Pekanbaru, katakabar.com - Gubernur Riau Abdul Wahid meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau tidak mempersulit birokrasi dalam pengrusan izin usaha. Wahid menginginkan agar birokrasi perizinan usaha tidak berbelit-belit.

"Saya ingin mengundang banyak investor ke Riau. Tentunya tulang punggungnya DLHK. Jadi dari awal saya ingatkan semua perizinan disederhanakan, tapi pengawasannya tetap diperketat," kata Wahid seperti dikutip, Kamis (6/3).

Wahid berkeinginan proses perizinan fleksibel sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi pengusaha untuk mendirikan usahanya di Riau.

Sebab dari data yang dipegangnya, pengurusan izin usaha di DLHK Riau masih jauh dari kata sederhana.

Sebagai contoh, kata Wahid, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir selalu terjadi setiap tahun di Riau. Menurutnya, musibah ini terjadi karena pengendalian dan penanganan tidak terencana dengan baik.

"Penanganan dan pengendalian karhutla tidak terencana dengan baik, ini perlu diperbaiki. Sudah banyak program dan solusi yang diupayakan, tapi belum juga berhasil. Apa masalahnya?" tegas Ketua PKB Riau ini.

"Saya lihat, DLHK ini titik krusial bagi pengendalian lingkungan, catatan dan paparan yang diberikan selalu baik. Tapi saya lihat, masih banyak masalah yang harus diselesaikan," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, sudah waktunya semua perizinan transparan dan tidak menyusahkan masyarakat.

"Penyakitnya dari dulu itu, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah? Dihilangkanlah itu. Mari bekerja dengan baik dan gunakan hati nurani kita," pungkasnya.