Medan, katakabar.com - Tim peneliti dari Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, meliputi Dr Ir Vivi Purwandari MSi, Alexander Fernando Kawas Sibero MKom dan Hotromasari Dabukke MSi sukse kembangkan sistem pengolahan limbah cair sawit berbasis nanoteknologi dan Internet of Things (IoT).

Lewat Program Hibah Hilirisasi Prototipe yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) melalui Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), inovasi ini dikembangkan.

Penelitian dipimpin Dr Vivi Purwandari MSi memanfaatkan nanokomposit hibrida grafena batubara, polianilin (PANI) dan zink oksida (ZnO) sebagai katalis utama dalam sistem fotoelektrokatalisis.

Dengan bantuan sumber cahaya buatan berupa lampu LED, sistem ini mampu mempercepat proses degradasi senyawa organik berbahaya dalam limbah sawit tanpa bergantung pada sinar matahari.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah integrasi sistem sensor real-time berbasis Arduino R4 WiFi yang dapat memantau parameter kualitas air seperti pH, TDS, COD, BOD dan kekeruhan secara langsung.

Terus, data hasil pemantauan dapat diakses melalui dashboard digital, menjadikan sistem ini adaptif dan mudah dikontrol dari jarak jauh.

“Teknologi ini dirancang agar ramah lingkungan, efisien dan dapat diterapkan di unit pengolahan limbah skala kecil hingga menengah,” kata Dr. Vivi Purwandari MSi., dilansir dari laman Sumutpos.jawapos.com, Selasa (7/10).

Menurut Dr. Vivi, pemanfaatan grafena dari batubara lokal menjadi langkah strategis mendukung kemandirian material nasional dan konsep ekonomi hijau.

Program hibah hilirisasi ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan riset terapan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya bidang pengelolaan limbah industri berbasis teknologi cerdas.

Dengan dukungan Kemendiktisaintek, prototipe ini diharapkan dapat dikomersialisasikan dalam bentuk sistem modular yang terjangkau. Sekaligus memperkuat posisi USM Indonesia sebagai pelopor inovasi lingkungan berbasis nanoteknologi di Indonesia.