Banda Aceh, katakabar.com - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh sudah turunkan tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk menelusuri dan mengecek secara langsung tanaman kelapa sawit di kebun warga Aceh Barat Daya yang diduga terserang penyakit jamur ganoderma.

"Saat ini, kami belum dapatkan hasil apakah benar ganoderma atau bukan. Sekarang sedang kami telusuri," ujar Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Zulfadli di Banda Aceh, Senin kemarin, dilansir dari laman ANTARA, pada Selasa (27/2).

Menurutnya, penyakit ini berasal dari golongan jamur. Biasanya jamur ganoderma tersebut sudah bertahan lama dalam tanah, apalagi di lahan gambut dengan kelembapan tinggi.

"Kalau ini memang ganoderma, risiko penyakit ini sangat tinggi, cepat menular ke tanaman lain, apalagi musim hujan," jelasnya.

Saat ini, kata Zulfadli, tim POPT sedang mengidentifikasi secara langsung tanaman kelapa sawit yang patah tiba-tiba di Aceh Barat Daya karena diduga terkena serangan ganoderma.

Petugas, ulas Dia, bakal mengambil sampel tanaman sawit tersebut untuk dikirim ke balai besar di Medan, Sumatera Utara, guna diuji di laboratorium untuk mengetahui kebenarannya.

"Kalau saya lihat dari kondisinya (patah), kemungkinan terkena ganoderma. Untuk itu, sampel bakal dikirim ke balai besar di Medan untuk menguji ganoderma," bebernya.

Di tahun 2023, sebut Zulfadli, pihaknya pernah mendapat laporan serangan ganoderma terhadap tanaman kelapa sawit milik warga di Aceh Jaya. Hasil identifikasi balai besar penelitian di Medan menyebutkan serangan tersebut merupakan penyakit jamur ganoderma.

"Setelah itu, keluar rekomendasi kepada petani untuk beberapa teknik pengendalian. Tapi, paling penting kalau terkena ganoderma, harus disegera dimusnahkan, tidak boleh dibiarkan karena menular melalui tanah. Maka, dimusnahkan dengan cara dibakar,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, serangan jamur ganoderma menjadi ancaman bagi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Aceh Barat Daya. Serangan jamur ini dapat merugikan petani kelapa sawit di daerah itu.

Serangan jamur genoderma menyebabkan tanaman sawit patah secara tiba-tiba, kemudian mati.

"Penyakit ini diduga berasal dari jamur ganoderma yang menyerang akar dan batang sawit secara tiba-tiba langsung patah," tutue Ikhwan Alian, petani dan pemilik kebun sawit di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya.

Saat ini hampir seluruh kebun sawit di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee mengalami serangan penyakit jenis tersebut.

"Sudah banyak yang mati, padahal daun pohon sawit itu tidak layu, tapi tumbang secara tiba-tiba. Rata-rata dalam areal lahan 1 hektar, ada dua hingga tiga pohon yang patah, malah ada yang lebih," tandasnya.