Kubu Raya

Sorotan terbaru dari Tag # Kubu Raya

Sujiwo: Sinergi Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat Kunci Pengembangan Sawit Sawit
Sawit
Selasa, 28 Oktober 2025 | 19:20 WIB

Sujiwo: Sinergi Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat Kunci Pengembangan Sawit

Kubu Raya, katakabar.com - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menekankan pentingnya sinergi melalui kemitraan kuat, dan berkelanjutan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk pengembangan sektor kelapa sawit "Penting sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk pengembangan sektor kelapa sawit," tegasnya, setelah membuka Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit (BKKS) Tahun 2025, di Hotel Alimoer, Kubu Raya, Senin (27/10) kemarin. Ia menilai, Forum Bisnis Kemitraan Kelapa Sawit (BKKS) menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan menjaga keberlanjutan, dan stabilitas industri sawit selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, kami ucapkan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang tinggi kepada Aspekpir beserta mitra sudah menggelar forum BKKS ini. Forum seperti ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan sawit,” kata Sujiwo, dilansir dari laman pontianakpost, Selasa (28/10). Dijelaskan Sujiwo, sawit salah satu komoditas strategis dunia yang berperan besar peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah-daerah sentra produksi. Dari sektor ini, ulasnya, banyak masyarakat yang berhasil meningkatkan taraf hidup dan mencapai kemandirian ekonomi. "Komoditas sawit ini sangat seksi dan menjadi perhatian dunia. Kita tidak bisa memungkiri bahwa sawit telah membawa perubahan besar, banyak masyarakat bisa menabung, sekolahkan anaknya, bahkan memiliki rumah, dan kendaraan. Ini bukti nyata sawit telah meningkatkan taraf hidup masyarakat,” terangnya. Tetapi, Sujiwo mengingatkan popularitas sawit di tingkat global menghadirkan tantangan tersendiri. Lantas Ia soroti adanya berbagai tekanan dari pihak luar terhadap industri sawit Indonesia, terutama berkaitan dengan isu lingkungan, sosial, dan ketenagakerjaan. “Sawit ini menjadi komoditas unggulan, tentu ada pihak-pihak tidak senang, dan menyoroti dari berbagai sisi mulai dari lingkungan, sosial, hingga tenaga kerja. Ini harus kita sikapi dengan bijak dan profesional,” pesan Sujiwo. Untuk menjawab berbagai tantangan itu, tegas Sujiwo, perlu kemitraan yang transparan, adil, dan saling menguntungkan antara perusahaan dan petani. Pola kemitraan yang sehat kunci memastikan keberlanjutan sektor sawit tanpa mengorbankan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Kemitraan yang sehat kunci utama. Pemerintah siap hadir menjadi penyeimbang agar hubungan antara perusahaan dan masyarakat berjalan harmonis dan berkelanjutan,” imbuhnya. Untuk itu, Sujiwo mengajak para pelaku usaha dan organisasi petani untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan global, termasuk penyesuaian terhadap standar keberlanjutan (sustainability) dan kompetisi pasar internasional. Dia menekankan pentingnya hilirisasi dan pengembangan produk turunan sawit agar nilai tambah dapat dinikmati langsung masyarakat di daerah penghasil. “Kita harus mampu beradaptasi. Jangan hanya menjadi penghasil bahan mentah, tapi juga mulai berpikir bagaimana sawit bisa bernilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan produk turunan,” sebutnya. Forum bisnis, harap Sujiwo, tidak sekadar menjadi ajang diskusi, tetapi harus melahirkan komitmen dan langkah nyata memperkuat kemitraan antara pemerintah, perusahaan, dan petani sawit. Itu sebabnya, Ia menargetkan agar Kubu Raya dan Kalimantan Barat dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengelola sawit secara berkelanjutan, berkeadilan, dan ramah lingkungan.

Dukung Perkebunan Sawit, Pemkab Kubu Raya Banyak Terbitkan Regulasi Sawit
Sawit
Jumat, 03 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Dukung Perkebunan Sawit, Pemkab Kubu Raya Banyak Terbitkan Regulasi

Kubu Raya, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya sudah banyak terbitkan regulasi untuk mendukung perkebunan kelapa sawit. Ini selaras dengan program prioritas yang telah dicanangkan lima tahun ke depan, seperti program peningkatan nilai tambah sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Apalagi kelapa sawit merupakan komoditas penopang ekonomi Kubu Raya sehingga banyak mengeluarkan kebijakan yang mendukung pengembangan sawit. Menurut Asisten Daerah II Kabupaten Kubu Raya, Tri Indriastuty, mewakili Bupati Kubu Raya, Sujiwo, di 5th IPOSC yang digelar Perkumpulan Forum Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI). Kebijakan mengenai kepala sawit Pemkab Kubu Raya, yakni alokasi Dana Bagi Hasil sawit 80 persen untuk infrastruktur, dan 20 persen sektor lainnya untuk mendukung sektor perkebunan, yakni Perbup Kubu Raya 23 Tahun 2021 tentang sistem pengembangan perkebunan unggul berbasis CSR, Perbub Kubu Raya 96 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan verifikasi usulan indeks K pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi pekebun Kubu Raya, Perbub Kubu Raya 70 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, Perbub Kubu Raya 28 Tahun 2024 tentang kewenangan penerbitan STDB, dan Perbub Kubu Raya 38 Tahun 2024 tentang perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pekebun swadaya. Pemkab Kubu Raya, kata Tri, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat sore,. tidak hanya memperhatikan kebunnya saja tetapi petani pemiliknya, dan pekerjanya harus terlindungi dengan jaminan sosial tenaga kerja. Pembayaran iuran BPJS ketenagakerjaan diambil dari DBH sawit, dikuatkan dengan regulasi perbup. Pemkab Kubu Raya sudah menyiapkan rencana aksi PSR, sarpras, pendanaan STDB, JKK/JKM pekebun sawit, beasiswa anak pekebun, pendampingan ISPO; pelatihan pekebun, pendampingan OPT, pendampingan bibit bersertifikasi, dan pembangunan jalan akses kelapa sawit. “Beasiswa sawit yang didanai BPDP tahun ini hanya 3 orang siswa dari Kubu Raya. Untuk memperbanyak beasiswa, Pemkab akan gandeng perusahaan perkebunan untuk memberikan beasiswa kepada siswa di sekitar lokasi perusahaan,” ulasnya. Sementara, luas daratan Kabupaten Kubu Raya 8.549,22 km2. Luas tanaman menghasilkan sawit tahun 2024 120.969 hektare dengan total produksi 353.570 ton. Luas tanaman muda kelapa sawit 10.958 hektare tanaman tua rusak 1.712 ha, sehingga total 133.639 hektare, produktivitas 2.923 ton per hektare, petani 5.123 kepala keluar (KK). Produksi terbesar dari perusahaan perkebunan swasta yaitu 88,47 persen sedang pekebun 11,53 persen. Sedang, PDRB sektor perkebunan berkontribusi 45 persen terhadap sektor pertanian dan 4,73 persen PDRB Kubu Raya. PDRB sektor pertanian Kubu Raya berkontribusi 8,17 persen dari PDRB sektor pertanian Kalbar dan 0,2 persen PDRB sektor pertanian nasional.

Sujiwo Minta Kontribusi Nyata Perusahaan Sawit Perbaiki Jalan Rusak Sawit
Sawit
Senin, 08 September 2025 | 16:00 WIB

Sujiwo Minta Kontribusi Nyata Perusahaan Sawit Perbaiki Jalan Rusak

Kubu Raya, katakabar.com - Bupati Kubu Raya, Sujiwo tegaskan perusahaan perkebunan kelapa sawit berkontribusi nyata melakukan perbaikan infrastruktur jalan poros ekonomi. “Mitra pemerintah itu pelaku usaha, baik perkebunan maupun lainnya. Namanya mitra, kita harus bangun kerja sama, salah satunya soal ruas jalan yang berdampak positif bagi perusahaan. Saya atas nama pemerintah, dan masyarakat Kubu Raya, minta dukungan,” kata Sujiwo, Rabu (3/9) lalu, setelah pimpin rapat bersama sejumlah perusahaan sawit di ruang kerjanya, dilansir dari laman pontianakpost, Senin (8/9). Rapat tersebut membahas sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha, mulai dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan atau TJSL hingga persoalan perizinan. Ia menekankan, jalan yang layak tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi hasil perkebunan. Dipaparkan Sujiwo, pembangunan ruas jalan Kuala Dua–Mekarsari–Sungai Asam–Sukulanting sudah dianggarkan Rp11,3 miliar, bahkan ditambah melalui APBD Perubahan. Tapi, ruas Mekarsari–Kuala Dua yang padat penduduk, dana baru tersedia Rp400 juta sehingga masih ada bagian jalan yang berlubang. “Saya minta perusahaan di sekitar jalan itu bisa membantu menambal yang rusak. Begitu juga ruas Mega Timur–Kuala Mandor B, sudah dianggarkan Rp3,5 miliar, ditambah Rp400 juta, tapi masih kurang sekitar satu kilometer hingga kantor camat dan puskesmas. Kalau bisa dibantu, akses pasien ke puskesmas juga lancar,” bebernya. Menurut Sujiwo, investasi yang masuk ke Kubu Raya adalah aset bersama yang harus dijaga. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh dunia usaha, tapi mendorong perusahaan untuk konsisten menjalankan program CSR.

Biaya Ditanggung DBH Sawit, Pemkab Kubu Raya Taja Pelatihan Sertifikasi ISPO Sawit
Sawit
Kamis, 05 Desember 2024 | 14:33 WIB

Biaya Ditanggung DBH Sawit, Pemkab Kubu Raya Taja Pelatihan Sertifikasi ISPO

Sungai Raya, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kubu Raya, Kalimantan Barat, lewat Dinas Perkebunan dan Peternakan taja pelatihan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), Selasa (3/12). Kegiatan itu dilaksanakan tiga hari lamanya diikuti 50 peserta. Di mana biayanya ditanggung Dana Bagi Hasi atau DBH sawit. Pj Bupati Kubu Raya Syarif Kamaruzaman mengutarakan, pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian atau Kementan terus berupaya meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia. “Pelatihan ISPO ini dilaksanakan dengan harapan nanti hasil produk, dan manajemen terkait pengelolaan kebun sawit bersertifikasi dan betul-betul bisa meningkatkan mutu dan nilai jual. Apalagi di Kabupaten Kubu Raya, banyak kebun kelapa sawit dan mendapatkan program Dana Bagi Hasil atau DBH sawit,” kata Syarif Kamaruzaman melalui keterangan resmi Prokopim Kubu Raya, dilansir dari laman EMG, Kamis sore. Dijelasman Kamaruzaman, DBH sawit diperuntukkan untuk infrastruktur dan pelatihan serta pendataan. “Sebanyak 80 persen infrastruktur dan 20 persen untuk pelatihan. Alhamdulillah ini langkah konkret yang dilakukan dan diberikan pemerintah pusat untuk Kabupaten Kubu Raya,” ulasnya. Dengan memperoleh sertifikasi ISPO, terangnya, perkebunan kelapa sawit mendapatkan pengakuan atas komitmen dan upaya dalam menjalankan praktik yang berkelanjutan dan bertanggungjawab.