Jakarta, katakabar.com -  Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau SEC akhirnya memberikan persetujuan resmi untuk dua ETF Ethereum yang diperdagangkan di platform perdagangan elektronik Arca di New York Stock Exchange atau NYSE.

Keputusan tersebut disambut baik investor dan pelaku pasar kripto dan memberikan investor akses terhadap mata uang kripto terbesar kedua di dunia melalui pasar.

Keputusan SEC ini langkah signifikan bagi industri mata uang kripto karena memungkinkan akses ke pergerakan harga ether melalui produk investasi yang teratur. ETF ini tersedia di tiga bursa utama, yakni Cboe, Nasdaq, dan NYSE, yang semuanya telah mengkonfirmasi kesiapan mereka untuk memulai perdagangan produk baru ini. 

Para investor telah lama menantikan pengenalan ETF yang didasarkan pada mata uang kripto, dengan sebelumnya SEC telah menyetujui ETF yang terkait dengan bitcoin berjangka.

Penambahan ETF untuk Ethereum memperluas pilihan bagi mereka yang tertarik untuk berinvestasi dalam aset digital melalui pasar keuangan tradisional.

Keputusan tersebut terjadi setelah minimal dua dari delapan pemohon mendapat persetujuan dari SEC untuk melanjutkan ETF mereka.

Langkah ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak ETF berbasis mata uang kripto di masa mendatang, karena SEC menunjukkan kecenderungan untuk menerima konsep integrasi aset digital ke dalam produk keuangan utama.

Head of Strategy Nanovest, M Yusuf Musa berpendapat, ETF salah satu channel yang baik bagi aset kripto, dalam hal ini untuk Ethereum atau ETH. Lantaran adanya ETF, investor dengan skala besar termasuk institusional dapat menjangkau produk aset kripto, ETH yang ditawarkan dapat menyebabkan permintaan (demand) dari aset kripto Ethereum atau ETH meningkat, dan bakal mempengaruhi performa pasar dari ETH menjadi lebih baik.

Menurut analyst bloomberg, James Seyffart dan Eric Balchunas SEC setujui Grayscale untuk mengubah Grayscale Ethereum Trust atau ETHE menjadi ETF spot. Setiap dana dari pertukaran spot baru akan menampung ether, token kripto asli jaringan ethereum.

Para pendatang meluncurkan ETF bitcoin spot pada awal Januari 2024. Sebagian besar ETF baru diperdagangkan di bursa CBOE, dikutip dari Bloomberg. Grayscale Ethereum Trust, Grayscale Ethereum Mini Trust, dan Bitwise Ethereum ETF akan diperdagangkan di Bursa Efek New York, dan iShares Ethereum Trust akan terdaftar di Nasdaq.

Lima ETF Ether spot yang akan memulai perdagangan adalah 21Shares Core Ethereum ETF, Fidelity Ethereum Fund, Invesco Galaxy Ethereum ETF, VanEck Ethereum ETF, dan Franklin Ethereum ETF. Untuk mendapatkan keuntungan pasar awal, sebagian besar penerbit ETF telah umumkan rencana untuk menghapuskan atau memberikan potongan biaya untuk sementara waktu, dengan tujuan untuk bersaing memperebutkan pangsa pasar setelah produk tersedia untuk diperdagangkan.

Analis di industri memperkirakan ETF Ether dapat menarik arus masuk bersih miliaran dolar dalam beberapa bulan setelah peluncurannya.

Perjalanan menuju tanggal peluncuran dimulai pada bulan Mei ketika SEC menyetujui formulir 19b-4 untuk ETF ini. Tapi, penerbit masih perlu mendapatkan pernyataan pendaftaran mereka agar efektif sebelum ETF dapat diluncurkan secara resmi.

Analis Senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas sebelumnya telah mengungkapkan bahwa perusahaan akan "meminta kesiapan, pada Senin (22/7).

Balchunas mengharapkan ETF ini bakal mulai diperdagangkan pada 23 atau 24 Juli 2024.

Menurut data CoinDesk, Harga Ethereum turun pada Senin malam menjadi USD $3,450 setelah pengumuman tersebut, yang diharapkan. ETH turun 1.5 persen selama 24 jam terakhir pada Senin sore, dari level tertinggi semalam di USD $3,559. Ethereum menguat hampir 51 persen sepanjang tahun ini.

Selain itu, harga Bitcoin tidak terpengaruh oleh berita persetujuan ETF ethereum dan terus diperdagangkan sekitar USD $67,700. Bitcoin telah melonjak 61 persen pada tahun 2024.

James Seyffart, seorang analis ETF dari Bloomberg, menyimpulkan dan mempercayai keputusan untuk menyetujui ETF spot Ethereum kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor politik daripada pertimbangan finansial semata.

Dalam wawancara terbarunya, Seyffart mencatat kondisi politik saat ini, termasuk kebijakan pemerintahan Biden dan tanggapan dari komunitas kripto, berperan signifikan dalam proses persetujuan tersebut.

"Selain Bitcoin dan Ethereum, persetujuan ETF kripto lainnya, termasuk Solana, tidak mungkin terjadi tanpa perubahan peraturan yang signifikan," kata Seyffart.

Secara jangka panjang, berinvestasi dalam Ethereum melalui ETF dapat menjadi keputusan strategis yang menguntungkan. Ini tidak hanya memberikan akses yang lebih luas kepada investor, tapi dapat meningkatkan likuiditas pasar kripto secara keseluruhan.

Untuk informasi harga Ethereum terkini, Anda dapat melihatnya melalui Nanovest, sebuah aplikasi investasi kripto yang komprehensif, yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia.

Bagi investor yang ingin memulai investasi, tidak perlu khawatir karena aset yang dimiliki akan terlindungi oleh asuransi dari Sinar Mas, yang melindungi pengguna dari risiko cybercrime. Nanovest sudah terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, sehingga aman berlisensi untuk digunakan.

Bagi para investor yang tertarik menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan App Store.

Kontak: Tarisa Khusnul Khotimah Marketing Communication 0813 5574 7584 | tarisa@nanovest.io