bedah

Sorotan terbaru dari Tag # bedah

BESTI 2025, APMI Bedah Peta Arah dan Tantangan Masa Depan Sawit Indonesia Sawit
Sawit
Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:23 WIB

BESTI 2025, APMI Bedah Peta Arah dan Tantangan Masa Depan Sawit Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) gelar kegiatan Bedah Peta Sawit Indonesia (BESTI) 2025. Generasi muda sawit Indonesia munjukkan kiprah intelektualnya melalui kegiatan yang digelar dua hari, dari 27 hingga 28 Oktober 2025 di Jakarta. Angkat tema “Membaca Arah, Mengurai Tantangan: Transformasi Sawit dalam Tiga Lensa,” kegiatan ini menjadi wadah dialog strategis antara pemangku kebijakan, pelaku industri, akademisi, petani, dan mahasiswa untuk membangun kesadaran bersama mengenai kondisi aktual sektor sawit Indonesia. Berbeda dari forum sawit lainnya, BESTI 2025 hadir sebagai ruang intelektual berfokus bukan pada solusi, melainkan pada inventarisasi permasalahan mendasar yang dihadapi sektor sawit dalam tiga dimensi besar, yakni transformasi teknologi, transformasi budaya, dan citra publik perkebunan sawit. Melalui pendekatan ini, APMI ingin membangun peta pemikiran kolektif generasi muda yang akan menjadi fondasi arah pembahasan Konsolidasi Nasional APMI 2026. Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, menegaskan BESTI 2025 upaya untuk meneguhkan posisi generasi muda sebagai bagian dari arus kebijakan, bukan sekadar pengamat. “Sawit adalah ruang yang kompleks, dan kita tidak bisa membacanya secara parsial. Generasi muda harus memahami lanskap masalahnya dulu sebelum bicara solusi. Melalui BESTI, kita sedang belajar membaca peta agar kelak kita bisa ikut menentukan arah,” ujarnya, dilansir dari laman wartaekonomi.co.id, Rabu (29/10). Sementara, Ketua Dewan Penasehat APMI, Djono Albar Burhan menyampaikan kegiatan ini merefleksikan pola pikir baru generasi muda sawit yang kritis namun kolaboratif. Ia menilai transformasi budaya kerja di sektor sawit hanya akan berhasil jika generasi muda dilibatkan secara substantif dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. “Generasi muda sawit bukan pelengkap, tetapi pendorong perubahan. Forum seperti BESTI menjadi bukti anak muda sawit mampu berpikir sistematis, menyusun gagasan, dan berperan aktif dalam tata kelola industri,” tuturnya. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, BESTI merupakan representasi nyata dari peran intelektual muda yang memahami pentingnya membaca data, memahami tantangan, dan menyusun strategi bersama. “BPDP melihat BESTI sebagai model gerakan pengetahuan yang harus diperluas. Anak muda sawit harus punya kemampuan berpikir lintas sektor, dan inisiatif seperti ini membuktikan APMI memiliki visi jangka panjang terhadap masa depan sawit berkelanjutan,” jelasnya. Sebagai hasil kegiatan, BESTI 2025 melahirkan peta masalah komprehensif sektor sawit Indonesia, mencakup tantangan digitalisasi, kesenjangan adopsi teknologi di perkebunan rakyat, dinamika budaya kerja generasi muda, serta problem narasi publik di ruang digital. Hasil pemetaan ini akan dituangkan Dokumen Ringkasan Hasil Diskusi dan Masalah Strategis yang akan menjadi dasar penyusunan agenda Konsolidasi Nasional APMI 2026. Melalui BESTI 2025, APMI menegaskan komitmennya untuk memperkuat literasi kebijakan dan kesadaran strategis generasi muda sawit. Forum ini bukan sekadar pertemuan, tetapi langkah awal membangun tradisi berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif di kalangan mahasiswa dan profesional muda sawit Indonesia.

BPDP, PASPI dan Himasep Bedah Buku Kupas Tuntas Fakta Industri Sawit di Universitas LM Sawit
Sawit
Senin, 22 September 2025 | 13:09 WIB

BPDP, PASPI dan Himasep Bedah Buku Kupas Tuntas Fakta Industri Sawit di Universitas LM

Banjarbaru, katakabar.com - Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian atau Himasep Universitas lambung Mangkurat, bekerja sama dengan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute atau PASPI, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, gelar acara bedah, dan diseminasi buku, serta lomba berfokus pada industri minyak sawit Indonesia. Kegiatan itu bertujuan untuk meluruskan persepsi dan menegaskan perannya yang krusial bagi kesejahteraan bangsa. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Lambung Mangkurat ini menjadi wadah bagi para ahli dan pelaku industri untuk mengupas tuntas fakta di balik berbagai isu terkait sawit, sekaligus menyebarluaskan informasi penting kepada masyarakat. Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkurat sekaligus anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, membuka wawasan. Ia mengingatkan mitos dan fakta akan selalu berdampingan. Tapi, sawit adalah komoditas yang luar biasa efisien dan menjadi sumber pendapatan utama bagi banyak orang, bahkan menjadi penghasil minyak terbesar di dunia. "Tantangannya kini, bagaimana pemerintah, dan semua pihak bisa mengelolanya dengan lebih efektif agar potensi ini tidak sia-sia," ujarnya, dilansir dari laman Duta TV, Senin (22/9) siang. Prof. Dr. Ir. Ika Sumantri, S.Pt., M.Si., M.Sc., IPM, dari Fakultas Pertanian ULM, aminkan Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkura. Ia menegaskan industri sawit punya peran besar menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Seminar ini bisa membuka mata kita semua akan kontribusi nyata sawit dibandingkan komoditas lain," harapnya. Sedang Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, membeberkan data yang mencengangkan. Minyak sawit adalah pahlawan di balik surplus neraca non-migas Indonesia, sekaligus penyelamat devisa negara. Selain itu, kata Helmi, BPDP punya program keren untuk UMKM di sektor sawit, mulai dari membantu ekspor produk hasil inkubasi bisnis hingga meluncurkan Katalog UMKM Sawit 2025. Ini semua demi memberdayakan ekonomi masyarakat kecil!

Bedah Istilah Penguat Rasa: Micin, MSG, dan Glutamat Lainnya dI Industri Makanan Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 15 Juli 2025 | 15:10 WIB

Bedah Istilah Penguat Rasa: Micin, MSG, dan Glutamat Lainnya dI Industri Makanan

lipat dibandingkan MSG tunggal pada dosis yang sama, sekaligus mengurangi kebutuhan penggunaan MSG secara kuantitatif. Komunikasi Label: Tantangan Etika dan Regulasi Dalam praktik labelisasi, penggunaan istilah seperti “No MSG added” diperbolehkan secara hukum selama MSG memang tidak ditambahkan sebagai bahan tunggal. Namun konsumen jarang menyadari bahwa bahan seperti yeast extract dan HVP tetap mengandung glutamat yang memiliki efek sensorik serupa.