Kaltim Dorong Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau dan Penopang IKN Sawit
Sawit
Minggu, 14 September 2025 | 10:31 WIB

Kaltim Dorong Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau dan Penopang IKN

Balikpapan, katakabar.com - Gubernur Kalimantan Timur atau Kaltim, H Rudy Mas'ud menegaskan komitmen untuk menjadikan kelapa sawit berkelanjutan sebagai motor penggerak ekonomi hijau daerah, dan penopang utama pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN. Penegasan ini disampaikan di tengah upaya Kalimantan Timur untuk memaksimalkan potensi lahan sawit produktifnya yang mencapai 1,34 hingga 1,57 juta hektar dengan produksi tahunan 17 hingga 19 juta ton Tandan Buah Segar atau TBS. “Keberlanjutan, keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan prinsip harus kita pegang agar sawit benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat,” kata Gubernur Harum, lewat keterangan resmi dilansir dari laman website resmi Pemprov Kaltim, Sabtu (13/9) kemarin. Harum sapaan akrab Gubernur Provinsi Kalimantan Timur tenerima penghargaan sebagai “Gubernur Sawit Indonesia”, sebagai apresiasi atas langkah-langkahnya dorong hilirisasi, diversifikasi produk, serta penguatan konsep ekonomi hijau di sektor perkebunan Kaltim. Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Kalimantan Timur menimpali, sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan industri sawit tidak hanya menggerakkan ekonomi, tapi perkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. Sedang Taufiq Kurrahman, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Provinsi Kalimantan Timur menyatakan, sawit Kalimantan Timur harus menjadi motor ekonomi hijau yang berdaya saing dan memberi manfaat nyata, baik bagi daerah maupun bangsa. Selain itu, Disbun Provinsi Kalimantan Timur juga aktif mempromosikan produk-produk unggulan daerah melalui Toko Kebun Kalimantan Timur, yang menjadi wadah bagi petani, dan pelaku usaha untuk memperluas akses pasar. Inisiatif ini menunjukkan peran Disbun Kalimantan Timur tidak hanya sebagai regulator, tapi juga sebagai fasilitator yang mendukung pengembangan industri perkebunan yang berkelanjutan.

Dukung Presiden RI, Anggota Dewan Sebut Sawit Lebih Banyak Manfaat Dari Mudaratnya Sawit
Sawit
Kamis, 16 Januari 2025 | 21:11 WIB

Dukung Presiden RI, Anggota Dewan Sebut Sawit Lebih Banyak Manfaat Dari Mudaratnya

Samarinda, katakabar.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, M Samsun dukung rencana Presiden RI, Prabowo Subianto kembangkan perkebunan kelapa sawit guna wujudkan ketahanan pangan dan kemandirian energi. Meski menuai kritik karena isu deforestasi, kata Samsun, sektor kelapa sawit memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan mudaratnya. “Kalau dipertimbangkan antara manfaat dan mudaratnya, saya yakin masih lebih banyak manfaatnya,” ujar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini lewat pernyataan resmi, dilansir dari laman EMG, Kamis (16/1). Dicontohkannya, harga sawit yang terus meningkat di Kaltim dan mencapai lebih Rp3.000 per kilogram di awal tahun 2025. “Ini menjadi indikator positif bagi sektor sawit. Kita optimistis kenaikan harga tersebut akan meningkatkan semangat petani untuk menanam sawit, sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” ucapnya.

Termasuk Kelapa Sawit, Ini Luasan Pengembangan Kebun di Kaltim Kurun 2023 Nasional
Nasional
Jumat, 09 Februari 2024 | 15:41 WIB

Termasuk Kelapa Sawit, Ini Luasan Pengembangan Kebun di Kaltim Kurun 2023

Kalimantan Timur, katakabar.com - Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur terus kembangkan luas lahan perkebunan mencakup kelapa sawit, lada, karet, kakao, aren, dan pala, di mana luas mencapai 1.681 hektar sepanjang tahun 2023. "Pengembangan perkebunan rakyat gabungan penanganan seperti perluasan, peremajaan, maupun intensifikasi," kata Kepala Disbun Kaltim Ahmad Muzakir di Samarinda, pada Rabu lalu, dilansir dari laman ANTARA, pad Jumat (9/2). Penambahan luas lahan perkebunan itu, seluas 745 hektar lahan perkebunan rakyat. Total luas tanaman perkebunan menjadi 1,5 juta hektar hingga 2023 di Provinsi Kalimantan Timur. Perluasan lahan perkebunan rakyat seluas 745 hektar itu, meliputi komoditas kelapa sawit, kakao, aren, dan pala. Data Disbun Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan, peremajaan pohon karet pada 2023 terdapat pada area seluas 136 hektar. Peremajaan pohon karet itu terdapat di Kabupaten Kutai Barat menyusul pohon-pohon karet di daerah sudah tidak produktif lagi. Terus, intensifikasi lahan untuk komoditas kelapa sawit, lada, kakao, dan kelapa dalam terdapat di area seluas 800 hektar. Perluasan lahan lada 100 hektar terdapat di Kabupaten Kutai Barat. Sedang, perluasan kebun karet 200 hektar di tiga kabupaten, yakni Paser 15 hektar, Kutai Barat 155 hektar, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 30 hektar. Perluasan kebun kelapa sawit seluas 200 hektar sepanjang 2023 terdapat di Paser seluas 65 hektar, Kutai Kartanegara 89 hektar, dan Kutai Barat 46 hektar. Perluasan kakao 150 hektar di empat kabupaten, yakni Berau 60 hektar, Kutai Kartanegara 20 hektar, Kutai Barat 20 hektar, dan Mahakam Ulu seluas 50 hektar. Perluasan kebun kelapa dalam dan aren masing-masing 20 hektar ada di Kutai Kartanegara. "Untuk intensifikasi yang seluas 800 hektar terdiri atas 200 hektar perkebunan kelapa sawit, 200 hektar lada, 200 hektar karet, 180 hektar kakao, dan sisanya yang 20 hektar untuk intensifikasi komoditas kelapa dalam," sebutnya.

GAPKI Kaltim dan ILO Indonesia Bikin Program Bersama Durasi Setengah Tahun Nasional
Nasional
Selasa, 30 Januari 2024 | 12:15 WIB

GAPKI Kaltim dan ILO Indonesia Bikin Program Bersama Durasi Setengah Tahun

Samarinda, katakabar.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Kalimantan Timur dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) membikin program bersama durasi setengah tahun, dari Juli 2023 hingga Februari 2024 nanti. Program bersama tersebut untuk merespon isu-isu negatif industri kelapa sawit di internasional, disebabkan beberapa hal, meliputi isu ketenagakerjaan, kesetaraan gender, pekerja anak dan lingkungan. Lantaran itu, GAPKI Provinsi Kalimantan Timur dan ILO perkokoh norma ketenagakerjaan, K3 dan kesetaraan gender di perusahaan anggota dan rantai pasok. Program bersama ini sejalan dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berupaya mendorong terciptanya peluang bagi perempuan dan laki-laki untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan produktif secara bebas, adil, aman dan bermartabat. "Merespon isu-isu negatif tentang kelapa sawit, GAPKI Provinsi Kalimantan Timur dan ILO Indonesia setuju buat program bersama durasi setengah tahun," ujar Ketua Gapki Kaltim Muhammadsjah Djafar diwakili Wakil Ketua I, Hendro Setyo Aji, Jumat lalu dilansir dari laman PROKAL.co, pada Selasa (30/1). GAPKI Provinsi Kalimantan Timur sudah tetapkan dua perusahaan sebagai pilot project, yakni PT Telen di Kabupaten Kutai Timur dan PT Tritunggal Sentra Buana Plantation di Kabupaten Kutai Kartanegara. "Kegiatan pelatihan penguatan kapasitas bagi pekerja dan komunitas terhadap Norma Ketenagakerjaan, K3 dan Kesetaraan Gender sudah digelae di penghujung Agustus 2023 lalu," jelasnya. Harapan kami, kata Aji, diujung kegiatan diperoleh penguatan kapasitas dan pengetahuan tentang standar ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan jalan menuju kesetaraan gender bagi para komunitas, khususnya para pekerja perempuan mitra kerja dan rantai pasok sektor industri kelapa sawit. Cerita Aji, di acara ini hadir GAPKI Pusat diwakili Kepala Bidang Pengembangan SDM, Sumarjo Saragih, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kaltim Rozani Erawadi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Muzzakir. Peserta selama mengikuti pelatihan dapat paparan dari ILO Indonesia terkait pentingnya sosial dialog forum komunitas kepada para komunitas. "Dialog sosial menjadi salah satu kunci keberhasilan melakukan usaha di forum komunitas," ucap perwakilan ILO Indonesia. PT REA Kaltim Plantations jabarkan mengenai peningkatan pengetahuan tentang hak pekerja, dan kesetaraan gender di industri kelapa sawit. Di mana hak-hak para pekerja yang lazim didapatkan pada perusahaan dan perlakuan kaum pekerja perempuan di lingkup perusahaan. Lalu, konsultan dan praktisi ketenagakerjaan urai tentang norma ketenagakerjaan sebagai aspek perlindungan pekerja di sektor industri kelapa sawit, menekankan pentingnya mengetahui norma ketenagakerjaan sebagai pelindungan pekerja agar mendapatkan hak yang layak. PT Astra Agro Lestari paparkan soal peningkatan pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada industri kelapa sawit. Penting aspek safety atau keamanan dalam melakukan aktivitas pekerjaan serta memberikan pemahaman tentang Kesehatan Kerja dalam ruang lingkup lokasi pekerjaan. Sesi berikutnya kegiatan umpan balik dari peserta pelatihan, di mana mereka diberikan form-form pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengetahuan para peserta dalam mengikuti presentasi yang diberikan. Ada pula kagiatan pasca pelatihan, yakni kunjungan GAPKI Provinsi Kalimantan Timur dan ILO Indonesia ke level Komunitas ke PT Tritunggal Sentra Buana di Kecamatan Muara Badak, Kukar, dan PT Telen di Kecamatan Kaubun, Kutim, di akhir Oktober 2023 lalu . Di dua lokasi digelar pelatihan lanjutan level komunitas bersama dengan para rantai pasok berserta perangkat desa setempat. “Dari kunjungan lapangan tersebut, fasilitator mendapat gambaran rencana aksi yang dibuat telah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai target yang ditetapkan sebelumnya,” imbuhnya.

Sejalan RPJMN, Ini Potensi Biomassa di Kalimantan Timur Sawit
Sawit
Senin, 29 Januari 2024 | 08:41 WIB

Sejalan RPJMN, Ini Potensi Biomassa di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur, katakabar.com - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Munawwar diteruskan Analis Kebijakan Ahli Muda, Sonny Widyagara menjabarkan, sejalan program B30 yang dijalankan pemerintah sudah diterapkan di Provinsi Kalimantan Timur. Buktinya banyak pabrik terutama pengolahan kelapa sawit meski secara internal untuk produksi mereka. “Potensinya sangat besar. Kami melihat pabrik sawit sudah pakai biomassa tapi untuk pemakaian sendiri di boiler mereka,” jelas Sonny, dilansir dari laman Kaltim Post, pada Senin (29/1). Bahkan, kata Sonny, sudah ada beberapa perusahaan yang menggunakan biomassa sebagai salah satu sumber kelistrikan untuk dijual ke PLN. Tapi, investasi di sektor ini masih cukup minim dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan energi non-terbarukan milik swasta lainnya. “Itu bisa jadi lantaran menyangkut harga beli dari PLN ya. Di sisi lain, pemanfaatan biomassa ini masih dianggap sebagai kelebihan produk yang dihasilkan perusahaan kelapa sawit itu,” terangnya. Untuk B35, ulas Sonny, sebagai bentuk mandatory pemerintah, di Provinsi Kalimantan Timur dimulai dari salah satu perusahaan batu bara di Kutai Timur di akhir 2023. Pada dasarnya, penerapan B35 bakal benar-benar diimplementasikan begitu target B30 yang ditetapkan pemerintah telah terpenuhi. “Jadi, misalkan tahun lalu sudah produksi sekian juta B30 dari target. Di tahun ini dihabiskan dulu baru B35 diimplementasikan,” tuturnya. Serupa dengan program B30, dari sisi potensi program B35 dengan bahan kelapa sawit sangat besar di Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan, dari produksi TBS kelapa sawiy yang dihasilkan dari perkebunan sawit mencapai 19 juta ton per tahun pada 2022 lalu, ada potensi untuk biomassa mencapai 7,8 juta ton. “Itu masih kotor. Lantaram ada yang disebut land application. Ada yang disebar di kebun-kebun mereka biomassa ini untuk penggunaan internal,” sebutnya. Di tahun ini, sambungnya, untuk meningkatkan pemakaian BBN, Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur menjalankan program Amed (Aksi Mandiri Energi Terbarukan). Dengan mandatory saat ini masih dalam penggunaan biofuel, maka pihaknya ajak stakeholder utamanya dunia usaha untuk meningkatkan konsumsi penggunaan energi terbarukan. “Kita ajak mereka meningkatkan jumlah bauran energi terbarukan. Kita bertemu, temukan titik temu berapa besar energi terbarukan yang bisa digunakan dari total energi yang dikonsumsi selama ini. Tidak ada persentasi lantaran sifatnya ajakan. Akhirnya nanti kami berikan penghargaan,” tukasnya. Aksi itu tutur Sonny, bertujuan meningkatkan target pencapaian meningkatkan bauran energi baru terbarukan. Melalui dokumen Rencana Umum Energi Daerah (RUED), Kaltim memiliki target 12,39 persen bauran energi terbarukan di 2025. “Posisinya saat ini sudah 11,44 persen,” tandasnya

Sawit 100 Hektar Dari Seluas 470 Hektar Penambahan Areal Tanaman di Kaltim Nasional
Nasional
Minggu, 28 Januari 2024 | 17:18 WIB

Sawit 100 Hektar Dari Seluas 470 Hektar Penambahan Areal Tanaman di Kaltim

Samarinda, katakabar.com - Penambahan areal tanaman kelapa sawit cuma seluas 100 hektar dari target pengembangan perkebunan rakyat mencapai 2.320 hektar oleh Dinas Perkebunan Provinsi (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024 ini. “Kita targetkan bisa mengangkat nilai tukar petani ke depan,” ujar Kepala Dinas Perkebunan, Ahmad Muzakkir saat jumpa pers, di Warung Informasi Etam Provinsi Kalimantan Timur, Jumat lalu, dilansir dari laman situs resmi Pemprov Kalimantan Timur, pada Ahad (28/1). Dari total 2.320 hektar itu, rinci Muzakkir, mencakup penambahan areal tanaman perkebunan seluas 470 hektar, yakni Kakao 100 hektar, Karet 100 hektar, Kelapa Sawit 100 hektar, Lada 50 hektar, Pala 50 hektar, Aren 25 hektar, Kopi 20 hektar, dan Kakao Mahakam Ulu 25 hektar. Lalu, pemeliharaan atau intensifikasi tanaman perkebunan seluas 1.950 hektar, meliputi Kakao 100 hektar, karet 200 hektar, Kelapa Sawit 300 hektar, Lada 150 hektar, Kelapa Dalam 100 hektar, Pala 50 hektar, Aren 50 hektar, dan Kepala Sawit (MP) 1.000 hektar. Nah untuk peremajaan tanaman perkebunan, sambungnya, seluas 350 hektar, yakni Karet 300 hektar dan Kakao 50 hektar, serta rehabilitasi tanaman perkebunan 50 hektar. Diceritakan, Muzakkir, tahapan permohonan bantuan pengembangan dimulai dari Proposal Kelompok Tani, Permohonan diserahkan ke Dinas Kabupaten dan Kota yang membidangi perkebunan serta diverifikasi. Setelah diverifikasi, ulasnya, permohonan diserahkan ke Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur. Terus, proses berlanjut dengan verifikasi CP/CL. Jika tidak sesuai dengan tugas dan fungsi CP/CL perkebunan, permohonan tidak dapat diterima. “CP/CL berkaitan dengan pengurus ada, area ditunjuk memiliki legalitas, tahapan di luar kawasan hutan, ini hal-hal yang harus diverifikasi dengan baik,” imbuhnya. Langkah berikutnya, tutur Muzakkir, mencakup Pengadaan Barang dan Jasa serta penyerahan bantuan kepada Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani. "Ini upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong perkembangan budidaya perkebunan rakyat. Disbun terus memberikan perhatian terhadap peran kelembagaan petani dengan memberikan dorongan dan motivasi untuk mengembangkan usaha mereka," sebutnya.

Jadi Andalan Perekonomian Nasional Kaltim Dukung Hilirisasi Industri Sawit Sawit
Sawit
Minggu, 28 Januari 2024 | 15:12 WIB

Jadi Andalan Perekonomian Nasional Kaltim Dukung Hilirisasi Industri Sawit

Samarinda, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit saat ini jadi andalan untuk mendongkrak perekonomian nasional. Sejalan dengan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur dorong penuh program hilirisasi industri kelap sawit nasional yang bertujuan untuk membesarkan sektor perkebunan kelapa sawit. "Program hilirisasi ini sangat penting untuk meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial dari industri kelapa sawit, baik bagi petani, pengusaha, maupun masyarakat luas. Kami siap mendukung kebijakan dan program pemerintah pusat dalam hal ini," tegas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Ahmad Muzakkir di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa lalu, dilansir dari laman ANTARA, pada Ahad (28/1) sore. Provinsi Kalimantan Timur, ulas Muzakkir, punya potensi besar untuk kembangkan industri hilir kelapa sawit, sebab salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. "Kelapa sawit komoditas unggulan di Provinsi Kalimantan Timur, dengan luas areal mencapai 1,4 juta hektar, meliputi perusahaan besar swasta seluas 972.000 hektar dan perkebunan rakyat seluas 373.000 hektar," bebernya. Dari luasan itu, terang Muzakkir, produksi Tandan Buah Segar (TBS) mencapai 19,2 juta ton atau setara dengan 3,8 juta ton minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) per tahun. "Adanya inovasi teknologi perkebunan kelapa sawit yang telah direkomendasikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI) peluang untuk mendirikan pabrik mini minyak goreng sawit (Pamigo) sangat terbuka, terutama bagi petani swadaya yang memiliki ketersediaan bahan baku TBS dari kebun-kebun rakyat," tuturnya. Lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, pihaknya telah membantu pembangunan kebun-kebun rakyat seluas 12.472 hektar, yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota, 31 kecamatan, dan 66 desa, dengan melibatkan 206 kelompok tani dan 8.076 kepala keluarga. Di Tahun 2023 lalu, Dinas Perkebunan Kaltim memiliki daya serap sekitar 95,16 persen dan berada di urutan keenam nasional dan hampir seluruh program itu terlaksana dengan baik. Semua program yang diusungkan memenuhi target. "Kita di tahun 2024, di samping rencana perluasan perkembangan komoditi perkebunan ada program pembinaan usaha perkebunan," sebutnya. Selain itu, sambungnya, ada pula kegiatan Dinas Perkebunan (Disbun) terkait pembinaan kemitraan antara petani dan perusahaan. Terus, ada mengenai penanganan konflik "Kami berharap, kebun-kebun rakyat ini dapat menjadi sumber bahan baku bagi Pamigo yang akan dibangun," ucapnya Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Samsun menilai hilirisasi subsektor perkebunan di daerah ini mengalami peningkatan dibandingkan belasan tahun lalu, dibuktikan dengan jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit yang sudah banyak saat ini. "Dulu, pabrik pengolahan kelapa sawit atau pabrik CPO di Kalimantan Timur hanya ada dua unit, yakni di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara, tapi sekarang jumlahnya sudah mencapai 99 unit yang tersebar di semua kabupaten," imbuhnya. Dengan penambahan pabrik CPO yang banyak ini, jelasnya, ini berdampak pada harga TBS kelapa sawit yang ikut naik disebabkan ada persaingan sehat. DPRD Kalimantan Timur mengapresiasi upaya pemerintah provinsi dan kabupaten dan kota dalam mengembangkan industri hilir kelapa sawit di Kalimantan Timur. "Kami dukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah pusat, sebab hal ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat," tandasnya.

Siap-siap, 21 BUMDes di Paser Bakal Dapat Modal Bisa Bangun Usaha Sawit Sawit
Sawit
Senin, 18 Desember 2023 | 19:58 WIB

Siap-siap, 21 BUMDes di Paser Bakal Dapat Modal Bisa Bangun Usaha Sawit

Tana Paser, katakabae.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur siapkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar lebih untuk bantuan modal penguatan perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Paser. Setiap BUMDes bakal dapat bantuan modal sebesar Rp60 juta. Bantuan penguatan perekonomian ini bakal digelontorkan pada tahun 2024 nanti. “Dana ini buat bantuan modal pengembangan usaha atau unit usaha BUMDes,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Chandra Irwanadi lewat keterangan resmi MC Paser, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (18/12). Bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur ini, kata Chandra, boleh digunakan masing-masing BUMDes sesuai dengan kebutuhan mereka guna menggerakan perekonomian di desa. "Dana bantuan bisa buat toko, tambahan modal usaha, mengelola kebun sawit, penggiling padi, dan sebagainya. Disesuaikan dengan keperluan setiap desa,” jelasnya. Dana bantuan, terang Chandra, digelontokan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur ke kas desa pada tahun 2024 nanti. "Saat ini baru 21 BUMDes yang dapat bantuan lantaran sudah berbadan hukum dan terverifikasi," ucapnya. Ke depan, harap Chandra, jumlah BUMDes yang dapat bantuan bisa bertambah. Data DPMD Paser menunjukkan, dari 139 BUMDes, ada sebanyak 118 BUMDes yang aktif dan 30 diantaranya berbadan hukum. "Kami terus fasilitasi proses pembuatan badan hukum dan verifikasi. Ke depan jumlahnya bisa terus bertambah,” harapnya. Saat ini, sambung Chandra, pengurus BUMDes sedang membuat proposal bantuan sesuai pagu dana yang telah ditetapkan sebesar Rp60 juta. Setiap desa wajib melampirkan profil BUMDes beserta analisa usaha yang direncanakan dengan menggunakan dana bantuan. Nantinya dana dapat digunakan sebagaimana peruntukkannya dan tidak boleh digunakan untuk kegiatan pelatihan maupun perjalanan dinas. “Penggunaannya diawasi dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Ini nama 21 Bumdes yang dapat bantuan modal, yakni BUMDes Awa Bolum Desa Samurangau, BUMDes Mangku Awat Desa Legai, BUMDes Mitra Usaha Desa Pasir Belengkong, BUMDes Maju Bersama Desa Seniung Jaya, BUMDes Nusantara Desa Olong Pinang, BUMDes Suatang Sejahtera Desa Suatang, BUMDes Payo Klato Desa Kersik Bura, BUMDes Rajawali Padang Pangrapat, BUMDes Karya Tapis Desa Tapis, BUMDes Sempulang Berkah Mandiri Desa Sempulang. Selanjutnya, BUMDes Sembilan-Sembilan Desa Rangan, BUMDes Sama Umpu Desa Modang, BUMDes Amanah Desa Padang Jaya, BUMDes Mandiri Desa Krayan Jaya, BUMDes Maju Bersama Desa Sawit Jaya, BUMDes Surya Gemilang Desa Pait, BUMDes Maju Terus Desa Saing Prupuk, BUMDes Tebru Raya Mandiri Desa Libur Dinding, BUMDes Tepian Gedong Desa Tebru, BUMDes Suweto Jaya Desa Suweto, dan BUMDes Usaha Taka Desa Muser.

'Si Calo Kebun' Hadir Permudah Layanan Bantuan Bibit di Kalimantan Timur Nasional
Nasional
Rabu, 01 November 2023 | 13:11 WIB

'Si Calo Kebun' Hadir Permudah Layanan Bantuan Bibit di Kalimantan Timur

Kalimantan Timur, katakabar.com - 'Si Calo Kebun' hadir mempermudah layanam bantuan bibit di Provinsi Kalimantan Timur. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur inisiator yang memberikan kemudahan layanan pengajuan bantuan bibit unggul perkebunan bagi kelompok tani setempat, lewat Sistem Informasi Calon Petani/Pekebun dan Calon Lahan Perkebunan (Si Calo Kebun). Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir di Samarinda, dilansir dari laman ANTARA, pada Rabu (1/10) mengatakan, para petani yang mau mengajukan bantuan bibit tidak harus bertemu langsung atau bertatap muka dengan petugas, tapi cukup dengan mengakses lewat https://cpclkebun.kaltimprov.go.id. "Inovasi ini secara tidak langsung mendukung reformasi birokrasi tematik pengentasan kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan melalui kegiatan perluasan tanaman perkebunan," ulas Ahmad. Inovasi 'Si Calo Kebun' ini telah masuk nominasi 10 besar Penjaringan Perangkat Daerah Berinovasi Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat tahun 2023, yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalimantan Timur. "Tim penilai Balitbangda Kalimantan Timur melakukan penjaringan terhadap inovasi yang dikembangkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur," jelasnya. Saat proses 'Si Calo Kebun' berhasil terpilih salah satu dari 10 OPD bakal diusulkan sebagai nominator Perangkat Daerah Berinovasi Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat tahun 2023. “Alhamdulillah, lewat inovasi 'Si Calo Kebun', Dinas Perkebunan masuk salah satu nominasi,” bebernya. Menurut Muzakkir, OPD yang ditetapkan sebagai nominasi 10 besar mengikuti wawancara di Aula Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur pada 30 hingga 31 Oktober 2023 lalu untuk penentuan posisi peringkat 10 besar terbaik. 'Si Calo Kebun' inovasi yang diinisiasi pada aksi perubahan PIM IV (PKA) milik Arif Sabtamiharha selaku Kepala Seksi Penyiapan dan Perluasan Areal pada tahun 2021 lalu. Selain 'Si Calo Kebun', terdapat pula Perangkat Daerah (PD) lainnya yang masuk 10 besar nominasi, meliputi Badan Pendapatan Daerah melalui inovasi Sadelpost (Samsat Delivery Pos), Geber RT (Gerakan Bersama Rukun Tetangga), E-Wapu PBBKB (Elektronik Wajib Pungut Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor). Selain itu, program E-Pap (Elektronik Pajak Air Permukaan), Biro Organisasi melalui E-Sakip, RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan melalui inovasi Embah Suka Baper (Eco Enzyme, Mengubah Sampah Organik Rumah Sakit Menjadi Bahan Pembersih), RSJD Atma Husada melalui inovasi Sihati (Sistem Pelayanan Kesehatan Jiwa Terintegrasi). Lalu, Balitbangda melalui inovasi Sentra KI, dan Dinas Sosial lewat inovasi Kelas Budiman (Keterampilan Lansia Budidaya Ikan dan Tanaman).

Betman Siahaan Nakhodai DPW Apksibdo Kaltim Nasional
Nasional
Kamis, 19 Oktober 2023 | 22:32 WIB

Betman Siahaan Nakhodai DPW Apksibdo Kaltim

Samarinda, katakabar.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Kalimantan Timur sudah punya nakhoda baru, namanya Betmen Siahaan. Ia dan jajaran pengurus DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Timur periode 2022-2027 dikukuhkan tiga hari lalu, pasnya pada Senin (16/10). Setelah dikukuhkan secara resmi, pengurus baru DPW Apkasindo Provinsi Kalimantan Timur tegaskan 3 visi dan misi penting tentang perkebunan kelapa sawit di wilayahnya. Dijabarkan Sekretaris DPW Apkasindo Kaltim, Daru Widiyatmoko, pihaknya hadir sebagai jembatan dan membantu kepentingan petani kelapa sawit dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur. Lalu, stakeholders melalui kerja sama dan bermitra untuk saling menguntungkan satu dengan lainnya. "Kita berupaya mensinergikan kekuatan petani kelapa sawit dengan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kebun kelapa sawit, baik itu swadaya maupun plasma," terangnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (19/10). Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ujar Daru, pihaknya bakal membangun jaringan kerja ekonomi kerakyatan yang berbasis kelapa sawit. Baik itu petani swadaya atau pun petani plasma di seluruh wilayah Kalimantan Timur. "Kita berharap dukungan semua pihak agar upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dapat terwujud," bebernya. Di gelaran tersebut, selain prosesi pengukuhan pengurus digelar workshop pemberdayaan UKMK pondok pesantren. Ini bertujuan untuk mendukung pembangunan semangat santripreneur di bidang kelapa sawit menjadi petani sawit yang mandiri, profesional dan berkelanjutan. Gelaran ini bertujuan mengembangkan UKMK pondok pesantren berbahan kelapa sawit kemandirian pondok pesantren. Terus, meningkatkan pengetahuan produk-produk kelapa sawit. "Kita ingin menumbuhkan UKMK baru di pondok pesantren. Terakhir mempromosikan kelapa sawit baik bagi kesehatan manusia," sebutnya.