Dampingi

Sorotan terbaru dari Tag # Dampingi

PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan Sawit
Sawit
Senin, 30 Maret 2026 | 09:30 WIB

PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan

Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.

ElysianGo Hadir Platform Digital Dampingi Perjalanan Umrah dan Haji Lebih Tenang dan Terarah Default
Default
Senin, 22 Desember 2025 | 10:33 WIB

ElysianGo Hadir Platform Digital Dampingi Perjalanan Umrah dan Haji Lebih Tenang dan Terarah

Jakarta, katakabar.com - Bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia, Umrah dan Haji perjalanan ibadah yang paling sakral dalam hidup. Tetapi, di balik niat yang tulus, masih banyak jamaah yang menghadapi tantangan berupa keterbatasan informasi, kurangnya pendampingan yang memadai, serta ketidakpastian situasi-situasi krusial selama perjalanan ibadah. Dengan populasi Muslim global yang mencapai lebih dari 1,9 miliar jiwa, kebutuhan akan layanan Umrah dan Haji yang aman, transparan, dan bertanggung jawab menjadi semakin penting. Dalam konteks inilah kehadiran sistem pendampingan berbasis teknologi dipandang sebagai kebutuhan, bukan lagi pelengkap. Menjawab kebutuhan tersebut, ElysianGo resmi diperkenalkan sebagai platform digital Umrah dan Haji berbasis kepercayaan yang dirancang untuk mendampingi jamaah sebelum, selama, dan setelah perjalanan ibadah. ElysianGo tidak lahir dari tren pasar, melainkan dari pengalaman nyata menyaksikan bagaimana jamaah dapat berada dalam kondisi rentan ketika sistem pendampingan dan kejelasan informasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Didirikan oleh Dhian Arinofa, ElysianGo dibangun dengan satu misi utama: menghadirkan rasa aman, kejelasan, dan martabat dalam setiap perjalanan Umrah dan Haji. Platform ini menempatkan transparansi informasi, pendampingan yang bertanggung jawab, serta pendekatan yang berpusat pada manusia sebagai fondasi utamanagar jamaah tidak merasa bingung, ditinggalkan, atau tidak didengar. Sebagai platform FaithTech yang terus dikembangkan, ElysianGo menghadirkan Elysian AI 24/7 yang mampu melayani jamaah dalam 41 bahasa, termasuk 31 bahasa internasional dan 10 bahasa Nusantara Indonesia. Fitur ini dirancang untuk membantu jamaah dari berbagai latar belakang budaya dan negara agar dapat mengakses informasi serta pendampingan dengan lebih mudah dan inklusif. Selain itu, ElysianGo dilengkapi dengan AI Mutawwif 24/7 yang berfungsi sebagai pendamping digital untuk membantu jamaah memahami tahapan ibadah, adab, serta situasi umum yang dapat dihadapi selama Umrah dan Haji. Melengkapi layanan tersebut, Guidance 24/7 disediakan sebagai pusat panduan dan informasi ibadah yang terus diperbarui, mencakup artikel, pengetahuan praktis, serta konten edukatif yang dikembangkan melalui sistem digital secara berkelanjutan. Dalam operasionalnya, ElysianGo bekerja sama dengan travel agen Umrah dan Haji resmi yang telah memenuhi ketentuan perizinan dan regulasi yang berlaku. Seluruh kemitraan dikurasi dengan pendekatan kehati-hatian untuk memastikan layanan yang transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. ElysianGo tidak menggantikan peran travel agen, melainkan berfungsi sebagai platform pendamping dan penghubung berbasis teknologi yang memperkuat kesiapan serta perlindungan jamaah. Selain melayani jamaah, ElysianGo juga membuka peluang kerja sebagai affiliate Muslimpreneur bagi siapa pun yang ingin berkontribusi secara mandiri dan fleksibel. Program ini memungkinkan individu untuk bekerja secara freelance dari mana saja dengan memanfaatkan platform digital, tanpa terikat lokasi maupun jam kerja tetap. Melalui program affiliate ini, mitra Muslimpreneur berkesempatan memperoleh penghasilan berbasis komisi dari setiap paket Umrah atau Haji yang berhasil direferensikan, dengan potensi nilai hingga jutaan rupiah per transaksi sesuai skema yang berlaku. Seluruh proses dapat dijalankan secara digital cukup melalui ponsel atau perangkat pribadi sehingga membuka akses peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan visi ElysianGo dalam membangun ekosistem Umrah dan Haji yang tidak hanya aman dan terpercaya bagi jamaah, tetapi juga memberdayakan umat melalui peluang ekonomi yang etis, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai ibadah. “ElysianGo bukan sekadar platform perjalanan, melainkan sebuah komitmen agar tidak ada jamaah yang merasa sendirian dalam perjalanan ibadah yang seharusnya membawa ketenangan,” ujar Dhian Arinofa, Founder ElysianGo. Ke depan, ElysianGo terus memperkuat kesiapan teknologi, kemitraan strategis, serta pengembangan layanan sebagai bagian dari langkah menuju kehadiran yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun global dengan tetap menjaga etika dan kesakralan ibadah Umrah dan Haji.

Dampingi 36 Lembaga Pekebun Usulkan Bantuan Sarpras BPDP, Ini Tujuan Sinar Mas Sawit
Sawit
Senin, 06 Oktober 2025 | 22:35 WIB

Dampingi 36 Lembaga Pekebun Usulkan Bantuan Sarpras BPDP, Ini Tujuan Sinar Mas

Kubu Raya, katakabar.com - Sinar Mas mendampingi petani mitranya untuk mendapatkan program sarana dan prasarana (Sarpras) yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Soalnya, banyak tahapan prosedur harus dilakukan dan banyak dokumen yang harus diajukan oleh lembaga petani. Nana Suryana dari PSR Center of Excellence Sinar Mas menjelaskan, hingga saat ini Sinar Mas sudah mendamping lembaga pekebun mitranya mengusulkan 30 lembaga pekebun untuk intensifikasi, 4 lembaga pekebun verifikasi ISPO, dan 2 lembaga pekebun untuk infrastruktur jalan dan jembatan. "Tujuan pendampingan oleh perusahaan memberikan bimbingan, konsultasi dan pembinaan kepada pekebun dan lembaga pekebun untuk memenuhi persyaratan dokumen pengajuan sarpras BPDP," ujar Nana saat 5th IPOSC di Kubu Raya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin (6/10). Perusahaan mendampingi pekebun dan lembaga pekebun dalam proses pengajuan dan penyaluran sarpras sesuai job desknya. Di Sinar Mas dari kantor pusat ada PSR Center of Excellence dan unit-unit di kebun yang melakukannya. Aktivitas perusahaan adalah mensosialisasikan dan melatih unit kebun, pekebun dan lembaga pekebun; membantu menyusun dokumen persyaratan; koordinasi dengan instansi/lembaga terkait; mendampingi pelaksanaan kegiatan; mendampingi proses top up dan laporan penggunaan barang. Agar proses pengajuan sarpras BPDP berjalan cepat, lancar dan sesuai prosedur, diperlukan kerja sama pekebun, pengurus koperasi dan perusahaan. Masing-masing berperan sesuai tugasnya dan dilakukan monev secara periodik. Problem internal Sarpras bagi pekebun adalah untuk dokumen masih terdapat dokumen pekebun, lahan dan koperasi yang belum lengkap dan tidak sesuai serta penambahan dokumen persyaratan diluar yang ditentukan. Solusinnya dokumen pekebun data paling akurat tanpa editan. Dokumen lahan peta/foto udara dan koordinat disesuaikan dengan SHM. Suket HGU dan luar kawasan di urus sejak awal. Tim belum optimal bekerja ala kadarnya, solusi perlu PIC lintas unit yang ditetapkan, bertugas melengkapi dokumen sesuai Tupoksinya. Sosialisasi ke pekebun masih minim, solusi sosialisasi dan training input data ke unit kebun, pengurus koperasi dan pekebun. Aktivitas pemenuhan dokumen masih minim, terkendala kesediaan dana. Solusi koperasi mengajukan dana operasional, dana menjadi beban koperasi. Masalah ekternal sering terjadi perubahan dalam waktu cepat dan perlakukan kebijakan tiap daerah tidak seragam. Solusi perubahan kebijakan sarpras agar lebih adaptif, solutif dan berjangka panjang. Belum maksimal sinergitas antara K/L dalam sarpras, solusi memaksimalkan koordinasi satu pintu dengan instansi terkait. Belum ada SLA (Service Level Agreement) yang jelas kapan barang/jasa diterima lembaga pekebun sejak proses pengajuan, solusi mengawal SLA dengan instansi terkait, menyusun jadwal dan memastika PIC menjalankan tugasnya. Dalam verifikasi berjenjang sering terjadi perbedaan putusan antar instansi ketika verifikasi, butuh waktu lama, boros waktu, tenaga dan biaya. Solusi verifikasi bersama Disbun Kabupaten, Provinsi, Dirjenbun baik dokumen maupun lapangan.

Dampingi Kepala Negara Bertemu PM Malaysia, Budi Santoso: Kerja Sama Sektor Sawit Diperkuat Sawit
Sawit
Selasa, 28 Januari 2025 | 22:22 WIB

Dampingi Kepala Negara Bertemu PM Malaysia, Budi Santoso: Kerja Sama Sektor Sawit Diperkuat

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso dampingi Presiden RI, H Prabowo Subianto saat bertemu Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/1). Pertemuan kedua kepala negara sepakati penguatan kerja sama strategis, termasuk bidang perdagangan dan investasi. Diantaranya pengelolaan industri kelapa sawit yang menjadi komoditas utama kedua negara. “Di pertemuan, Presiden RI, H Prabowo Subianto mengatakan, setiap negara yang dikunjungi selalu mengatakan perlu kelapa sawit. Presiden pun berharap kerja sama Indonesia dan Malaysia untuk sektor ini dapat ditingkatkan,” ujar Mendag melalui siaran pers, dilansir dari laman EMG, Selasa (28/1). Indonesia dan Malaysia adalah produsen terbesar kelapa sawit dunia yang mencakup 80 persen dari produksi global. Itu sebabnya, Mendag R mengapresiasi dukungan Malaysia dalam peningkatan kerja sama di sektor kelapa sawit. Menurutnya, Kemendag siap menindaklanjuti berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama di sektor kelapa sawit. “Indonesia berharap kolaborasi Indonesia dan Malaysia tetap berlanjut untuk mengatasi munculnya hambatan-hambatan ekspor sawit baru di berbagai negara,” jelasnya. Malaysia adalah tujuan ekspor ke 6 dan sumber impor ke 5 bagi Indonesia. Pada periode Januari-November 2024, total perdagangan Indonesia dan Malaysia tercatat sebesar USD 21,06 miliar. Di periode ini, ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar USD 10,97 miliar sedangkan impor Indonesia dari Malaysia tercatat USD 10,09 miliar. Dengan demikian, pada periode tersebut, Indonesia masih mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD 882 juta.

Lembaga Internasional Dampingi Koperasi Sawit Biar Profesional Sawit
Sawit
Minggu, 10 November 2024 | 14:26 WIB

Lembaga Internasional Dampingi Koperasi Sawit Biar Profesional

Pangkalan Bun, katakabar.com - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah taja sosialisasi dan diskusi Pendampingan Tata Kelola Manajemen Keuangan dan Bisnis bagi Koperasi Pengelola Kelapa Sawit. Kegiatan sosialisasi di Aula DisperindagkopUKM ini diisi pemateri dari Agriterra, dihadiri koperasi-koperasi yang bergerak di sektor kelapa sawit dari Kecamatan Kotawaringin Lama dan Kumai.

Ardiansyah Dampingi Investor China Lihat Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bengkalis-Pakning Riau
Riau
Sabtu, 18 Mei 2024 | 07:52 WIB

Ardiansyah Dampingi Investor China Lihat Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bengkalis-Pakning

Bandar Laksamana, katakabar.com - Mewakili Bupati Bengkalis, Kasmarni, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah dampingi Investor dari China Head Contract Consultan Sino Road and Bridge Group Co (SRBGC), Ika Puspitasari bersama rombongan melakukan peninjauan titik koordinat rencana pembangunan Jembatan Bengkalis-Sungai Pakning, pada Jumat (17/5). Peninjauan perdana dilakukan di lokasi titik koordinat pasnya di Jalan Poros Desa Pangkalan Batang Barat, dan dilanjutkan peninjauan titik koordinat Jalan Provinsi di Desa Bukit Batu Kecamatan Bandar Laksamana. Pemerintah Kabupaten Bengkalis di bawah kepemimpinan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, sangat serius untuk mewujudkan jembatan Pakning-Bengkalis. Untuk itu, mohon doanya serta dukungan dari semua masyarakat Kabupaten Bengkalis. "Alhamdulillah, rencana pembangunan jembatan antara pulau Bengkalis dan Pulau Sumatera ini terjadi pada masa kepemimpinan Bupati Bengkalis Kasmarni dan Bagus Santoso. Di mana Bupati Bengkalis, Kasmarni berharap pembangunan jembatan ini benar-benar segera terwujud," ujar Kadis PUPR selepas dampingi Investor dari China. Di momen itu, Kadis PUPR menyakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sangat mendukung proses percepatan rencana pembangunan jembatan Pulau Bengkalis dengan pulau Sumatera ini bakal dibangun dari Investor dari China. "Saat ini kita lagi terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau kita sudah berbagi kerjasama dengan pemerintah provinsi Riau, dimana sekarang kita lagi menunggu DED-nya, sementara kita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sedang pembuatan Amdal dan pembebasan lahan," ulas Ardiansyah. Ardiansyah berharap, mudah-mudahan rencana pembangunan Jembatan Pulau Bengkalis pulau dan Sumatera ini segera terlaksana. Hal ini sesuai arahan atau instruksi Bupati Bengkalis, Kasmarni untuk segera dilakukan proses percepatan pembangunan jembatan Bengkalis-Sungai Pakning. "Kita berharap dengan kunjungan pertama dari rombongan investor dari China ini, proses percepatan pembangunan Jembatan Pakning-Bengkalis segera terwujud. Kita terus jalankan koordinasi dengan pihak investor, Provinsi Riau dan pusat supaya rencana pembangunan jembatan ini juga segera masuk Program Strategis Nasional (PSN)," terangnya. Investor dari China Head Contract Consultan Sino Road and Bridge Group Co (SRBGC), Ika Puspitasari menuturkan, hasil kunjungan pertama ini sangat bagus dan berjalan dengan lancar, semoga rencana pembangunan ini bisa segera diproses. Dan diharapkan juga rencana pembangunan jembatan ini segera masuk di PSN. "Kita pun sudah lihat titik koordinatnya, atau titik awal rencana pembangunan Jembatan antara Pakning-Bengkalis. Di mana titik koordinat as di pulau Bengkalis dari Jalan Poros Desa Pangkalan Batang Barat ke bibir pantai jaraknya 220 meter. Sedang, titik koordinat Jalan Provinsi Kecamatan Bandar Laksamana ke bibir pantai jaraknya 1080 meter," ucap Ika. Tenaga Ahli Infrastruktur Provinsi Riau, Ahmad Ismail berserta rombongan, kemudian Sekretaris Bappeda Bengkalis bersama rombongan turut hadir di kegiatan tersebut.

Gubernur Bengkulu Tekankan Minta Kades Lebih Peduli Petani Sawit Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 10 Oktober 2023 | 09:38 WIB

Gubernur Bengkulu Tekankan Minta Kades Lebih Peduli Petani Sawit

Bengkulu, katakabar.com - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengakui sering dapat laporan banyak petani kelapa sawit tidak dibimbing setelah dapat bantuan. "Saya sudah sering dapat laporan, banyak petani kelapa sawit tidak dibimbing setelah dapat bantuan. Itu sebabnya, bantuan tidak maksimal," jelas Rohidin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (10/10). Untuk itu, tegas Guburnur Bengkulu mengimbau agar para Kepala Desa (Kades) melakukan pendampingan kepada setiap petani kelapa sawit yang mendapatkan bantuan dari pusat. "Bantuan dari pusat itu, seperti bantuan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di mana petani kelapa sawit yang dapat bantuan kerap terlupakan oleh pemerintah desa," kata Rohidin. Menurutnya, bantuan tidak hanya dari pusat, tapi bantuan Pemprov bagi petani kelapa sawit melalui Baznas harus didampingi. Apalagi, progam bantuan yang diberikan lumayan banyak, seperti bedah rumah, alat bantu kesehatan kursi roda, tongkat bantu jalan dan alat bantu pendengar. “Bantuan bedah rumah misalnya, kalau bisa saya minta Pak Kades damping pelaksanaannya. Jangan dilepaskan begitu saja, harus dikelola dengan baik dan budidayakan gotong royong,” serunya. Wakil Bupati Bengkulu Selatan, H Rifai Tajuddin sampaikan terima kasih kepada Pemprov lantaran telah memberikan bantuan untuk petani sawit di daerahnya. "Kita meminta agar kepala desa bergerak untuk mengusulkan apa yang dibutuhkan warganya. Setelah bantuan diberikan, tolong didampingi," sebutnya.