Banda Aceh

Sorotan terbaru dari Tag # Banda Aceh

Kolaborasi Dorong Transformasi Digital UMKM Banda Aceh Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 06 November 2025 | 11:38 WIB

Kolaborasi Dorong Transformasi Digital UMKM Banda Aceh

dengan Dispora Banda Aceh, Telkom AI Connect dan Bank Syariah Indonesia melatih 160 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan era digital. Pelatihan mencakup branding, digital marketing, hingga pemanfaatan AI untuk memperluas jangkauan pasar Banda Aceh, Sabtu (1/11) lalu . Total 160 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banda Aceh mengikuti Workshop Transformasi Digital yang digelar selama dua hari di Gedung Landmark Bank Syariah Indonesia (BSI), Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Telkom Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Dispora Banda Aceh, sebagai bagian dari program Market JUARA (Jaringan Usaha dan Aneka Kreatif Pemuda). Workshop dibuka resmi oleh Asisten I Wali Kota Banda Aceh, Bachtiar, S.Sos., M.Si. Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi pelaku usaha lokal agar tetap relevan dan kompetitif di era digital. “Pemerintah kota berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar mampu beradaptasi dengan teknologi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,” ujar Bachtiar. Peserta yang berasal dari berbagai sektor mulai dari kuliner, F&B, craft, hingga fashion dibimbing untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online serta mendapatkan informasi terkait sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman. Selama dua hari pelaksanaan dari 23–24 Oktober 2025 lalu, peserta terbagi ke dalam empat kelas pelatihan yang difasilitasi oleh Telkom AI Connect Aceh dan UMKM Center BSI. Materi utama meliputi pembuatan Business Model Canvas (BMC) serta penggunaan tools digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di Banda Aceh, tetapi juga ke berbagai wilayah di Indonesia. “Branding dan marketing digital bukan hal baru, tetapi konsistensi adalah kuncinya. Tanpa itu, algoritma platform sulit mengenali bisnis kita dan menjangkau calon pelanggan baru,” jelas Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh. Empat pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini, yaitu Afri Yordan (CEO PosSaku) dan Muharrir (CTO PosSaku), dua founder startup asal Aceh yang kini telah memiliki pengguna di berbagai kota di Indonesia. Sementara dua pemateri lainnya, Ardian dan Ichsan dari Politeknik Aceh, merupakan pengajar bersertifikasi Digital Entrepreneur Academy (DEA) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Keempat pemateri ini memberikan pembekalan seputar desain model bisnis, strategi pemasaran digital, serta cara memanfaatkan teknologi AI untuk membuat konten branding yang efisien, menarik, dan terjadwal di media sosial. Telkom AI Connect Aceh hadir sebagai pusat pengembangan literasi dan implementasi kecerdasan buatan (AI) di wilayah Aceh. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Telkom Indonesia untuk memperluas adopsi AI di seluruh Indonesia, memastikan masyarakat daerah dapat memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara nyata sesuai kebutuhan lokal. Melalui program pelatihan, showcase inovasi, dan konsultasi bisnis, Telkom AI Connect Aceh membantu pengajar, pelajar, pelaku usaha, dan instansi lokal memahami serta dapat mengoptimalkan potensi AI dalam aktivitas mereka..

Perusahaan Banyak Belum Bayar Zakat Mal ke BMA di Aceh, Perusahaan Sawit Termasukkah! Nasional
Nasional
Minggu, 31 Desember 2023 | 21:03 WIB

Perusahaan Banyak Belum Bayar Zakat Mal ke BMA di Aceh, Perusahaan Sawit Termasukkah!

Banda Aceh, katakabar.com - Perusahaan banyak di Provinsi Aceh, baik perusahaan swasta maupun perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), belum membayar zakat penghasilan pegawai dan zakat pendapatan perusahaan ke Baitul Mal. Di dalam Pasal 102 Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 dan pasal 19 ayat 1 Peraturan Gubernur Aceh nomor 08 Tahun 2022 menjelaskan setiap badan usaha yang beroperasi di Aceh yang memenuhi syarat sebagai Muzakki, wajib menunaikan zakat melalui Baitul Mal baik Baitul Mal Aceh (BMA) maupun Baitul Mal Kabupaten (BMK). Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh (BMA) Aceh, Mohammad Haikal ST menuturkan, di tahun 2023 ini cuma tiga perusahaan yang beroperasi di Aceh yang setorkan zakatnya ke BMA, yakni perusahaan perbankan, farmasi, dan perusahaan pers. "Di Aceh beroperasi ribuan perusahaan migas, tambang, perkebunan kelapa sawit, energi, pariwisata, dan sektor jasa lainnya," ujarnya, lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (31/12). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, kata Haikal, sebenarnya sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 180/11860 pada 3 Agustus 2022 yang ditujukan kepada pimpinan instansi vertikal, para pimpinan BUMN, para pimpinan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dan para pimpinan badan usaha swasta tentang himbauan menyetorkan zakat ke BMA. "Perusahaan banyak enggan bayar zakat mal disebabkan adanya perbedaan pemahaman mengenai kewajiban untuk menyalurkannya lewat BMA. "Sejauh ini mesti diakui sektor industri dan perusahaan yang membayar zakat mal masih sangat minim. Perusahaan banyak enggan meski amanah dari qanun Aceh," jelasnya nada kesal. Menurutnya, langkah-langkah persuasif terus dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota agar perusahaan yang beroperasi di mau mengeluarkan zakatnya. "Kami terus melakukan sosialisasi zakat mal kepada perusahaan swasta, BUMN dan industri di Aceh," tuturnya. Selain itu, tegasnya, kami tekankan wajib membayar zakat kepada Muzakki yang belum menunaikannya. Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, tambahnya, telah pertegas lagi amanat Qanun Aceh untuk menyetorkan zakat melalui Baitul Mal. "Penegasan tertuang dalam surat Gubernur Aceh Nomor 451.5/18057 pada 13 Desember 2023, perihal Penegasan Kembali Kewajiban Penyetoran Zakat Melalui Baitul Mal Aceh ditujukan kepada pimpinan perbankan syariah, pimpinan BUMN, pimpinan BUMA, Rektor USK, dan Rektor UIN Ar-Raniry supaya menunaikan zakat penghasilan ASN dan karyawan melalui BMA," bebernya. Instansi atau lembaga, harapnya, mengusulkan personalia Unit Pengumpul Zakat dan melaporkan secara berkala zakat penghasilan kepada BMA. Zakat yang terkumpul di Baitul Mal Aceh, ucapnya, disalurkan kepada tujuh asnaf sesuai aturan fiqih zakat. Program- programnya mendukung kerja pemerintah mengentaskan kemiskinan, khususnya kasus kemiskinan ekstrim. "BMA sebagai lembaga keuangan agama dan negara mengelola dan mengembangkan zakat sesuai dengan ketentuan dan konteks perkembangan zaman," sebutnya.

Peniliti USK Ciptakan Mosaic Panel Palm Fronds Dari Pelepah Kelapa Sawit Tekno
Tekno
Selasa, 21 November 2023 | 11:45 WIB

Peniliti USK Ciptakan Mosaic Panel Palm Fronds Dari Pelepah Kelapa Sawit

Banda Aceh, katakabar.com - Peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berhasil ciptakan inovasi anyar material bangunan ramah lingkungan dari limbah pelepah kelapa sawit. Adalah tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, yang dipimpin Prof. Akhyar bersama Dr. Asri Gani dan Drs. Ahmad Farhan dari Teknik Mesin dan Pusat Riset Sawit dan Kelapa (PRSK), yang sukses kembangkan inovasi terbaru Mosaic Panel Palm Fronds ramah lingkungan. Mereka menciptakan Mosaic Panel Palm Fronds material papan yang dibuat dari limbah pelepah kelapa sawit yang diolah dengan proses ketam. Panel itu, yakni susunan bilah pelepah sawit yang telah dihaluskan. Inovasi ini telah resmi terdaftar dengan nomor Paten S00202300168. Ketua Tim Peneliti, Prof. Akhyar menjelaskan, Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kayu dalam konstruksi, partisi ruangan, furnitur, dan material arsitektur lainnya terhadap konservasi lingkungan. "Mosaic Panel Palm Fronds hadir sebagai solusi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah didapat," ujarnya, kemarin, dilansir dari laman ruangberita.co, pada Selasa (21/11). Pelepah kelapa sawit selama ini dianggap sebagai limbah, kata Prof. Akhyar, padahal dapat menjadi solusi berkelanjutan. Mosaic Panel Palm Fronds tidak hanya mudah didapat dan ekonomis, sebab bersumber dari limbah tapi memiliki dampak positif terhadap lingkungan lantaran mudah terurai. Hal ini menjadikannya pengganti ideal untuk finger joint board atau mosaic wood panel yang menggunakan material kayu dengan kelemahan harga mahal dan tidak ramah lingkungan. Dalam perkembangannya, tutur Prof. Akhyar, pihaknya telah berhasil menciptakan produk meja dan kursi minimalis menggunakan alas dari Mosaic Panel Palm Fronds. Rangka meja dan kursi terbuat dari Baja Hollow yang dipotong dan dibentuk dengan metode pengelasan. Produk ini diproduksi di laboratorium Teknik Mesin USK dengan mitra Badan Usaha Dayah Anak Yatim Pesantren Darul Hikmah Al-Ishlahiyah Al-Aziziah Cot Yang Kuta Baro Aceh Besar, yang dipimpin oleh Abati Tgk Lukmanul Hakim," bebernya. Profesor muda itu berharap, inovasi berkelanjutan ini tidak hanya menjadi langkah signifikan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, tapi membuka peluang untuk pengembangan industri kayu berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku utama. Diketahui, Produk inovatif ini hasil dari program penelitian Hibah Hilirisasi Inovasi USK (H2IU) dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis, Produk (PKMBP) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)-Universitas Syiah Kuala (USK). Hasil Inovasi Mosaic Panel Palm Fronds ini telah dipamerkan dalam Expo 13th AIC 2023 pada November 2023, untuk menandai langkah penting dalam pengembangan industri kayu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Mantap! Ribuan Petani Sawit Bakal Kantongi Sertifikat ISPO dan RSPO di Aceh Sawit
Sawit
Jumat, 18 Agustus 2023 | 22:04 WIB

Mantap! Ribuan Petani Sawit Bakal Kantongi Sertifikat ISPO dan RSPO di Aceh

Banda Aceh, katakabar.com - Total 1.829 pekebun sawit di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh bakal kantongi dua sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan sekaligus, Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 2023 ini. Soalnya, Pusat Unggulan Perkebunan Lestari (PUPL) baru saja selesaikan tahapan audit eksternal stage 1-2 untuk sertifikasi ISPO dan audit milestone 2 untuk sertifikasi RSPO terhadap para petani. Sertifikasi ini dilaksanakan oleh dua lembaga, British Standards Institution (BSI) dan PT Mutu Agung Lestari Tbk. “Lisensi nasional dan internasional tersebut didapat lewat proses panjang dan persyaratan yang ketat,” kata Sekretaris PUPL Aceh Tamiang, Izuddin Idris, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (18/8). PUPL yang terbentuk pada 2019 lalu terdiri dari unsur aktivis, pemerintahan, dan tenaga profesional. Lembaga ini berperan besar menggiring petani sawit memperoleh sertifikat ISPO-RSPO menargetkan agar petani swadaya bisa menentukan harga TBS kelapa sawit di pasar industri kelapa sawit. Dijelaskan Idris, luas lahan kebun kelapa sawit sudah diaudit eksternal ISPO-RSPO mencapai 2.599,29 hektar terbagi 2.554 persil. Di mana sertifikasi ISPO-RSPO tahap kedua 1.829 petani yang tergabung dalam empat koperasi. Sebelumnya PUPL mendampingi ratusan anggota kelompok petani hingga berhasil menerima sertifikat yang sama. "Pada 2022 PUPL berhasil meloloskan kelompok petani kelapa sawit swadaya Pesatri, berdomisili di Kecamatan Tenggulun, kantongi sertifikat ISPO-RSPO seluas 600 hektar dengan jumlah petani 372 orang. Pesatri menjadi kelompok petani swadaya pertama di Provinsi Aceh yang mendapatkan sertifikasi ganda ISPO-RSPO,” ulasnya. Menurutnya, Kabupaten Aceh Tamiang menorehkan sejarah menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Aceh yang berhasil mengantarkan petani kelapa sawit mendapatkan sertifikasi ISPO dan RSPO sekaligus. Prestasi ini dicapai melalui sebuah program pendampingan yang diprakarsai multi stakeholder forum. PUPL telah memulai kegiatan pendampingan petani kelapa sawit swadaya di Aceh Tamiang dari 2020 lalu. Saat ini petani binaan PUPL tergabung dalam empat koperasi, yakni Koperasi Palm Lestari Tamiang dengan anggota 350 orang petani yang memiliki 455 persil dan luas lahan 520 hektare. Lalu, Koperasi Bumi Sawit Tamiang yang memiliki anggota 527 orang petani, 773 persil dengan luas lahan 870,65 hektare. Kemudian Koperasi Sawit Muda Sedia beranggotakan 543 petani, 761 persil dan luas lahan 718,27 hektar serta Koperasi Tamiang Sawita Lestari yang memiliki anggota 409 orang petani, 465 persil dengan luasan lahan 490,37 hektar. Kalau jumlah anggota kelompok tani Pesatri ditambahkan dengan empat koperasi binaan tadi. PUPL optimis di akhir 2023 Aceh Tamiang memiliki 2.201 petani bersertifikasi ISPO dan RSPO dengan luas areal tersertifikasi sekitar 3.000 hektar.