Athena, katakabar.com - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma'ruf Amin meminta dukungan Yunani menghadapi kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE) terhadap produk kelapa sawit Indonesia setelah pemberlakuan Undang Undang (UU) Antideforestasi atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) dari Mei 2023 lalu.
"Khususnya sawit, kan kita mengalami apa (pelarangan dari kebijakan Uni Eropa), kita minta dukungan Yunani," kata Ma'ruf selesai pertemuan dengan Wakil Ketua I Parlemen Yunani, Ioannis Plakiotakis di Hellenic Parliament, Athena, Rabu waktu setempat, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (23/11).
Wapres RI menilai dukungan parlemen Yunani sangat diperlukan untuk membantu mengatasi berbagai hambatan perdagangan Indonesia ke Eropa.
“Saya harapkan dukungan Yang Mulia untuk mendukung pendekatan konstruktif guna mengatasi kebijakan diskriminatif Uni Eropa atas komoditas strategis Indonesia," ujar Ma'ruf kepada Plakiotakis.
Menurutnya, perlu penguatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Itu lantaran di beberapa sektor perdagangan, kerja sama kedua negara mengalami penurunan.
"Terus, hubungan sesama bidang ekonomi, perdagangan, investasi diperkuat. Lantaran investasi ada peningkatan, tapi perdagangan memang ada penurunan. Jadi, kita ke sini meningkatkan lagi hubungan," Jelasnya.
Duta Besar RI untuk Yunani, Bebeb A.K. Nugraha Djundjunan, turut mendampingi Wapres RI di pertemuan, menimpali Indonesia mengharapkan Yunani bisa membuka jalan bagi produk unggulan Indonesia, salah satunya sawit, untuk bisa masuk Uni Eropa.
"Harapannya Yunani dapat mendukung kita dalam memberikan promosi dan informasi yang tepat kepada Uni Eropa ini adalah produk yang dibutuhkan oleh kedua negara meningkatkan perdagangan," tuturnya.
Selain soal dukungan perdagangan, Wapres Ma’ruf menekankan pentingnya peningkatan kerja sama dalam dua bidang strategis lainnya. Pertama, peningkatan hubungan antarparlemen.
Parlemen Indonesia, ucap mantan Ketua MUI ini, telah beberapa kali berkunjung ke Yunani. Itu sebabnya, diharapkan parlemen Yunani melakukan kunjungan ke Indonesia.
"Saya mendukung terbentuknya kembali Kelompok Persahabatan antar Parlemen Indonesia-Yunani untuk mempererat kerja sama parlemen kedua negara," sebutnya.
Adapun yang kedua, lanjut Wapres RI, peningkatan kerja sama dalam bidang ekonomi.
"Saya sambut baik Rencana Aksi Kerja Sama Ekonomi yang ditandatangani pada Mei 2023 lalu," ulas Ma’ruf.
Turut mendampingi Wapres RI di pertemuan ini, Duta Besar Indonesia untuk Yunani, Bebeb Nugraha Djundjunan, Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Erani Yustika, dan Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi.
Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi, Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan, Robikin Emhas, dan Staf Khusus Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Wakil Presiden, Imam Azis turut pula mendampingi
Sedang, Ioannis Plakiotakis didampingi oleh Chairman of the Permanent Committee on Cultural and Educational Affairs Christos Kellas, Chairman of the Greece-Indonesia Parliamentary Friendship Group, Makarios Lazaridis, dan Diplomatic Advisor to the President Constantinos Economides.
Soal Sawit, Wapres RI Minta Dukungan Yunani Hadapi Sikap Diskriminatif UE
Diskusi pembaca untuk berita ini