Bengkulu, katakabar.com - Terendamnya tanaman sawit masih kecil terendam air dampaknya bisa sebabkan akar jadi lemah, nutrisi tidak terserap dengan baik, dan pertumbuhan terhambat.

"Itu semua bisa berdampak kepada kualitas tanaman dewasa. Hasil panen pun rendah," kata pengamat pertanian Bengkulu, Prof Dr Zainal Muktamar, pada Selasa (18/7)  kemarin.

"Tanaman kelapa sawit yang masih kecil sangat rentan genangan air. Bila terendam terlalu sering, ini dapat menghambat pertumbuhan dan mengurangi potensi hasil panen di masa depan. Itu sebabnya, penting bagi petani pastikan tanaman tetap terhindar dari genangan air yang berlebihan," serunya.

Zainal mengaku,

Untuk mencegah tanaman kelapa sawit terendam genangan air ulas Zainal, diperlukan pengelolaan drainase yang baik. Salah satu langkah penting yang dapat diambil petani, yakni memastikan pengelolaan drainase yang baik di kebun kelapa sawit mereka.

"Sistem drainase yang efektif membantu mengurangi risiko terjadinya genangan air yang dapat merusak tanaman. Ini dapat dilakukan melalui pembuatan saluran drainase yang memadai dan pemantauan terus-menerus kondisi drainase di kebun," jelasnya.

Masih Zainal, dengan kesadaran dan langkah-langkah proaktif menjaga tanaman kelapa sawit yang masih kecil dari genangan air berharap petani miliki masa depan yang lebih cerah di Bengkulu.

Pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang optimal dan hasil panen yang memuaskan dapat tercapai dengan pengelolaan yang baik dan dukungan yang tepat. Akhirnya, memberikan keuntungan bagi petani dan perekonomian daerah.

"Petani kelapa sawit bisa meraih masa depan yang lebih cerah di Bengkulu. Itu tadi dengan pengelolaan yang baik dan dukungan yang tepat, pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang optimal," bebernya.

Sebelumnya Zainal pernah menuturkan, upaya meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit, petani diminta menjaga pertumbuhan dengan memastikan tanaman yang masih kecil agar tidak sering terendam air. Ini menjadi kunci bagi pertumbuhan yang optimal dan kesuksesan panen di masa depan.