2023

Sorotan terbaru dari Tag # 2023

EdTech Cakap Secured Total Funding of US$ 7.5 Million, 4.5 Million Students Benefited, up to 2023 Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 17 Maret 2024 | 13:43 WIB

EdTech Cakap Secured Total Funding of US$ 7.5 Million, 4.5 Million Students Benefited, up to 2023

katakabar.com - In 2023, Indonesia's Edtech Cakap consistently recorded a net profit for four consecutive years. All core business lines–Language, Upskill, and Business segments– experienced positive growth, with a total cumulative increase in the number of students by 50%, reaching 4.5 million students by December 2023 (YoY). In line with student growth, the number of educators at Cakap also increased by 27.78% to 2,300 in 2023. During 2023, the company completed a Series C funding of USD 7.5 million, supported by reputable investors such as MDI Ventures, Heritas Capital, and several conglomerates. Donald Wihardja, CEO of MDI Ventures, expressed that by observing Cakap's achievements thus far, MDI Ventures is optimistic about the growth through the positive impact that Cakap continues to bring to the society in the future. “As investors, we also see Cakap's ability to continue innovating and proving its capacity as an edtech startup in Indonesia that remains competitive amidst the current market situation," stated Donald. Tomy Yunus, CEO & Co-founder Cakap, stated that the funding will be used for national business expansion outside of Jabodetabek through new business units, such as blended learning facilities and a career platform (Career Link and Match). According to Tomy, increasing human resource capacity or upskilling continues to be a priority for the company with the mission to maximize Indonesia's demographic bonus by producing a skilled workforce. "Awareness of skill improvement (upskilling) is increasing, starting from school-aged students, fresh graduates, to professionals. Cakap strives to accommodate this need through access to quality, certified educational content for the Indonesian people," stated Tomy. The Language pillar is a major contributor to Cakap's revenue, English course leading in popularity, followed by Mandarin, Japanese, and Korean. English is the most popular course, especially among recent graduates who recognize the importance of mastering foreign languages to meet the demands of the job market. Atho Isnanthyo Abyan (28) attends English classes at Cakap to enhance his work-related communications, supporting him in effectively interacting with his colleagues, the majority of whom are English speakers from other countries. Working in the field of information technology (IT), Atho shares, "I used to lack confidence because many of my coworkers hailed from various countries. However, now my communication skills have improved." Meanwhile, within the upskilling pillar, business and management learning courses emerge as the highest niche among all available vocational classes. The academic team at Cakap continues to innovate and design vocational learning curricula with over 1,175 course materials and 19,500 modules available on the Cakap platform. To date, the initiative to expand the early-stage business units has been ongoing aggressively, starting with Cakap Kids Academy (CKA) -a blended learning facility for school-aged children-, which already has two branches, Cakap English Standardized Test (CEST), an English proficiency test curated by the Cakap curriculum team. CEST has successfully served over 50 educational institutions with more than 13,000 registered students taking the exam. Additionally, there's the Link and Match program with the launch of a new business line called Cakap Career Hub. Currently, the platform has connected 30 corporate partners with tens of thousands of prospective applicants. In 2024, Cakap is set to implement the Catalytic Fund program (a collaborative project between the Ministry of Finance of Indonesia and the United Nations Development Programme (UNDP)) in the 3T areas (Disadvantaged, Frontier, and Outermost). This program aims to provide foreign language learning opportunities to school students in the provinces of West Nusa Tenggara (NTB) and East Nusa Tenggara (NTT). The selection of these two provinces is driven by the significant number of students who often face barriers to quality education, especially communication, environmental challenges, such as drought, hot weather, and inadequate infrastructure. "As a business operating in the education sector, Cakap remains committed to aligning with sustainable development goals (SDGs). The company strives to make learning and career opportunities accessible to everyone, while continuously offering quality educational innovation to support the improvement of the nation's quality," concluded Tomy. Kontak: Moh. Ferry Prihardiputra Public Relations Manager Ph: (+62) 8175268638 Email: ferry.prihardiputra@cakap.com

DoctorTool, StartUp Healthtech Indonesia Sukses Pukau NINJA Accelerator 2023 Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 12 Maret 2024 | 13:50 WIB

DoctorTool, StartUp Healthtech Indonesia Sukses Pukau NINJA Accelerator 2023

Jakarta, katakabar.com - DoctorTool sebagai penyedia sistem informasi manajemen fasilitas kesehatan umumkan keberhasilan menarik perhatian di Demo Day Program Akselerator NINJA 2023 di Jakarta. Dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Angel Investment Network Indonesia (ANGIN), DoctorTool sukses tonjolkan inovasinya di bidang manajemen fasilitas kesehatan, memikat investor, mitra, dan pemangku kepentingan. Kolaborasi erat dengan ANGIN membawa DoctorTool ke Program Akselerator NINJA tahun 2023, yang fokus pada sektor kesehatan dan disabilitas. Presentasinya menyoroti roadmap dan peluang di sektor kesehatan, dengan tujuan utama mewujudkan transformasi digital dan pelayanan kesehatan yang setara. Keberhasilan di Demo Day mencerminkan tekad DoctorTool untuk memberikan solusi berkelanjutan, dan dukungan dari JICA dan ANGIN memberikan dasar kokoh untuk pertumbuhan perusahaan ini di masa mendatang, dengan langkah selanjutnya menuju panggung global di Demo Day Tokyo. Sebagai bagian dari Program NINJA (Next Innovation with JApan), inisiatif yang pertama kali diperkenalkan di Afrika dan telah berkembang ke Indonesia sejak 2022 lalu. DoctorTool berhasil menarik perhatian investor, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dukungan dari JICA, sebagai lembaga pemerintah yang berfokus pada pembangunan di negara-negara berkembang di bawah Departemen Luar Negeri, telah memungkinkan DoctorTool untuk menonjolkan keunggulannya dalam menghadirkan solusi inovatif di bidang sistem informasi manajemen fasilitas kesehatan. Program ini berkolaborasi dengan ANGIN, sebagai organisasi jaringan investasi terbesar di Indonesia yang menghubungkan startup dengan beragam investor dan mitra potensial, memungkinkan DoctorTool untuk ambil bagian dalam Program Akselerator NINJA tahun 2023. Program tahun ini memilih startup-startup di Indonesia yang fokus pada sektor kesehatan dan disabilitas, memberikan mereka dukungan serta memfasilitasi kemitraan dengan investor lokal, regional, Jepang, dan global. Chief Representative JICA Indonesia Office dalam opening speech, Takehiro Yasui menyatakan, saat ini, startup memberikan kontribusi signifikan dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial melalui inovasinya. Tiga startup saat ini, yakni DoctorTool, Hear Me, dan Parakerja, terpilih sebagai mitra khusus kami dari sebuah pool yang sangat kompetitif dengan 255 pelamar. Pernyataan ini menekankan kontribusi istimewa yang diberikan DoctorTool dan dua startup lainnya dalam menonjolkan inovasi mereka di tengah persaingan yang ketat. Dengan dukungan JICA, para startup ini memiliki peluang unik untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar dalam menanggapi tantangan kesehatan dan disabilitas di Indonesia. Keberhasilan DoctorTool di Demo Day Akselerator NINJA 2023 bukan sekadar pencapaian, melainkan momentum kunci dalam perjalanan perusahaan ini. Dukungan dari JICA dan ANGIN tidak hanya berupa modal finansial, melainkan juga penguatan jaringan, pengetahuan, dan wawasan bisnis yang akan menjadi dasar kokoh untuk pertumbuhan DoctorTool di masa mendatang. Langkah selanjutnya bagi DoctorTool dan dua startup berdampak besar lainnya adalah terbang ke Tokyo untuk menghadiri Demo Day berikutnya dan menyajikan roadmap DoctorTool dalam skala yang lebih luas. Kontak: DoctorTool Marketing Communications info@doctortool.id +628561361808

Sawit Masih Berkontribusi Signifikan Bagi Perekonomian Nusantara 2023 Sawit
Sawit
Sabtu, 09 Maret 2024 | 17:10 WIB

Sawit Masih Berkontribusi Signifikan Bagi Perekonomian Nusantara 2023

Bandung, katakabar.com - Komoditas kelapa sawit terus memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia meski hadapi tantangan penurunan harga di tahun 2023. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun tersebut mencapai 5,05 persen. Di mana sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi Transportasi dan Pergudangan, mencapai 13,96 persen. Tapi, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, termasuk produksi kelapa sawit tumbuh positif sebesar 1,30 persen, di mana memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Kabul Wijayanto menyatakan, kelapa sawit penyumbang terbesar untuk ekspor non-migas Indonesia. "Ekspor non-migas Indonesia pada tahun 2023 mencapai US$242,87 miliar, dengan sekitar US$28,45 miliar berasal dari ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati, termasuk minyak kelapa sawit. Bahkan harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) cenderung stabil di tahun 2023, tidak mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Harga CPO CIF Rotterdam berkisar antara US$905/MT-US$1.019/MT, dengan rata-rata sebesar US$964/MT," ulas Kabul, dilansir dari website resmi BPDPKS, pada Sabtu (9/3). Sementara, ujar Kabul, harga patokan ekspor CPO yang ditetapkan Kementerian Perdagangan berkisar antara US$723,45-US$955,53/MT, dengan rata-rata sebesar US$832,26/MT. Begitu pula, harga tandan buah segar kelapa sawit relatif stabil, dengan penetapan Gubernur berkisar antara Rp2.180-Rp2.718 per kiligram, atau rata-rata sebesar Rp2.425 per kilogram Pemerintah, terang Kabul, terus berupaya untuk memastikan pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan. “Tapi, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti masalah legalitas lahan dan rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit, terutama pada perkebunan rakyat. Produktivitas perkebunan sawit rakyat pada tahun 2023 hanya mencapai 2,58 Ton per hektar, jauh di bawah produktivitas perkebunan besar negara dan swasta,” bebernya saat buka Focus Group Discussion (FGD) yang angkat tema "Membangun Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan", di Bandung, pada Kamis lalu. Untuk meningkatkan produktivitas, pemerintah telah meluncurkan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Program Sarana dan Prasarana (Sarpras). Meski capaian dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) belum mencapai target yang ditetapkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan efektivitas program tersebut. “Program Sarana dan Prasarana (Sarpras) terus ditingkatkan, dengan alokasi dana yang telah ditetapkan untuk memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, pestisida, alat pertanian, dan infrastruktur lainnya kepada para petani kelapa sawit,” ucap Kabul. Langkah-langkah ini, harap Kabul, sektor kelapa sawit dapat terus berkembang secara berkelanjutan, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit di seluruh nusantara.

2023, Ditjenbun Sudah Umumkan Beasiswa SDM Kelapa Sawit Nusantara
Nusantara
Selasa, 22 Agustus 2023 | 15:37 WIB

2023, Ditjenbun Sudah Umumkan Beasiswa SDM Kelapa Sawit

Jakarta, katakabar.com - Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan RI didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah mengumumkan penerima beasiswa Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit tahun 2023. Di mana total peserta yang lulus meningkat jadi 2.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya berjumlah 1.000 orang. Program beasiswa kelapa sawit ditujukan kepada lima peserta, yakni pekebun dan keluarga, meliputi anak, istri dan suami, karyawan, dan pekerja di Usaha Budidaya dan atau Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit, Keluarga, yakni anak, istri, suami karyawan dan pekerja di Usaha Budidaya danatau Pengolahan Hasil Perkebunan Kelapa Sawit. Terus, Pengurus, Anggota Koperasi dan Lembaga yang bergerak di bidang usaha budidaya, pengolahan, dan atau jasa perkebunan kelapa sawit, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dilansir dari laman sawitindonesia.com, pada Selasa (22/8) menyebitkan, seleksi beasiswa SDM kelapa sawit sudah dimulai dari 13 Mei hingga 18 Juli 2023. Di mana peserta wajib penuhi syarat administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Beasiswa sawit ini membiayai peserta untuk belajar dari jenjang pendidikan vokasi (D1, D2, D3 dan D4) dan akademik (S1). Pada tahun ini, total 13 lembaga pendidikan yang resmi menjadi penyelenggara beasiswa sawit yaitu Akademi Komunitasi Perkebunan-Yogyakarta, Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan-Yogyakarta, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi-Bekasi, Politeknik Kampar-Riau, Institut Teknologi Sawit Indonesia-Medan, Institut Teknologi Sains Bandung, Universitas Prima Indonesia-Medan, Institut Pertanian STIPER-Yogyakarta. Selain itu, Sekolah Vokasi IPB, Politeknik ATI Padang, Politeknik Teknologi Kimia Industri, Politeknik Aceh, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, dan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan. Pengumuman peserta beasiswa dapat dilihat di laman https://www.beasiswasdmsawit.id/. Bagi peserta yang lolos seleksi beasiswa SDM kelapa sawit nanti bakal mengikuti registrasi atau mendaftar ulang di perguruan tinggi yang telah dipilih. Total 34 Orang Lulus Asal Bengkalis "Alhamdulillah, sebanyak 34 anak binaan atau dampingan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD Apkasindo) lulus, dan sebanyak 37 orang lulus sampai Interview," ujar Ketua DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis, Rianto kepada katakabar.com di ujung selulernya, pada Selasa (22/8). Diketahui, DPD Apkasindo Kabupaten Bengkalis sebelumnya mendampingi peserta calon peserta beasiswa SDM kelapa sawit dari Kabupaten Bengkalis sebanyak 40 orang.

2023, Target PSR Seluas 2.250 Hektar Kebun Sawit di Kalimantan Tengah Nasional
Nasional
Rabu, 02 Agustus 2023 | 22:56 WIB

2023, Target PSR Seluas 2.250 Hektar Kebun Sawit di Kalimantan Tengah

Palangkaraya, katakabar.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah lewat Dinas Perkebunan (Disbun) Kalimantan tengah menargetkan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 2.250 hektar kebun kelapa sawit tahun 2023 ini. "Pemprov Kalimantan Tengah menargetkan PSR seluas 2.250 hektar kebun kelapa sawit tahun ini. Sejumlah Kelompok Tani (Poktan) telah mengajukan mengikuti PSR ke dinas perkebunan kabupaten baik offline maupun secara online, ini sedang tahap proses," kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalteng, H Rizky Ramadhana Badjuri dilansir dari elaeis.co, pada Rabu (2/8). Diceritakan Rizky, 0rogram PSR sudah terlaksana di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Lamandau, Sukamara, Katingan, Pulang Pisau, Barito Utara, dan Kota Palangkaraya. "Program PSR program strategis nasional tujuannya untuk memperbaharui dan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Indonesia. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat pembukaan lahan, serta meningkatkan kualitas produksi kelapa sawit," ulasnya. Menurutnya, landasan pelaksanaan Permentan Nomor 03 tahun 2022 tentang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit. "PSR berbentuk hibah sebesar Rp30 juta per hektar. Masing-masing petani bisa mengusulkan replanting kebun sawit maksimal empat hektar. Itu artinya bantuan yang diterima petani sawit untuk membiayai PSR bisa mencapai Rp120 juta," rincinya. Diterangkannya, dana PSR diakokasikan khusus untuk petani sawit, bukan perusahaan. Petani pun hanya bisa mengaksesnya lewat kelembagaan resmi berbentuk Poktan, Gapoktan, Koperasi, atau kelembagaan pekebun lainnya yang beranggotakan minimal 20 orang atau memiliki hamparan paling sedikit 50 hektar dengan jarak antar kebun paling jauh 10 kilometer. “Poktan dan Gapoktan harus terdaftar pada sistem informasi penyuluhan pertanian (Simluhtan) atau ada surat keterangan dari Kepala Dinas Perkebunan setempat,” bebernya. Soal legalitas lahan, bentuknya berupa SHM atau dokumen penguasaan tanah yang dibuktikan dengan surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah sesuai dengan ketentuan. “Lahan tidak berada di dalam kawasan hutan atau HGU perusahaan," jelasnya. Persyaratan lainnya sambungnya, umur tanaman telah 25 tahun ke atas, atau produktivitas kebun kurang dari atau sama dengan 10 ton TBS kelapa sawit per hektar per tahun tapi boleh umur tanaman minimal tujuh tahun atau tanaman berasal dari benih tidak unggul,” tambahnya. Diketahui, para pekebun kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah sudah mengikuti Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun 2017 lalu. Di mana luas kebun sawit rakyat sudah mendapatkan rekomendasi teknis (rekomtek) hingga 1 Juni 2023 mencapai 16.580,11 hektar. Untuk realisasi tanam seluas 13.542,82 hektar atau realisasi fisik 81,68 persen. Sedang, penyaluran dana replanting dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kepada Poktan, Gapoktan, dan KUD melalui bank mitra mencapai Rp448.322.700.402 dengan realisasi penggunaan dana Rp351.342.278.848 setara 78,37 persen.