Berbasis AI

Sorotan terbaru dari Tag # Berbasis AI

Ekosistem Dydactix Terungkap: Protokol Berbasis AI Transformasi Pendidikan Lewat "Proof-of-Learning" Default
Default
Kamis, 29 Januari 2026 | 10:31 WIB

Ekosistem Dydactix Terungkap: Protokol Berbasis AI Transformasi Pendidikan Lewat "Proof-of-Learning"

Jakarta, katakabar.com - Dydactix(DAX), infrastruktur terdesentralisasi perintis untuk pengembangan modal manusia, telah mengumumkan peluncuran whitepaper teknisnya. Pencapaian ini menandai pengenalan resmi protokol Dydactix dan aset utilitas aslinya, menciptakan ekosistem Dydactix(DAX) yang kohesif yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan keterampilan global melalui Kecerdasan Buatan (AI) dan teknologi blockchain. Inisiatif ini menjawab kegagalan pasar yang kritis: keterputusan antara pendidikan tradisional dan tuntutan ekonomi digital. Dengan mengintegrasikan Mesin AI Paideia dengan lapisan kepercayaan berbasis blockchain, solusi Dydactix(DAX) mengalihkan fokus dari ijazah statis ke kompetensi real-time yang dapat diverifikasi. Peran DAX dalam Protokol Dydactix Inti dari infrastruktur ini adalah sinergi antara platform dan mesin ekonominya. Sementara Dydactix berfungsi sebagai lapisan teknologi untuk "Proof-of-Learning" (Bukti Pembelajaran), token (DAX) berfungsi sebagai bahan bakar operasional yang menggerakkan jaringan. Whitepaper tersebut merinci bagaimana model Dydactix(DAX) memanfaatkan token untuk berbagai tujuan berbasis utilitas non-spekulatif: Staking Validator: Untuk memastikan integritas penilaian pendidikan, validator harus menaruhkan (stake) DAX untuk berpartisipasi dalam mekanisme konsensus. Hak Tata Kelola: Struktur Dydactix(DAX) dibangun untuk desentralisasi progresif. Pemegang token mengarahkan masa depan protokol dengan memberikan suara pada parameter utama dan alokasi perbendaharaan melalui Dydactix DAO. Akses & Pembayaran: Pelajar dan perusahaan menggunakan DAX untuk layanan bimbingan AI premium, pencetakan kredensial (minting), dan mengakses database talenta global. Direkayasa untuk Keberlanjutan Membedakan dirinya dari pendahulunya yang bermodel "Learn-to-Earn" yang fluktuatif, ekonomi Dydactix(DAX) direkayasa untuk stabilitas jangka panjang. Protokol ini menggunakan model alokasi strategis yang memprioritaskan pertumbuhan ekosistem dan insentif komunitas di atas likuiditas jangka pendek. Kunci dari visi Dydactix(DAX) adalah jadwal vesting (penguncian) yang ketat bagi kontributor inti dan pendukung awal. Desain ini memastikan bahwa semua pemangku kepentingan selaras dengan peta jalan (roadmap) multi-tahun protokol, mendorong lingkungan yang berkelanjutan di mana nilai bertambah bagi mereka yang menciptakan dan memverifikasi pengetahuan. Arsitektur Teknis yang Inovatif Platform Dydactix(DAX) beroperasi pada tumpukan tiga lapisan yang canggih: Lapisan Kecerdasan (Intelligence Layer): Mesin AI Paideia memberikan jalur pembelajaran yang sangat terpersonalisasi. Lapisan Konsensus (Consensus Layer): Mekanisme "Proof-of-Learning" yang unik memverifikasi penguasaan keterampilan. Lapisan Penyelesaian (Settlement Layer): Keterampilan yang terverifikasi dicetak sebagai Soulbound Tokens (dCreds), aset permanen yang dimiliki oleh pelajar. Tentang Dydactix(DAX) Dydactix(DAX) adalah protokol terdesentralisasi pertama di dunia untuk "Proof-of-Learning". Dengan menggabungkan infrastruktur pendidikan Dydactix dengan utilitas token (DAX), proyek ini memberdayakan pelajar untuk memiliki masa depan mereka dan memungkinkan pemberi kerja untuk memverifikasi talenta secara instan.

Transcosmos Indonesia Ungkap Arah Baru Customer Experience Berbasis AI di 2026 Nasional
Nasional
Kamis, 18 Desember 2025 | 17:42 WIB

Transcosmos Indonesia Ungkap Arah Baru Customer Experience Berbasis AI di 2026

Jakarta, katakabar.com - Dalam lanskap layanan bisnis digital saat ini, customer experience (CX) menjadi elemen kunci yang menentukan keberhasilan interaksi antara perusahaan dan pelanggan, khususnya di area contact center dan digital marketing. Perusahaan dituntut untuk mampu mengelola volume interaksi yang tinggi, memberikan layanan real-time, serta menghadirkan pengalaman yang konsisten di berbagai kanal, sekaligus tetap menjaga efisiensi operasional. Menjelang berakhirnya 2025, transcosmos Indonesia (TCID), perusahaan penyedia layanan business process outsourcing (BPO), contact center, dan digital marketing, memaparkan sejumlah tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diperkirakan akan mendominasi perkembangan CX dan operasional bisnis pada 2026. Tren ini bukan sekadar prediksi, melainkan bagian dari pergeseran nyata yang sudah berlangsung seiring meningkatnya peran AI dalam mendukung interaksi pelanggan dan proses bisnis secara end-to-end. Data yang dirangkum dari geniusaitech menunjukkan bahwa 92% kegiatan pemasaran kini menggunakan generative AI untuk produksi konten, 58 persen pelanggan lebih memilih chatbot untuk pertanyaan sederhana, dan 72% perusahaan mengandalkan AI untuk mengotomatisasi tugas berulang. Angka-angka ini menggambarkan AI tidak lagi sekadar eksperimen teknologi, tetapi telah berkembang menjadi infrastruktur kerja utama di berbagai lini interaksi pelanggan dan proses operasional. Perubahan ini tidak terlepas dari kebutuhan perusahaan untuk menghadapi volume interaksi pelanggan yang semakin besar, ekspektasi layanan real-time, serta tekanan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Tetapi, sekalipun adopsi AI telah meluas, banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ini secara menyeluruh ke dalam proses inti mereka, sebuah tantangan yang diperkirakan menjadi fokus utama pada 2026. Dimas Aditama, General Manager CX TCID, menyatakan fokus industri contact center akan bergerak dari eksplorasi teknologi AI menuju penerapan yang lebih dalam dan terintegrasi. “Teknologi AI berkembang pesat, tetapi implementasi di lapangan menunjukkan bahwa manfaatnya hanya muncul bila integrasinya sejalan dengan proses operasional. Tantangan terbesar tetap sama, yaitu kesiapan data dan konektivitas antar sistem. Tahun depan, perusahaan akan lebih fokus memastikan dua hal ini sebelum mengejar aplikasi AI yang lebih kompleks,” ujar Dimas. TCID mengidentifikasi dua tren besar yang dinilai akan menjadi pendorong utama pengalaman pelanggan pada 2026. Pertama, peningkatan peran generative AI dalam CX. Interaksi pelanggan tidak lagi sebatas chat otomatis sederhana. Generative AI akan memainkan peran penting dalam menyediakan layanan yang responsif dan personal, mampu merepresentasikan kepribadian brand, sekaligus mengintegrasikan hasil interaksi ke dalam sistem CRM (customer relationship management). Analisis Voice of Customer yang didukung AI akan membantu perusahaan memahami sentimen, intensi, dan pola keluhan dalam skala besar, bukan hanya menyelesaikan kasus satu per satu secara manual. Model prediktif berbasis AI akan semakin sering digunakan untuk memproyeksikan kebutuhan pelanggan, memetakan risiko churn, dan menghitung nilai pelanggan sepanjang siklus hidupnya. Tetapi, efektivitas strategi ini sangat bergantung pada kualitas data perusahaan. TCID mencatat banyak organisasi saat ini masih berada pada tahap awal dalam memperbaiki fondasi data sebagai langkah awal sebelum mengadopsi otomasi pemasaran yang lebih canggih. Di tempat yang sama Barry Dieo Airlangga selaku Head of PM Digital Marketing TCID juga memaparkan bahwa kesuksesan strategi AI pada 2026 sangat dipengaruhi oleh kesiapan data dan desain operasional yang matang. “Hyper-personalization dan predictive modeling hanya akan bekerja optimal jika data telah disiapkan dengan tepat dan arsitektur teknologi mendukung. Investasi terbesar pada 2026 bukan hanya pada teknologi AI, tetapi pada kesiapan datanya,” tegasnya. TCID melihat bahwa beberapa sektor akan menjadi pengadopsi terdepan AI operasional pada tahun mendatang, terutama perbankan dan layanan keuangan, telekomunikasi, FMCG, serta manufaktur yang semakin terdorong oleh otomatisasi rantai pasok (supply chain). Kelompok industri ini memiliki volume interaksi pelanggan yang tinggi serta kebutuhan proses yang kompleks, menjadikannya sektor uji penerapan AI yang berkembang paling cepat. Dengan memahami tren tersebut, TCID menutup 2025 sebagai perusahaan yang tidak hanya menawarkan layanan contact center dan digital marketing, tetapi juga sebagai mitra transformasi bagi perusahaan yang memasuki fase baru pengalaman pelanggan berbasis AI. transcosmos Indonesia merupakan penyedia layanan customer experience dan bisnis digital yang merupakan anak perusahaan dari transcosmos Inc., perusahaan yang berpusat di Jepang dan berdiri sejak tahun 1966. transcosmos Indonesia menghadirkan layanan terpadu untuk mendukung berbagai aspek bisnis klien, termasuk teknologi CX. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi website transcosmos Indonesia, Instagram transcosmos Indonesia, dan LinkedIn transcosmos Indonesia.

Hisense Percepat Strategi ESG Inisiatif Berkelanjutan Berbasis AI Internasional
Internasional
Minggu, 07 Desember 2025 | 12:00 WIB

Hisense Percepat Strategi ESG Inisiatif Berkelanjutan Berbasis AI

Qingdao, katakabar.com - Hisense, merek elektronik dan perangkat rumah tangga terkemuka di dunia, mengumumkan perkembangan penting dari sisi lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) yang tercantum dalam Laporan ESG 2024. Dengan fokus pada "teknologi berbasiskan AI", Hisense mendorong inovasi yang bertanggung jawab dalam bidang-bidang manufaktur, dampak sosial, dan tata kelola melalui pendekatan ganda berupa "teknologi cerdas + pembangunan hijau." Pabrik Hisense di Huangdao baru saja mendapatkan pengakuan dari World Economic Forum sebagai Sustainability Lighthouse pertama di dunia di sektor VRF, serta satu-satunya dual pabrik Lighthouse. Hal ini merupakan pencapaian penting dalam penerapan AI dan digitalisasi untuk manufaktur berkelanjutan. ESG sebagai Pusat Strategi Hisense kini menjadikan ESG sebagai bagian dari enam strategi inti guna menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan visi jangka panjang sebagai perusahaan dan merek kelas dunia. Hisense telah menetapkan target ambisius untuk mencapai puncak emisi karbon pada 2026 dan netralitas karbon pada 2050, serta menempatkan aspek keberlanjutan sebagai pendorong utama di balik daya saing bisnis. Dengan menggabungkan AI dan pembangunan hijau, Hisense mentransformasi proses produksi, rantai pasok, dan produk agar kemajuan teknologi dapat memberikan manfaat bersama. AI Manufaktur Hijau Hisense mempercepat transformasi rendah karbon dengan mengintegrasikan AI dalam proses manufaktur hijau. Melalui "Carbon Neutrality White Paper" edisi perdana, Hisense menetapkan peta jalan dan rencana aksi menuju netralitas karbon. Hingga kini, Hisense telah berkontribusi pada lebih dari 130 standar teknis pembangunan hijau dan rendah karbon, membangun empat Pabrik Nol Karbon, 17 Pabrik Hijau Nasional, dan enam Perusahaan Percontohan Desain Hijau, serta memiliki 41 pabrik bersertifikat ISO 14001. Semua pencapaian ini menunjukkan komitmen Hisense terhadap energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan. Bagi Hisense, teknologi harus selalu berpihak pada manusia. Hisense konsisten menjalankan berbagai inisiatif sosial di bidang-bidang pendidikan, inklusivitas, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memanfaatkan platform berbasiskan AI, Hisense meningkatkan jangkauan dan transparansi program-program sosial ini, memastikan bantuan tersalurkan secara efektif. Upaya tersebut mengantarkan Hisense meraih "Ram Charan Management Practice Award (Grand Prize)" dan penghargaan "Forbes China Best ESG Employer". Secara global, Hisense bekerja sama dengan UEFA Foundation untuk menghubungkan anak-anak di 22 negara dengan pemain sepak bola profesional, menyelenggarakan "Barrier-Free Championship" guna mendorong akses inklusif di dunia olahraga, serta meluncurkan program sepak bola “Football for Schools” di Indonesia yang mendukung 60 tim sekolah tingkat dasar dan menengah. Semua inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Hisense, yakni "Innovating a Brighter Life", bagi masyarakat di seluruh dunia. Tata kelola yang kuat menjadi fondasi utama di balik kesuksesan program ESG Hisense. Pada 2024, Hisense memperoleh Sertifikasi Sistem Manajemen Kepatuhan GB/T 35770-2022 / ISO 37301, mencakup tujuh bidang utama termasuk tata kelola, ketenagakerjaan, pelestarian alam, sistem antikorupsi, dan kepatuhan regulasi perdagangan. Langkah ke Depan Tahun 2025 menjadi awal penerapan penuh kecerdasan buatan di seluruh ekosistem Hisense. Hisense kini mempercepat integrasi AI dalam aktivitas penelitian, produksi, rantai pasok, dan layanan. Dengan menggabungkan inovasi cerdas dan keberlanjutan, Hisense berkomitmen menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara global dalam agenda ESG, serta mewujudkan "teknologi yang penuh kehangatan" bagi jutaan rumah tangga di seluruh dunia.

SMAN 8 Mandau Tuan Rumah Sosialisasi Pembelajaran Berbasis AI Bengkalis dan Dumai Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 25 Oktober 2023 | 12:00 WIB

SMAN 8 Mandau Tuan Rumah Sosialisasi Pembelajaran Berbasis AI Bengkalis dan Dumai

Duri, katakabar.com - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 8 Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, tuan sosialisasi Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan/Aritficial intellegence (AI) se Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai, pada Rabu (25/10). Sosialisasi digelar di Halaman SMAN 8 Kecamatan Mandau, persisnya di Jalan Sejahtera Kelurahan Air Jamban, Jalan Jenderal Sudirman Duri, dihadir Gubernur Provinsi Riau, H Syamsuar, inisiator AI, Prof. Jaswar Koto, Anggota DPRD Provinsi Riau, Kacab Dinas Pendidikan Wilayah II Provinis Riau, Wan Roby, serta lainnya. Peserta sosialisasi diikuti sebanyak seratus lebih kepala sekolah, komite sekolah, majelis guru SMA, SMK dan SLB se Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai. "Alhamdulillah, berkat support mejelis guru, Tata Usaha (TU) dan seluruh anak-anak kegiatan ini terlaksana, terima kasih," ujara Kepala Satuan Pendidikan SMAN 8 Kecamatan Mandau, Edi Yusri dalam sambutannya. Suka tidak suka dan mau tidak mau, kata Edi, pembelajaran berbasis kecerdasan buatan/aritficial intellegence (AI) mesti dilaksanakan. Tapi, kami perlu bimbingan dan pendampingan dari para ahli untuk mewujudkan pembelajaran AI ini. Harapannya, tambah mantan Kepala Satuan Pendidikan SMAN Siak Kecil ini, dengan dilaksanakannnya pembelajaran AI, pendidikan di Riau bisa bersaing di Indonesia dan luar negeri. "Terima kasih kepada Gubernur Provinsi Riau telah hadir membuka sosialisasi ini di tengah padatnya kegiatan," jelasnya. Diketahui, sebelum membuka sosialisasi pembelajaran AI Gubernur Provinsi Riau, H Syamsuar lebih dulu tinjau ruang laboratorium tempat belajar AI siswa dan siswi di lantai dua SMAN 8 Kecamatan Mandau. Di sana, Orang Nomor Satu di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau ini didampingi inisiator pembelajaran AI, dan Edy Yusri dan lainnya memberikan soal kepada siswa dan siswi. Gubernur Provinsi Riau memberikan hadiah kepada lima orang siswa dan siswi yang menjawab paling cepat. "Pembelajaran berbasis AI ini perdana dilaksanakan di SMAN 8 Kecamatan Mandau di Provinsi Riau. Di mana guru-guru tidak perlu lagi super sibuk periksa soal dan menilai secara manual dengan waktu lama. Tapi, dengan pembelajaran berbasis AI guru-guru dalam waktu singkat bisa tahu hasil soal yang dijawab anak-anak," sebut Gubernur Provinsi Riau seraya memberi semangat kepada guru dan siswa untuk menerapkan pembelajaran berbasis AI.