Selat Panjang, katakabar.com - Gubenur Provinsi Riau, Syamsuar serahkan SK PPPK jabatan fungsional Guru SMA, SMK dan SLB Kabupaten Kepulauan Meranti, di halaman SMA Negeri Tebingtinggi, pada Rabu (30/8).

Saat penyerahan SK PPPK guru itu, mantan Bupati Kabupaten Siak in didampingi Plt Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar.

Total 120 orang jabatan fungsional guru penerima Surat Keputusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (SK PPPK).

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Selat Panjang, Poyadi melaporkan, Alhamdulillah salah satu siswa SMA Negeri 1 diutus untuk pengibaran bendera di Istana Negara pada 2023 ini.

Kata Poyadi, terpilih siswa SMA Negeri 1 Selat Panjang jadi pengibar bendera sangsaka merah putih pertama sudah 78 tahun Indonesia merdeka.

Selain itu, SMA Negeri 1 Tasik Putri Puyu dapat restu dan ikut berlaga di tingkat nasional  untuk Cipta Puisi pada 2023 ini.

Capaian dan raihan ini ujar Poyadi, tidak terlepas dari binaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dan Pemeritah Provinsi (Pemprov) Riau.

"Terima kasih Pak Gubernur Riau, Syamsuar berkenan hadir di sini menyerahkan SKP TKK tingkat Provinsi Riau kepada tenaga pendidik di Kabupaten Kepulauan Meranti," tutur
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar.

Momentum ini lanjut Asmar, mudah-mudahan dapat menjadi suntikan semangat sekaligus memacu saudara saudari sekalian  untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan profesionalisme yang tinggi.

"Saya yakini para penerima SK PPPK ini sumber daya manusia unggul asli di bidangnya. Lantaran itu, kiranya tidak berlebihan pemerintah dan masyarakat menantikan karya terbaik saudara saudari sekalian," harapnya.

Ciptakan terobosan baru dalam pembelajaran untuk menunjang dan mengejar ketinggalan dalam dunia pembelajaran, sehingga peserta didik dapat memahami materi pelajaran yang disampaikan dengan lebih mudah

Proses penantian panjang sudah dilalui dari mengikuti seleksi penetapan nomor induk hingga saatini resmi menerma SK pengangkatan. Jangan hanya dijadikan sebagai awal dari penantian dan perjuangan tapi harus dijadikan sebagai tonggak awal dalam dunia kerja dan tanggung jawab yang baru kepada yang menerima SK, serunya.

Gubenur Riau, Syamsuar menjabarkan, kita paling banyak mengusulkan guru PPPK setelah Sulawesi Selatan.

"Sesuai dengan ketentuan pengangkatan guru ASN sangat kecil sekali, tidak seimbang dengan jumlah guru telah pensiun. Jadi, untuk melengkapi guru-guru tersebu diangkatlah guru honor menjadi guru PPPK," bebernya.

"Jika tidak diambil kesempatan ini, di masa akan datang belum tentu kita dapat. Jadi, paling penting bagaimana kita dapat dulu. Kami usulkan totalnya 7.297 yang lulus totalnya 5.851 orang. Ini terbanyak dalam sejarah pengangkatan. Di mana total 5.851 orang  yang lulus ini formasi berubah berjumlah 3.302 orang," rincinya.

Untuk itu, Gubernur Riau berpesan kepada yang lulus Jangan menyerah harus siap ditugaskan di mana pun yang penting di Riau.

"Saya ingin membekali ilmu kepada bapak ibu guru walaupun bukan ilmu saya yang disampaikan. Barangkali tidak sesuai dengan apa yang bapak Ibu harapkan. Tapi, pengalaman saya sebagai pemimpin sangat penting untuk menjamin masa depan anak didik, sebab mereka masa depan kita," urainya.

Menurutnya, pemerintah selalu sampaikan lima tahun yang akan datang sampai nanti usia kemerdekaan  Republik Indonesiab100 tahun tepatnya 2045 mendatang.

Kita hanya peroleh bonus demografi. Di mana anak-anak usia muda disebut generasi Z, dan milenial masa depan bangsa. Orang produktif berarti masa depan anak-anak disiapkan secara berkualitas agar mereka siap bersaing dengan yang lain.

"Bersaing tidak hanya dengan anak-anak di tanah air tapi bersaing dengan semua orang di negara lain. Ini bisa terjadi lantaran daerah ini apalagi Kepulauan Meranti berbatasan dengan Malaysia dan Singapura," ulasnya.

Lantaran itu sebut Gubarnur Riau, saya punya beban bagaimana menyiapkan anak-anak yang berkualitas dari sekarang.

e-money

Gubernur Riau, Syamsuar menyarankan sekolah-sekolah menerapkan sistem e-money dalam transaksi jajanan di sekolah. Ini sangat penting sekali untuk membatasi keinginan anak-anak dalam memenuhi kebutuhannya.

"e-money bisa kontrol anak-anak saat belanja setiap hari, sebab tansaksi bentuk elektronik bisa mencegah dari belanja yang tidak perlu, seperti beli rokok lantaran tidak ada layanan jualan rokok di sekolah, dan beli narkoba lantaran penjual narkoba pakak uang tunai serta manfaat lainnya.

"Untuk itu,  saya harap sekolah-sekolah di sini sudah bisa menggunakan layanan e-money untuk bertransaksi. Kenapa tidak bisa! sementara sekolah-sekolah yang berada di desa-desa sudah bisa menggunakan fasilitas ini sementara ini sekolah di kota," tegasnya.

Belajar Bahasa Daerah

Belajar bahasa daerah wajib. Itu sudah ditegaskanmenteri pendidikan dan menteri luar negeri, saya ikut rapat di situ.

Sekarang ini kata Gubernur Riau, Syamsuar, sudah 7 bahasa daerah Indonesia punah. Pemerintah Indonesia tidak ingin terjadi lagi, makanya diperbolehkan pemerintah daerah berbahasa Melayu di sekolah di Riau ini.

"Hal ini upaya dan tindakan menyelamatkan negara kesatuan, sebab lahirnya negara kesatuan ini dari Aceh hingga Papua terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya serta bahasa begitu banyak. Budaya dan bahasa Melayu ini sudah masuk Dapodik hingga perguruan tinggi tetap diajarkan," tandasnya.

Plt Bupati Asmar, Asisten II Setda, Suhendri, para kepala OPD, Kabag Prokopim Setda, Afrinal Yusran, Kepala SMAN 1, Poyadi beserta pengawas, dan majelis guru, siswa-siswi SMAN 1 Tebingtinggi serta lainnya turut hadir.