Mandailing Natal, katakabar.com - Utusan dari puluhan petani kelapa sawit mitra plasma bernaung di bawah koperasi unit desa atau KUD se Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara sampaikan curahan hati atau Curhat kepada Bupati Mandailing Natal, H Saipullah Nasution, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Panyabungan, Sabtu (6/9) lalu.
“Kami curhat kepada Pak Bupati soal kendala sudah sekian lama kami hadapi,” kata H. Wardan Batubara, seorang petani kelap sawit, sekaligus Ketua KUD Kuala Tunak Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Selasa (9/9) siang.
Kata Wardan Butubara, beberapa aspirasi atau masalah diuraikan para petani terkait dengan sengketa lahan, lalu problem kebun plasma yang belum sepenuhnya terealisasi.
“Kami sampaikan mengenai infrastruktur belum memadai, kesepakatan bersama perusahaan yang tak berjalan baik, re-planting, dan harga pembelian tandan buah segar atau TBS yang masih belum sesuai harapan,” ucap Wardan.
Ketua KUD Kuala Tunak Tabuyung ini apresiasi pemerintah kabupaten atau Pemkab Mandailing Natal yang inisiasi pertemuan, sebab membuka peluang bagi pengurus KUD untuk sampaikan permasalahan yang dihadapi.
"Kami dukung Pemkab Manadailing Natal yang membuka ruang bagi anak-anak petani, dan pekerja di perusahaan maupun perkebunan sawit untuk mendapatkan beasiswa," imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi atau Diskop dan UKM Mandailing Natal, Muktar Afandi Lubis menjelaskan, pertemuan antara Bupati dan para petani sawit plasma digelar di acara bertajuk “Silaturahmi, Diskusi, dan Sharing”.
Pria disapa akrab Afandi ini mengutarakan, acara ini turut hadir Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), M Sahnan Pasaribu, Kepala Dinas Pertanian (Distan), Taufik Zulhandra Ritonga, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Akhmad Faisal.
Pertemuan digelar, ulas Afandi, lantaran saat ini sudah ada 49 KUD di seluruh Kabupaten Mandailing Natal, dan umumnya terbagi dua kategori, yakni KUD yang terbentuk berdasarkan kewajiban perusahaan untuk mengalokasikan 20 persen lahan budidaya sawit atau mitra plasma, serta KUD masyarakat yang menjalin kemitraan langsung dengan perusahaan atau mitra swadaya.
”Keberadaan koperasi sawit ini jelas sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan. Tapi, masih ada sejumlah permasalahan yang perlu kita carikan solusi bersama,” terangnya.
Sementara, Bupati Mandailing Natal, H Saipullah Nasution tunjukkan sikap mengayomi di pertemuan itu. Ia menuturkan, Pemkab Mandailing Natal sengaja mengundang seluruh KUD produksi sawit untuk menyampaikan peluang atau kesempatan yang bisa diambil guna meningkatkan hasil produksi.
“Sekaligus fasilitas-fasilitas yang disiapkan pemerintah berkaitan dengan beasiswa, pelatihan kepada pekerja perkebunan sawit, juga re-planting, dan alsintan,” bebernya.
Menurut H Saipullah, keterbatasan anggaran selama ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan mengakses fasilitas yang disediakan pemerintah.
“Kalau ada badan yang sudah menyiapkan, alangkah baiknya dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita yang mengelola koperasi agar kebun-kebun mereka dikelola dengan baik dan menghasilkan produksi yang bagus,” kupasnya
Soal keluhan dan aspiras pengurus koperasi, sebutnya, Pemkab Mandailing Natal lebih dulu inventarisasi persolan yang ada.
"Kita pelajari seluruh isi curhat puluhan KUD bersama tim yang akan dibentuk, baru kemudian membicarakannya kembali dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki kebun atau pabrik di Kabupaten Mandailing Natal," jelasnya.
Memang kami lihat tadi, imbuhnya, banyak permasalahan yang berhubungan dengan PTPN, di mana BUMN perusahaan milik negara. Kami nanti akan melakukan komunikasi yang lebih bagus dengan mereka,” tegasnya
Harapannya, tambah Bupati Mandailing Natal, komunikasi itu nanti membuka jalan penyelesaian agar permasalahan yang ada tidak menjadi bola liar yang berakibat satu sama lain saling menyalahkan.
Utusan KUD Plasma Curhat, Bupati Madina Tunjukkan Sikap Mengayomi
Diskusi pembaca untuk berita ini