruktur Konektivitas, Air Bersih dan Sanitasi Prioritas Nasional
Nasional
Selasa, 23 Desember 2025 | 17:00 WIB

Menteri PU: Pemulihan Infrastruktur Konektivitas, Air Bersih dan Sanitasi Prioritas

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) menegaskan seluruh jajaran kementerian terus disiagakan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Percepatan pemulihan konektivitas serta layanan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama pemerintah agar aktivitas masyarakat, dan roda perekonomian daerah dapat segera kembali normal. Hal tersebut disampaikan Menteri PU, Dody, saat konferensi pers perkembangan penanggulangan pascabencana Sumatera yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12) lalu. Dody mengutarakan, Kementerian PU terus mengakselerasi penanganan dampak bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah tanggap darurat ini dilakukan secara lintas sektor yang meliputi bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya. "Hingga 18 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, Kementerian PU telah menurunkan 1.328 personel serta memobilisasi 872 unit alat berat dan pendukung untuk membuka kembali akses konektivitas, memulihkan layanan air bersih dan sanitasi, serta menormalkan sungai dan jaringan irigasi di wilayah terdampak," jelasnya. Di bidang Bina Marga, fokus utama penanganan adalah pemulihan jalan dan jembatan nasional yang terputus. Ia memaparkan progres signifikan di tiga provinsi terdampak. Di Aceh, dari total 38 ruas jalan nasional yang terdampak, sebanyak 26 ruas kini telah fungsional kembali. Sisanya masih dalam tahap perbaikan intensif dan pemasangan jembatan bailey. Sementara, di Sumatera Utara, 10 dari 12 ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi normal. Progres positif juga terlihat di Sumatera Barat, di mana 29 dari 30 ruas jalan nasional yang terdampak sudah dapat dilalui kendaraan. Kementerian PU menargetkan seluruh ruas jalan tersebut pulih sepenuhnya sebelum akhir Desember 2025. Selain konektivitas, Kementerian PU juga bergerak memulihkan infrastruktur di sektor Sumber Daya Air. Langkah yang dilakukan meliputi normalisasi sungai, perbaikan bendung, serta rehabilitasi jaringan irigasi. Berdasarkan data lapangan, luasan lahan irigasi yang terdampak bencana cukup masif, yakni mencapai 108.622 hektare di Aceh, 101.822 hektare di Sumatera Utara, dan 84.971 hektare di Sumatera Barat. Penanganan darurat dan rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan suplai air ke lahan pertanian kembali lancar untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Di sisi lain, bidang Cipta Karya memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan masyarakat terdampak. Kementerian PU telah menangani lebih dari 170 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan ratusan sarana sanitasi. Bantuan sarana pendukung juga terus dikirimkan ke 20 kabupaten/kota terdampak, antara lain berupa mobil tangki air, hidran umum, toilet portable, hingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile. Menutup keterangannya, Dody memastikan sinergi lintas instansi akan terus diperkuat. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, BUMN, dan masyarakat setempat hingga seluruh infrastruktur terdampak tertangani secara menyeluruh. “Pemulihan konektivitas dan layanan infrastruktur dasar menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah dapat segera kembali normal,” pungkasnya. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak, Berdampak” dalam menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Kolaborasi Nyata Tingkatkan Kesadaran Sanitasi dan Akses Air Bersih di Sumsel Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 20 Maret 2025 | 10:12 WIB

Kolaborasi Nyata Tingkatkan Kesadaran Sanitasi dan Akses Air Bersih di Sumsel

Palembang, katakabar.com - WateryNation, organisasi yang bergerak di bidang edukasi dan kampanye air bersih, mendukung penuh pelaksanaan Filternesia 1.0 yang diinisiasi AIESEC in Unsri. Program ini berfokus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan akses air bersih yang layak, khususnya di wilayah Sungai Pedado, Sumatera Selatan. Melalui serangkaian sesi edukasi, diskusi interaktif dengan para ahli, serta praktik lapangan, seperti pengecekan kualitas air dan pemasangan filter, peserta mendapatkan wawasan mendalam, dan pengalaman langsung terkait solusi konkret atas tantangan sanitasi dan air bersih. Selain edukasi kepada peserta, Filternesia 1.0 menghadirkan penyuluhan khusus bagi anak-anak dan masyarakat umum bekerja sama dengan Satu Amal dan Mitra Muda UNICEF, mengajarkan perilaku hidup bersih sejak dini.

Pemko Binjai Siapkan Strategi Tingkatkan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman Sumut
Sumut
Rabu, 17 Januari 2024 | 18:54 WIB

Pemko Binjai Siapkan Strategi Tingkatkan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman

Dalam rangka menghadirkan pelayanan optimal di sektor air minum dan air limbah domestik @airsanitasi bersama perangkat daerah terkait serta PDAM Kota Binjai menyelenggarakan Workshop Pengisian dan Pembahasan Sanitation Index, Governance Index, dan APBD Tracking Kota Binjai