Sistem
Sorotan terbaru dari Tag # Sistem
Siapkan Penerapan Sistem Pungutan Ekspor Digital Lewt Bimtek ALEXIA BPDP
Tangerang Selatan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) taja Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Levy Ekspor Terintegrasi AI (ALEXIA) pada pekan Kedua Maret 2026, di PKN STAN Bintaro, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan implementasi sistem informasi pungutan ekspor yang dikembangkan untuk mendukung proses penghimpunan dana perkebunan secara lebih efektif, efisien, dan transparan. ALEXIA dikembangkan sebagai sistem informasi yang memungkinkan eksportir memantau pembayaran Pungutan Ekspor, mengajukan permohonan keberatan atas kekurangan pembayaran maupun pengembalian kelebihan pembayaran, serta melakukan konfirmasi pelunasan kekurangan pembayaran Pungutan Ekspor secara real time. Pengembangan sistem ini salah satu langkah BPDP dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya eksportir yang melakukan pembayaran Pungutan Ekspor komoditas perkebunan. Lewat kegiatan Bimtek ini, BPDP memberikan pemahaman teknis kepada para pengguna sistem sebagai bagian dari rangkaian persiapan implementasi ALEXIA yang direncanakan mulai digunakan secara resmi pada awal Kuartal II tahun 2026. Ke depan, BPDP akan melaksanakan Bimtek ALEXIA secara bertahap bagi seluruh eksportir komoditas perkebunan guna memastikan implementasi sistem dapat berjalan optimal dan memberikan kemudahan dalam proses administrasi pungutan ekspor.
Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya
Jakarta, katakabar.com - Keamanan dana kini jadi isu penting di industri trading. Kenali sistem keamanan di HSB Investasi, seperti rekening terpisah, pengawasan BAPPEBTI, dan mekanisme perlindungan. Maraknya kasus gagal tarik dana dan platform tanpa izin membuat isu perlindungan dana semakin menjadi perhatian publik. Di tengah berkembangnya industri trading digital, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih perusahaan tempat mereka bertransaksi. Bagi HSB Investasi, perlindungan dana bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama. Sistem keamanan broker forex terbaik di Indonesia ini dijalankan melalui mekanisme berlapis, mulai dari segregated account, pengawasan regulator, hingga pencatatan transaksi melalui lembaga kliring independen. 1. Segregated Account, Dana Nasabah 100% Dipisah HSB Investasi menerapkan sistem segregated account atau rekening terpisah. Artinya, dana nasabah tidak dicampur dengan dana operasional perusahaan. Dana yang disetorkan hanya digunakan untuk kepentingan transaksi masing-masing nasabah. Perusahaan tidak dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan internal. Struktur ini menjadi bagian dari komitmen HSB Investasi yang mengutamakan pemisahan dana dan transparansi operasional. 2. Disimpan di Bank Kustodian Resmi Dana nasabah tidak disimpan sembarangan. Uang ditempatkan di bank kustodian resmi yang ditunjuk sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan pemerintah. Keberadaan bank kustodian berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Artinya, dana secara fisik tersimpan di institusi perbankan, bukan di rekening internal perusahaan. Struktur ini membantu memastikan ketersediaan dana tetap terjaga dan meminimalkan risiko penyalahgunaan. 3. Diawasi BAPPEBTI Otoritas Negara Seluruh aktivitas operasional HSB Investasi berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sebagai regulator resmi perdagangan berjangka di Indonesia, BAPPEBTI mengawasi tata kelola dana nasabah, prosedur transaksi, dan kepatuhan operasional perusahaan Setiap perpindahan dana dan aktivitas transaksi harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan ini menjadi kontrol eksternal untuk menjaga integritas sistem. 4. Lembaga Kliring (ICH), Pihak Ketiga Independen Selain regulator, terdapat peran lembaga kliring sebagai pihak ketiga independen. Di Indonesia, transaksi dicatat melalui Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berfungsi untuk mencatat dan memverifikasi transaksi, menjamin proses penyelesaian (settlement), dan menjadi perantara yang memastikan transaksi tercatat secara resmi. Keberadaan ICH menambah lapisan transparansi karena transaksi tidak hanya tercatat di sistem perusahaan, tetapi juga di lembaga independen. Dengan sistem segregated account, penyimpanan di bank kustodian resmi, pengawasan BAPPEBTI, serta pencatatan oleh ICH, HSB Investasi membangun struktur perlindungan dana yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen sebagai aplikasi trading all-in-one pertama yang dirancang dengan standar keamanan berlapis dan dipercaya oleh 17++ juta trader Indonesia.
HSB Investasi Perkuat Sistem Trading Aman Sertifikasi ISO 27001
Jakarta, katakabar.com - Sertifikasi ISO 27001 perkuat sistem manajemen keamanan informasi HSB Investasi guna melindungi data dan transaksi nasabah demi mendukung trading aman. HSB Investasi menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan data dan transaksi nasabah, serta mendukung ekosistem trading aman melalui penerapan sertifikasi standar internasional ISO/IEC 27001:2022. Sertifikasi ini diterbitkan oleh CBQA Global setelah melalui proses audit menyeluruh untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) PT Handal Semesta Berjangka mengikuti standar internasional. ISO/IEC 27001:2022 merupakan standar internasional pengelolaan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System/ISMS). Standar ini menjadi acuan berbagai institusi keuangan dan perusahaan berbasis teknologi dalam membangun sistem perlindungan informasi yang terstruktur dan terukur. Melalui ISO 27001, HSB memastikan pengelolaan data pribadi, informasi transaksi, serta sistem digital perusahaan dilakukan berdasarkan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan guna menjaga data aman dan operasional yang terlindungi. Direktur Kepatuhan HSB Investasi, Wulan Pondaag, menyampaikan pencapaian ini bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun tata kelola yang kuat dan berkelanjutan. “Kami memahami keamanan data berkaitan langsung dengan rasa aman nasabah dalam bertransaksi. Penerapan ISO 27001 menjadi langkah konkret kami memperkuat sistem pengamanan informasi. Standar ini memastikan setiap potensi risiko diidentifikasi dan dikelola secara sistematis, sehingga perlindungan data nasabah tetap menjadi prioritas utama,” ujar Wulan. Di tengah meningkatnya ancaman siber, penerapan ISO 27001 di HSB mencakup penguatan Sistem Manajemen Keamanan Informasi pada proses transaksi dan customer onboarding. Standar ini memastikan setiap pembukaan akun serta aktivitas trading berjalan dengan pengendalian keamanan yang terstruktur dan terukur. HSB Investasi juga mengintegrasikan sistem transaksi yang transparan melalui ekosistem bursa berjangka guna memastikan setiap aktivitas trading berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Sebagai perusahaan yang juga diawasi OJK dan Bank Indonesia, HSB Investasi juga terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kenyamanan dan transparansi layanan. Melalui aplikasi trading all-in-one pertama di Indonesia, nasabah dapat mengakses fitur AI interaktif, sinyal trading, pendampingan mentor, serta layanan customer service 24/5 dalam satu platform. Dengan penerapan ISO/IEC 27001:2022, HSB Investasi terus berkomitmen memperkuat fondasi keamanan informasi untuk menjaga kepercayaan nasabah dan mendukung terciptanya ekosistem trading aman dan transparan.
Wujudkan Industri Hijau, KS Group Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Cilegon, katakabar.com – Krakatau Steel Group tegaskan komitmen percepat transisi menuju industri hijau melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut, PT Krakatau Jasa Industri (PT KJI) menggandeng Environment Social Network Foundation (ESWKA) untuk mengelola limbah secara terukur pada perhelatan Steel Run 2025 dan puncak perayaan HUT Krakatau Steel Group ke 55 yang lalu. Dan direncanakan program aktifasi korporasi selanjutnya dapat melakukan hal yang sama dalam pengelolaan sampah. Langkah ini bagian dari strategi besar korporasi dalam mendukung target net zero emission dan edukasi lingkungan bagi masyarakat industri di Cilegon. Pengelolaan sampah pada acara besar tersebut bukan sekadar pembersihan area, melainkan upaya pendataan dan pemilahan dari hulu untuk memastikan sirkulasi ekonomi berjalan dengan baik. Data dan Hasil Pengelolaan Sampah Selama penyelenggaraan acara, tim kolaborasi berhasil mengumpulkan dan memilah total 441,8 kilogram sampah dari dua titik utama: garis finish Steel Run dan lokasi utama HUT Krakatau Steel. Sebanyak 15 personel kebersihan dari PT KJI diterjunkan secara khusus untuk memastikan setiap sampah yang dihasilkan pengunjung segera dipilah di waste station yang telah disediakan. Komitmen Manajemen dan Dampak Sosial Ario Maryanto, Plt. Direktur Utama PT Krakatau Jasa Industri, menyatakan pendataan ini penting agar dampak terhadap lingkungan dapat diukur secara akurat. "Upaya pendataan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur, sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Ario. Hilirisasi sampah tersebut dialokasikan ke dua jalur utama: 1. 40 persen Sampah Terkelola: Didonasikan ke Bank Sampah Kecamatan Ciwandan untuk diproses kembali secara ekonomi. 2. 60 persen Residu: Dikirim ke TPA Bagendung untuk dikelola lebih lanjut, di mana sebagian besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pemulung setempat sebagai sumber mata pencaharian. Krakatau Jasa Industri yang merupakan bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utamanya terus berupaya menjadi penyedia jasa Industri kebanggaan masyarakat Cilegon. Berbagai langkah strategis dalam committed to transform dilakukan Perseroan, untuk menghadirkan layanan jasa dan barang yang sesuai dengan kebutuhan seluruh klien dan mitra kerja. Harapannya PT KJI bisa meraih cita-cita untuk kian memberdayakan masyarakat lokal dan menjadi bagian dari lokomotif kebangkitan ekonomi di Kota Cilegon. Saat ini Dr. Akbar Djohan juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association). Program ini diharapkan menjadi salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di mana hal ini bagian dari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Toga dan PK Serukan Transformasi Sistem Pangan Berbasis Spritualisme dan Keberlanjutan
Depok, katakabar.com - Lebih dari 20 tokoh agama, penghayat kepercayaan, serta perwakilan organisasi keagamaan berkumpul dalam Lokakarya Sistem Pangan untuk Tokoh Agama dan Kepercayaan yang digelar Yayasan KEHATI bekerja sama dengan Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) pada 7 hingga 10 Desember 2025 di Wisma Hijau, Depok. Kegiatan ini menghasilkan Deklarasi Bersama Tokoh Agama dan Kepercayaan yang menegaskan komitmen lintas iman dalam mendorong transformasi sistem pangan nasional yang adil, berkelanjutan, serta berakar pada nilai-nilai spiritualitas nusantara. Di lokakarya tersebut, para peserta menyoroti krisis sistem pangan yang ditandai oleh hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan fungsi lahan, ketimpangan akses pangan bagi kelompok rentan, hingga pola konsumsi yang semakin menjauh dari kearifan lokal. Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Puji Sumedi, menekankan pangan harus dipandang secara holistik. "Pangan adalah ruang spiritual, ekologis, dan sosial. Ia bukan sekadar komoditas. Transformasi sistem pangan tidak akan terjadi tanpa memulihkan relasi manusia dengan alam sebagai anugerah Tuhan,” ujarnya. Kepala Sekretariat KSPL, Gina Karina, menambahkan pendekatan teknokratik tidak cukup dalam menjawab krisis pangan. “Nilai agama dan kearifan lokal memberikan landasan moral yang kuat untuk menggerakkan perubahan. Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan pilihan konsumsi masyarakat,” jelasnya. Peran Strategis Komunitas Agama dan Kepercayaan Di acara yang sama, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas iman. “Transformasi sistem pangan merupakan agenda besar dalam RPJMN, dan partisipasi tokoh agama sangat diperlukan agar kebijakan diversifikasi pangan serta perlindungan sumber daya lokal dapat berkembang menjadi gerakan luas di masyarakat,” ucapnya. Beberapa perwakilan tokoh agama dan kepercayaan turut menyuarakan beberapa poin penting peran strategis agama dalam program pangan lokal berkelanjutan. Perwakilan tokoh Katolik dari JPIC, Sr. Maria Monika, menyatakan dimensi spiritual harus tercermin dalam perilaku konsumsi umat, dan menurutnya bumi adalah rumah bersama sehingga memilih pangan lokal, mengurangi sampah, dan menjaga tanah merupakan bagian dari praktik iman sehari-hari. Dari kalangan penghayat kepercayaan, Kento Subarman, menekankan bahwa pangan memiliki keterhubungan erat dengan adat dan kosmos. Ia menyatakan merusak tanah sama artinya dengan merusak diri sendiri, sehingga regenerasi petani dan perlindungan lahan harus dipahami sebagai laku spiritual, bukan sekadar upaya teknis. Deklarasi Bersama Deklarasi yang disepakati para tokoh agama dan penghayat kepercayaan menegaskan komitmen untuk memperkuat pangan lokal dan kedaulatan benih dengan melindungi benih-benih lokal, mendorong diversifikasi pangan, dan mengembangkan inovasi olahan pangan yang dapat menarik minat generasi muda. Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya integrasi spiritualitas ekologis dalam pendidikan dan kebijakan dengan mengarusutamakan ajaran agama dan kearifan lokal tentang rasa syukur, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam dalam pendidikan formal, khutbah, ritual, serta perayaan keagamaan. Selain itu, para tokoh menyatakan perlunya perlindungan lahan dan ekosistem melalui penolakan terhadap alih fungsi lahan subur, penguatan upaya restorasi lingkungan, dan penegakan hukum terhadap tindakan yang merusak alam. Mereka juga mendorong regenerasi petani dengan membuka akses lahan, menyediakan pendidikan pertanian ekologis, dan membangun kemitraan yang dapat menarik anak muda untuk kembali bergerak di sektor pertanian. Deklarasi tersebut turut menegaskan tata kelola sistem pangan harus dilakukan secara lintas sektor dan melibatkan kementerian terkait, lembaga agama, komunitas adat, serta organisasi masyarakat sipil secara setara dan kolaboratif. Pembentukan Forum Lintas Iman dan Komitmen Bersama Sistem Pangan Lestari Dengan menggunakan pendekatan System Thinking, para peserta lokakarya merumuskan Teori Perubahan Sistem Pangan Berkelanjutan, menyusun rencana aksi yang berlandaskan nilai-nilai spiritualitas, dan menyepakati pembentukan Forum Lintas Agama dan Kepercayaan untuk Sistem Pangan Lestari. Wakil Kementerian Agama, Deva Sebayang, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan menegaskan bahwa agama memiliki kekuatan moral yang besar, serta bahwa gerakan lintas iman untuk pangan berkelanjutan merupakan bukti bahwa spiritualitas dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan nasional. Deklarasi penutup menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar sekaligus titipan Tuhan yang harus dijaga, konsumsi pangan harus dilakukan secara beragam, bergizi, seimbang, dan tidak berlebihan, serta komunitas agama, penghayat kepercayaan, dan masyarakat adat memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
'Sia-sia' Petani Sawit Miliki RSPO Susah Jual Kredit, SPKS: Harus Dilakukan Perubahan Sistem Pasar
Jakarta, katakabar.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) prihatin atas kendala yang dialami petani mengakses manfaat ekonomi dari sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Meski petani kelapa sawit mandiri telah berhasil memperoleh sertifikat tersebut, tetapi kesusahan menjual kredit keberlanjutan, percuma! Ketua Umum SPKS, Sabarudin, mengatakan sulitnya penjualan kredit itu dinilai jadi penghambat realisasi insentif bagi petani itu sendiri. Masalah ini isu mendesak perlu perhatian serius dari para pemangku kepentingan RSPO. Contohnya, kata Sabarudin, Koperasi Produsen Perkebunan Persada Engkersik Lestari di Kalimantan Barat anggota SPKS telah bersertifikasi RSPO sejak 2024 lalu, tidak dapat pembeli kredit RSPO. Miris, ini terjadi hingga berakhir masa sertifikatnya. "Petani telah berinvestasi sumber daya dan biaya yang cukup besar untuk mencapai standar keberlanjutan RSPO. Kami merasa kecewa ketika upaya tersebut tidak dapat ditindaklanjuti dengan manfaat ekonomi yang dijanjikan melalui penjualan kredit," tegas Sabarudin, dilansir dari laman elaeis.co, Sabtu (1/11). Kontras ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem kredit. Apalagi selama ini RSPO selalu menekankan bahwa skema kredit ini tidak bermasalah bagi petani. Kami melihat secretariat RSPO sangat lamban dalam menfasilitasi koperasi yang tersertifikasi pembeli-pembeli kredit petani. Dan terkesan hanya memprioritaskan kelompok - kelompok tertentu," jelasnya. Ia menekankan jika situasi ini berlanjut, petani sawit kecil berpotensi kehilangan dorongan untuk berkomitmen pada produksi Minyak Sawit Berkelanjutan melalui Bersertifikat RSPO. Bahkan Ia menilai kondisi saat ini berisiko membuat sistem sertifikasi RSPO terkesan lebih menguntungkan perusahaan besar yang memiliki jalur rantai pasok langsung. "Kendala ini dapat mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya diterima petani kecil atas komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Dalam jangka panjang, ini dapat menghambat upaya kita bersama untuk menciptakan inklusivitas dalam sektor sawit berkelanjutan di Indonesia," ucapnya. Untuk itu, terang Sabarudin, SPKS minta agar Forum RSPO di Kuala Lumpur pada 3 hingga 5 November 2025 nanti dapat memberikan ruang khusus untuk membahas, dan meninjau ulang mekanisme penjualan kredit RSPO bagi petani sawit mandiri. "Kami mengimbau forum RSPO untuk segera meninjau kendala yang dialami petani sawit di lapangan. Kami berharap ada dialog konstruktif dan solusi yang dapat menjamin kredit petani sawit yang telah bersertifikasi dapat terserap secara efektif dan adil oleh pasar global," sebutnya Sabarudin, seraya menyerukan perubahan sistem demi dukungan yang lebih baik bagi petani kecil. RSPO adalah sistem sertifikasi global yang bertujuan menjamin produksi dan pasokan minyak sawit yang berkelanjutan. Sertifikasi ini memastikan praktik perkebunan yang bertanggung jawab, termasuk menghindari deforestasi dan melindungi hak-hak pekerja. Organisasi ini melibatkan produsen, pengolah, pedagang, hingga pengguna akhir minyak sawit.
Manfaat Integrasi Tanda Tangan Digital Sistem Perusahaan
Surabaya, katakabar.com - Integrasi tanda tangan digital membantu perusahaan percepat proses administrasi sekaligus memastikan legalitas dan keamanan dokumen secara efisien di era digital. Di era percepatan digitalisasi, kebutuhan untuk sederhanakan proses administrasi perusahaan semakin tinggi. Salah satu solusi yang terbukti efektif adalah integrasi tanda tangan digital ke dalam sistem internal perusahaan. Teknologi ini tak hanya mempersingkat waktu kerja, tetapi juga memberikan perlindungan hukum yang sah dalam setiap transaksi elektronik. Sebagai platform terpercaya yang menyediakan layanan tanda tangan elektronik dan pembubuhan e-Meterai, ezSign mendorong lebih banyak pelaku usaha di Indonesia untuk mengadopsi teknologi ini. Melalui integrasi API atau sistem cloud, perusahaan bisa menyederhanakan proses validasi dokumen tanpa harus mencetak atau bertemu langsung. Digitalisasi proses bisnis kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mutlak bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif dan efisien. Mengandalkan sistem manual untuk menandatangani dokumen kerap menimbulkan tantangan seperti keterlambatan, biaya operasional tinggi, hingga risiko human error. Dengan integrasi tanda tangan digital, seluruh alur pengesahan dokumen, mulai dari pembuatan, pengiriman, hingga penandatanganan, bisa dilakukan secara otomatis dan terdokumentasi secara digital. Hal ini memberikan berbagai manfaat nyata, antara lain mempercepat proses legalisasi dokumen internal dan eksternal, mengurangi biaya cetak dan kurir, serta meniadakan kebutuhan arsip fisik. Selain itu, integrasi ini meningkatkan keamanan dan validitas hukum dokumen, mendukung kelancaran operasional jarak jauh (remote work), dan memperkuat kepatuhan terhadap regulasi digital seperti Undang Undang ITE serta peraturan yang ditetapkan oleh Kominfo. Sebagai penyedia solusi tanda tangan digital bersertifikat, ezSign menawarkan fitur integrasi yang fleksibel untuk berbagai jenis sistem perusahaan, mulai dari ERP, CRM, HRIS, hingga sistem internal yang dikembangkan sendiri. Dengan dukungan API yang mudah diimplementasikan, perusahaan tidak perlu melakukan perubahan besar terhadap infrastruktur IT yang telah ada. Hal ini memungkinkan adopsi yang cepat tanpa mengganggu operasional yang sedang berjalan. ezSign menghadirkan berbagai keunggulan dalam proses integrasi sistem, di antaranya adalah tanda tangan digital bersertifikat dari Peruri yang legal dan sah menurut hukum, tanda tangan elektronik otomatis tanpa perlu mencetak dokumen, serta jejak audit lengkap yang mencatat waktu, lokasi, dan perangkat penandatangan. Selain itu, platform ini menyediakan enkripsi data dan autentikasi ganda untuk mencegah kebocoran informasi, penyimpanan cloud yang aman dan mudah diakses, serta layanan pembubuhan e-Meterai resmi jika diperlukan. Dengan proses yang hanya membutuhkan beberapa klik, dokumen legal seperti kontrak kerja, MOU, NDA, atau invoice dapat disahkan secara digital dalam hitungan menit. Salah satu klien ezSign di sektor manufaktur mengungkapkan bahwa sejak menerapkan integrasi tanda tangan digital, waktu proses pengesahan dokumen berkurang dari 3 hari menjadi kurang dari 1 jam. Tak hanya itu, biaya operasional turun hingga 40% karena eliminasi biaya cetak, pengiriman, dan pengarsipan. Solusi ezSign dapat diimplementasikan di berbagai lini perusahaan, antara lain: • Sistem HRD (untuk kontrak kerja, surat tugas, surat perjanjian) • Sistem Legal dan Sekretariat (untuk MOU, kontrak mitra, akta perjanjian) • Sistem Keuangan dan Akuntansi (untuk invoice, laporan keuangan, PO) • Sistem CRM dan ERP (untuk pengelolaan dokumen klien dan vendor) Integrasi ini menjamin semua pihak terlibat dalam proses digital yang efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Diketahui, tanda tangan digital dan tanda tangan elektronik yang disediakan ezSign telah mendapat pengakuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Peruri. Dengan demikian, dokumen yang ditandatangani melalui platform ezSign memiliki kekuatan hukum yang sah dan mengikat, setara dengan tanda tangan basah di atas kertas. Bagi perusahaan yang ingin bergerak lebih cepat tanpa mengorbankan aspek legalitas, integrasi tanda tangan digital bersama ezSign adalah langkah strategis yang dapat segera diimplementasikan. Teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga menciptakan sistem kerja yang lebih profesional dan akuntabel.
Tim Peneliti USM Indonesia Kembangkan Sistem Pengolahan Limbah Cair Sawit Basis Nanoteknolog dan IoT
Medan, katakabar.com - Tim peneliti dari Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia, meliputi Dr Ir Vivi Purwandari MSi, Alexander Fernando Kawas Sibero MKom dan Hotromasari Dabukke MSi sukse kembangkan sistem pengolahan limbah cair sawit berbasis nanoteknologi dan Internet of Things (IoT). Lewat Program Hibah Hilirisasi Prototipe yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) melalui Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), inovasi ini dikembangkan. Penelitian dipimpin Dr Vivi Purwandari MSi memanfaatkan nanokomposit hibrida grafena batubara, polianilin (PANI) dan zink oksida (ZnO) sebagai katalis utama dalam sistem fotoelektrokatalisis. Dengan bantuan sumber cahaya buatan berupa lampu LED, sistem ini mampu mempercepat proses degradasi senyawa organik berbahaya dalam limbah sawit tanpa bergantung pada sinar matahari. Keunggulan lain dari inovasi ini adalah integrasi sistem sensor real-time berbasis Arduino R4 WiFi yang dapat memantau parameter kualitas air seperti pH, TDS, COD, BOD dan kekeruhan secara langsung. Terus, data hasil pemantauan dapat diakses melalui dashboard digital, menjadikan sistem ini adaptif dan mudah dikontrol dari jarak jauh. “Teknologi ini dirancang agar ramah lingkungan, efisien dan dapat diterapkan di unit pengolahan limbah skala kecil hingga menengah,” kata Dr. Vivi Purwandari MSi., dilansir dari laman Sumutpos.jawapos.com, Selasa (7/10). Menurut Dr. Vivi, pemanfaatan grafena dari batubara lokal menjadi langkah strategis mendukung kemandirian material nasional dan konsep ekonomi hijau. Program hibah hilirisasi ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan riset terapan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya bidang pengelolaan limbah industri berbasis teknologi cerdas.
VIDAA Secara Resmi Diakui sebagai Sistem Operasi TV Tercepat di Pasaran
Jakarta, katakabar.com - Sistem operasi Smart TV VIDAA yang dikembangkan oleh Hisense secara resmi diakui sebagai sistem operasi TV tercepat di pasaran, berdasarkan laporan benchmark ketat yang dilakukan oleh Weka Media Publishing GmbH. Beberapa waktu lalu, sistem operasi Smart TV VIDAA yang dikembangkan oleh Hisense secara resmi diakui sebagai sistem operasi TV tercepat di pasaran, berdasarkan laporan benchmark ketat yang dilakukan oleh Weka Medi Publishing KA GmbH, lembaga independen terkemuka di Jerman yang bergerak di bidang pengujian dan publikasi. Weka Media Publishing GmbH merupakan penerbit majalah Connect, salah satu media elektronik konsumen (CE) ternama di Eropa. Laboratorium uji internal mereka telah menjadi benchmark di industri elektronik konsumen selama beberapa dekade, dikenal berkat metodologi yang presisi, dapat diuji, serta penggunaan peralatan berstandar profesional. Untuk menjamin objektivitas, pengujian dilakukan menggunakan perangkat yang dibeli secara independen melalui toko online besar di Jerman, dengan kondisi lingkungan yang konsisten serta perlengkapan pengukuran profesional, termasuk kamera berkecepatan tinggi dan alat analisis frame-accurate. Evaluasi komprehensif tersebut mengukur responsivitas lima sistem operasi TV terkemuka pada 11 aktivitas harian mulai dari peluncuran aplikasi, pencarian suara, perpindahan HDMI, perpindahan saluran OTT, hingga pemindaian WiFi. Hasilnya, VIDAA mencatat waktu respons tercepat di 7 dari 11 kategori dan meraih skor keseluruhan tertinggi dengan rating performa luar biasa sebesar 89 persen. Sebagai sebuah platform OS, VIDAA mengedepankan keterbukaan, kesederhanaan, inovasi, serta fokus pada pengguna. Hisense melalui VIDAA TV berkomitmen untuk menghadirkan produk, serta layanan berkualitas tinggi bagi mitra maupun konsumen.
Atasi Sampah Sungai dengan Sistem Penghalau Terapung Efisien
Surabaya, katakabar.com - Penghalau terapung dari Kubus Apung Hildan menjadi solusi efektif untuk menahan sampah di sungai, menjaga kelestarian ekosistem air. Teknologi ini sederhana tapi efisien dalam mengatasi pencemaran. Sungai bukan hanya aliran air biasa. Ia adalah nadi kehidupan, sumber air, dan penggerak ekosistem. Tapi, apa jadinya jika sampah terus-menerus mengotori alirannya? Anda mungkin sering melihat tumpukan sampah plastik, ranting, dan limbah rumah tangga yang mengapung, membuat sungai terlihat seperti tempat pembuangan. Di sinilah penghalau terapung hadir sebagai solusi nyata, dan Kubus Apung Hildan membuktikan diri sebagai pemain utama dalam inovasi ini. Sampah sungai bukanlah masalah baru. Tapi, bagaimana jika ada cara untuk mengatasi masalah lama dengan cara yang cerdas dan efisien? Dengan menggunakan sistem penghalau terapung, Hildan menghadirkan teknologi yang tidak rumit namun sangat efektif dalam menangkap dan menahan sampah di permukaan air. Kubus Apung HDPE dari Hildan dirancang khusus untuk menciptakan penghalau yang kokoh, tahan lama, dan fleksibel. Anda tidak perlu lagi mengandalkan metode tradisional yang mahal dan sering rusak. Produk ini hadir sebagai sistem modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan di berbagai lokasi air dari sungai kota hingga danau perdesaan. Kenapa Memilih Kubus Apung Hildan? Anda mungkin bertanya, apa yang membuat Kubus Apung HDPE dari Hildan berbeda dari produk lainnya? Jawabannya ada pada kombinasi antara kekuatan material, desain modular, dan kemudahan instalasi. Berikut beberapa keunggulannya: • Material HDPE berkualitas tinggi yang tahan terhadap sinar UV, korosi, dan benturan. • Desain modular yang bisa dirakit sesuai kebutuhan lokasi. • Ringan namun kuat, membuatnya mudah dipasang dan dipindahkan kapan saja. • Ramah lingkungan, tidak mencemari air dan aman bagi flora serta fauna perairan. Bayangkan seperti Lego raksasa yang terapung, itulah sistem yang ditawarkan oleh Kubus Apung Hildan. Anda bisa menyusunnya sesuai kebutuhan, dan tetap yakin bahwa ia akan bertahan menghadapi cuaca maupun arus yang kuat.