Kubu Raya, katakabar.com - Bupati Kubu Raya, Sujiwo tegaskan perusahaan perkebunan kelapa sawit berkontribusi nyata melakukan perbaikan infrastruktur jalan poros ekonomi.

“Mitra pemerintah itu pelaku usaha, baik perkebunan maupun lainnya. Namanya mitra, kita harus bangun kerja sama, salah satunya soal ruas jalan yang berdampak positif bagi perusahaan. Saya atas nama pemerintah, dan masyarakat Kubu Raya, minta dukungan,” kata Sujiwo, Rabu (3/9) lalu, setelah pimpin rapat bersama sejumlah perusahaan sawit di ruang kerjanya, dilansir dari laman pontianakpost, Senin (8/9).

Rapat tersebut membahas sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha, mulai dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL hingga persoalan perizinan.

Ia menekankan, jalan yang layak tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi hasil perkebunan.

Dipaparkan Sujiwo, pembangunan ruas jalan Kuala Dua–Mekarsari–Sungai Asam–Sukulanting sudah dianggarkan Rp11,3 miliar, bahkan ditambah melalui APBD Perubahan. Tapi, ruas Mekarsari–Kuala Dua yang padat penduduk, dana baru tersedia Rp400 juta sehingga masih ada bagian jalan yang berlubang.

“Saya minta perusahaan di sekitar jalan itu bisa membantu menambal yang rusak. Begitu juga ruas Mega Timur–Kuala Mandor B, sudah dianggarkan Rp3,5 miliar, ditambah Rp400 juta, tapi masih kurang sekitar satu kilometer hingga kantor camat dan puskesmas. Kalau bisa dibantu, akses pasien ke puskesmas juga lancar,” bebernya.

Menurut Sujiwo, investasi yang masuk ke Kubu Raya adalah aset bersama yang harus dijaga. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh dunia usaha, tapi mendorong perusahaan untuk konsisten menjalankan program CSR.

“Investasi di Kubu Raya adalah milik bersama. Pemerintah wajib mendukung, sementara perusahaan wajib jalankan tanggung jawab sosial. Kemitraan ini penting untuk percepatan pembangunan, bukan untuk kepentingan pribadi saya, melainkan kepentingan umum,” tandasnya.