Bengkulu, katakabar.com - Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) termasuk limbah sangat melimpah di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) . Limbah ini sesungguhnya bisa diolah jadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti biogas dan listrik ramah lingkungan.

Tapi Sayang, di Provinsi Bengkulu, salah satu sentra kelapa sawit di Pulau Sumatera, TKKS punya potensi sebagai sumber energi belum belum digunakan secara optimal. 

Mantan Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Ahyan Endu menjelaskan, salah satu alasan mengapa TKKS belum dimanfaatkan untuk sumber energi disebabkan biaya pengolahan yang tinggi.

Bayangkan, butuh investasi berkisar Rp7 juta untuk menghasilkan 4,5 liter gas. Ini tantangannya bagi banyak pihak, terutama di daerah sumber daya terbatas.

"Bisa jadi banyaknya TKKS belum dimanfaatkan maksimal menjadi biogas dan listrik di Bengkulu lantaran biaya pembangunan infrastruktur yang cukup mahal," ujarnya, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (26/9).

TKKS ini bisa dimaksimalkan penggunaannya, tuturnya, kerja sama dengan investor langkah cukup bijaksana.

"Keterlibatan investor, tidak hanya biaya infrastruktur bisa ditangani dengan lebih baik, tapi pengelolaan sumber daya dan produksi energi yang lebih efisien," bebernya.

Pemangku kepentingan belum sepenuhnya memanfaatkan potensi TKKS, salah satunya pabrik kelapa sawit itu sendiri. Meski pabrik memiliki akses ke sumber daya ini, tapi belum mengeksplorasi potensi secara optimal.

"TKKS bisa menjadi kesempatan untuk mengurangi biaya operasional pabrik dan mendukung energi terbarukan, tapi itu terlewatkan," terangnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) saran Ahyan, memberikan insentif dan dukungan kebijakan untuk mendorong pemanfaatan TKKS sebagai sumber energi terbarukan.

"Langkah ini bisa motivasi investor untuk berinvestasi guna melakukan pengolahan TKKS menjadi biogas dan listrik," sebutnya.

Selama ini TKKS sering diabaikan lantaran dianggap limbah. Kita bisa mengubahnya jadi sumber energi terbarukan dapat bermanfaat bagi lingkungan dan peningkatan perekonomian, tambahnya.