Kalimantan Timur, katakabar.com - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur terus kembangkan luas lahan perkebunan mencakup kelapa sawit, lada, karet, kakao, aren, dan pala, di mana luas mencapai 1.681 hektar sepanjang tahun 2023.

"Pengembangan perkebunan rakyat gabungan penanganan seperti perluasan, peremajaan, maupun intensifikasi," kata Kepala Disbun Kaltim Ahmad Muzakir di Samarinda, pada Rabu lalu, dilansir dari laman ANTARA, pad Jumat (9/2).

Penambahan luas lahan perkebunan itu, seluas 745 hektar lahan perkebunan rakyat. Total luas tanaman perkebunan menjadi 1,5 juta hektar hingga 2023 di Provinsi Kalimantan Timur.

Perluasan lahan perkebunan rakyat seluas 745 hektar itu, meliputi komoditas kelapa sawit, kakao, aren, dan pala.

Data Disbun Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan, peremajaan pohon karet pada 2023 terdapat pada area seluas 136 hektar. Peremajaan pohon karet itu terdapat di Kabupaten Kutai Barat menyusul pohon-pohon karet di daerah sudah tidak produktif lagi.

Terus, intensifikasi lahan untuk komoditas kelapa sawit, lada, kakao, dan kelapa dalam terdapat di area seluas 800 hektar. 

Perluasan lahan lada 100 hektar terdapat di Kabupaten Kutai Barat. Sedang, perluasan kebun karet 200 hektar di tiga kabupaten, yakni Paser 15 hektar, Kutai Barat 155 hektar, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 30 hektar. 

Perluasan kebun kelapa sawit seluas 200 hektar sepanjang 2023 terdapat di Paser seluas 65 hektar, Kutai Kartanegara 89 hektar, dan Kutai Barat 46 hektar.

Perluasan kakao 150 hektar di empat kabupaten, yakni Berau 60 hektar, Kutai Kartanegara 20 hektar, Kutai Barat 20 hektar, dan Mahakam Ulu seluas 50 hektar. 

Perluasan kebun kelapa dalam dan aren masing-masing 20 hektar ada di Kutai Kartanegara. 

"Untuk intensifikasi yang seluas 800 hektar terdiri atas 200 hektar perkebunan kelapa sawit, 200 hektar lada, 200 hektar karet, 180 hektar kakao, dan sisanya yang 20 hektar untuk intensifikasi komoditas kelapa dalam," sebutnya.