Surabaya, katakabar.com - Perkembangan teknologi semakin cepat membuat tantangan pendidikan anak di Indonesia kian kompleks. Dari laporan World Economic Forum, sebanyak 65 persen anak usia sekolah dasar diperkirakan bekerja di bidang yang belum pernah ada sebelumnya.

Kondisi tersebut mendorong LEAP English & Digital Class, lembaga pelatihan yang berbasis di Surabaya, untuk meluncurkan Leap Coding Class, program pembelajaran digital berbasis proyek gabungkan coding dan penguasaan Bahasa Inggris dalam satu kelas.

Program ini ditujukan untuk siswa SD hingga SMP yang ingin membangun keterampilan digital sejak dini.

“Program ini bukan sekadar belajar coding. Anak-anak kami latih untuk membangun proyek digital dan mempresentasikan hasilnya dalam Bahasa Inggris. Ini bekal penting menghadapi dunia global,” ujar Ika Asriani Yadin, Kepala Lembaga LEAP, saat ditemui di sela pelaksanaan sesi pelatihan di Surabaya, Juni 2025.

Leap Coding Class terdiri atas tiga level bertahap: Basic, Intermediate, dan Advanced. Di level Basic, siswa dikenalkan dengan HTML, CSS, dan JavaScript untuk membangun situs sederhana. Level Intermediate fokus pada pembuatan game berbasis web, sedang pada level Advanced, siswa mulai mempelajari konsep Artificial Intelligence seperti image recognition dan digital art generator.

Seluruh materi dikembangkan bersama institusi pendidikan asal Hong Kong yang telah digunakan di lebih dari 20 negara.

“Materinya tidak hanya praktis tapi juga mengikuti standar global. Setiap proyek bisa langsung dibagikan ke publik lewat QR code atau URL, jadi anak-anak sudah mulai punya portofolio sejak sekarang,” jelas Ika.

Bahasa Inggris Jadi Bagian dari Proses

Yang menarik, program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis digital, tapi juga kemampuan komunikasi internasional. Siswa dilatih menyampaikan gagasan dan menjelaskan proyek mereka dalam Bahasa Inggris, baik secara tertulis maupun lisan.

“Anak saya jadi lebih percaya diri dan mulai tertarik menjelaskan ide coding-nya ke keluarga di rumah,” cerita Feni, orang tua peserta dari Jakarta.

Mengutip kata-kata Najelaa Shihab, pemerhati pendidikan dan pendiri Sekolah Cikal yang ditulis media Kompas, anak-anak perlu dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan abad 21.

“Anak-anak harus belajar menjadi pembelajar seumur hidup, memiliki keterampilan untuk beradaptasi, memecahkan masalah, dan berkolaborasi lintas budaya,” ulas Najelaa dalam wawancara bersama media nasional.  (Sumber: Kompas.com – 26 September 2019)

Sejak dibuka awal tahun ini, LEAP CODING CLASS telah diikuti oleh lebih dari 120 siswa dari 8 kota di Indonesia dan Asia. Sebanyak 87 persen siswa mampu menyelesaikan proyek pertamanya secara mandiri dalam waktu kurang dari dua jam.

“Saya suka karena bisa buat sendiri dan lihat hasilnya langsung,” ujar salah satu peserta dari Surabaya.

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, serta Naskah Akademik Pembelajaran Kodingka Pendidikan Dasar dan Menengah, memuat arahan baru terkait pentingnya pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sejak dini.

Di dokumen tersebut, Koding dan AI masuk sebagai mata pelajaran pilihan yang dapat mulai diterapkan sejak kelas 5 SD. Implementasinya dirancang berlangsung secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026. Pemerintah turut menyoroti pentingnya pelatihan guru, pengembangan kemitraan multipihak, dan penyediaan infrastruktur digital sebagai pilar pendukung pembelajaran abad ke 21.

Sebagai respons terhadap kebijakan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, muncul tantangan baru bagi satuan pendidikan untuk mengintegrasikan materi koding dan AI ke dalam kurikulum sekolah secara efektif. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan kesiapan guru dalam memahami dan menyampaikan materi ini dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip pembelajaran abad ke 21.

Untuk itu, Leap English & Digital Class, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, menyelenggarakan program Pelatihan Dasar Guru Kodingka. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif LEAP dalam mendukung transisi dan transformasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah dasar.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali guru-guru sekolah dasar dengan keterampilan dasar dalam literasi digital, koding, dan AI, dengan pendekatan deep learning dan pedagogi berbasis teknologi. Peserta pelatihan akan mendapatkan materi praktis dan media ajar siap pakai yang dapat langsung diimplementasikan di kelas.

LEAP sendiri bukan nama baru di dunia pelatihan. Berdiri sejak tahun 2006, lembaga ini telah melayani lebih dari 28.000 siswa dari berbagai usia dan latar belakang. Selain program Coding, Leap juga menjalankan program General English, Podcastpedia, serta berbagai workshop teknologi dan literasi digital.

Leap Coding Class tersedia dalam format online dan offline, terbuka untuk sekolah mitra maupun peserta umum dengan menggunakan kurikulum internasional yang telah dipakai di lebih dari 20 negara di dunia.

“Kami ingin menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja digital. Harapannya, anak-anak Indonesia bisa tidak hanya adaptif, tapi juga produktif dan inovatif,” sebut Ika.