Medan, katakabar.com - Hilirisasi dan dekarbonisasi dua hal dapat mendorong progres atau pertumbuhan ekonomi pada 2024 ini.
"Hilirisasi ini sangat penting lantaran meningkatkan nilai tambah. Untuk dekarbonisasi, itu peluang bisnis," kata Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara, di acara "Sumut Economic Outlook 2024" di Medan, Selasa di pertengahan Januari 2024 lalu, dilansir dari laman ANTARA, pada Sabtu (20/1).
Menurutnya, hilirisasi produk perkebunan seperti kelapa sawit, kopi dan karet jadi kebutuhan untuk mendongkrak perekonomian.
Tapi, Firsal menggarisbawahi hilirisasi harus berpedoman pada prinsip keberlanjutan.
Soal dekarbonisasi, Kadin Sumut mencatat ada lima aspek di dalamnya yang bisa dimanfaatkan untuk bisnis.
Pertama, pengelolaan limbah terintegrasi, misalnya jasa penjemputan limbah terpilah dengan daur ulang yang dijual ke industri.
Kedua, menghasilkan kompos dengan lalat tentara hitam atau "black soldier fly" yang dapat mengonsumsi limbah makanan.
Ketiga, mengubah limbah organik menjadi biogas yang bisa menjadi sumber panas industri.
Keempat, gasifikasi untuk menghasilkan produk seperti gas sintetis, "biochar" atau arang dan "bio-oil" untuk kulit.
Kelima, mengembangkan fasilitas "refused derived fuel" (RDF), yang memadatkan limbah organik untuk dibuat sebagai bahan bakar "co-firing" atau pengganti batu bara.
Emisi limbah, terang Firsal, diperkirakan meningkat empat hingga lima kali pada 2060 mendatang. Tapi, Ketum Kadin Sumut ini menilai ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk dekarbonisasi sektor limbah.
Satu di antaranya, yakni kecenderungan 80 persen limbah padat tercampur dari sumbernya. Terus, rantai nilai pengumpulan limbah daur ulang memakan waktu, kurang efisien.
Selanjutnya, 70 hingga 85 persen air limbah domestik dibuang dalam sistem tertutup sehingga menghasilkan gas rumah kaca.
Berikutnya, dari total biasanya satu persen air limbah industri yang diolah, sedangkan 99 persennya air limbah yang menjadi emisi limbah industri.
Temasuk Sawit, Kadin Sumut Hilirisasi dan Dekarbonisasi Dongkrak Ekonomi 2024
Diskusi pembaca untuk berita ini