Hindari 'Sarjana Salah Jurusan' Binus @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya dan Karir 2026 Nasional
Nasional
16 jam yang lalu

Hindari 'Sarjana Salah Jurusan' Binus @Bekasi Ungkap Strategi Orang Tua Hadapi Dilema Biaya dan Karir 2026

Bekasi, katakabar.com - Memilih perguruan tinggi di tahun 2026 bukan lagi soal "masuk mana", tapi lebih dari itu sebuah keputusan besar yang melibatkan kecemasan massal. Fenomena yang dikenal sebagai decision anxiety kini menjadi kenyataan yang menghantui banyak orang tua dan calon mahasiswa. Terlebih, dengan semakin banyaknya informasi dan pilihan, ditambah dengan ketidakpastian dunia kerja yang semakin dinamis, keputusan ini terasa jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya. Kekhawatiran ini diperparah dengan data career mismatch, yang menunjukkan 36 persen pemuda Indonesia bekerja di bidang yang tak sesuai dengan pendidikan yang dimiliki. Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah kenyataan yang memicu kecemasan besar, terutama bagi orang tua yang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk pendidikan anak mereka. Salah satu orang tua mahasiswa Binus @Bekasi, mengungkapkan perjalanan tersebut dimulai dari kekhawatiran yang sangat wajar. “Di awal, jujur kami cukup khawatir. Takut salah jurusan, takut anak tidak siap menghadapi dunia kerja, dan tentu saja mempertimbangkan biaya pendidikan yang cukup besar. Tetapi setelah melihat program-program di Binus yang langsung terhubung dengan dunia industri, saya mulai merasa ini adalah investasi yang tepat,” ucap Rosita. Semakin banyak orang tua yang kini melihat pendidikan tinggi bukan hanya sebagai biaya, tetapi sebagai investasi yang memberikan hasil nyata bahkan sebelum anak mereka lulus. Prof. Gatot Soepriyanto, Direktur Kampus Binus @Bekasi, menegaskan penawar terbaik untuk decision anxiety adalah kejelasan arah. Kejelasan arah ini menjadi hal yang sangat dicari oleh orang tua, yang ingin melihat anak mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan dunia kerja. “Orang tua saat ini tidak hanya bertanya anak saya belajar apa? tetapi anak saya jadi apa? Itu sebabnya, kami mengintegrasikan industri langsung ke dalam kelas kami, sebagai Business, Service dan Technology Campus,” ujar Prof. Gatot. Menurutnya, pengenalan industri sejak dini adalah "obat penenang" terbaik bagi decision anxiety yang banyak dirasakan orang tua. Selain memberi kejelasan arah karir, terangnya, Binus @Bekasi juga berusaha meredam tekanan finansial, yang sering menjadi salah satu sumber stres terbesar orang tua. Melalui Beasiswa EMAS (Empowering Achievement of Student), jelasnya, Binus memastikan pendidikan tetap dapat diakses tanpa mengurangi kualitas. Program beasiswa ini memberikan dukungan finansial untuk mengurangi kekhawatiran orang tua mengenai biaya kuliah yang tinggi. “Dengan adanya Beasiswa EMAS, orang tua bisa lebih fokus pada masa depan anak dan potensi mereka, tanpa merasa terbebani secara finansial. Beasiswa ini juga memberikan emas sebagai simbol investasi, mempertegas bahwa pendidikan adalah investasi yang dapat memberikan return dalam bentuk yang nyata, baik dari sisi finansial maupun karier,” beber Prof. Gatot. Dr. Istiani, M.Psi., Psikolog Binus University, menimpali proses pengambilan keputusan pendidikan sekarang ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Tekanan ganda, yakni keinginan orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi anak sementara juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial, menciptakan kecemasan yang luar biasa. “Orang tua saat ini menghadapi tekanan ganda: ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi juga harus memastikan keputusan tersebut aman secara finansial dan relevan dengan masa depan anak,” tutur Dr. Istiani. “Rasa yakin dalam memilih pendidikan sangat dipengaruhi oleh seberapa jelas orang tua melihat arah masa depan anak mereka," terangnya. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman industri, ekosistem pembelajaran yang relevan, serta dukungan bagi orang tua, Binus @Bekasi berupaya membantu orang tua melewati perjalanan ini dengan lebih tenang dan yakin. Pada akhirnya, keputusan pendidikan bukan hanya tentang memilih kampus, tetapi tentang bagaimana orang tua dan anak bisa melangkah dengan lebih yakin tanpa rasa takut yang berlebihan, dan dengan keyakinan bahwa mereka sedang berada di jalur yang tepat.

KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme, Seru Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA Default
Default
Rabu, 25 Februari 2026 | 12:07 WIB

KAI Divre I Sumut Larang Vandalisme, Seru Masyarakat Hindari Ngabuburit di Jalur KA

Medan, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatera Utara seru masyarakat menjaga keselamatan perjalanan kereta dengan menghentikan vandalisme, dan tidak beraktivitas di jalur rel selama Ramadhan. Langkah ini penting untuk melindungi keselamatan bersama serta memastikan operasional KA tetap aman dan lancar. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api sebagai aset transportasi publik milik bersama. Langkah ini mengedepankan pendekatan edukatif guna memastikan setiap rangkaian kereta dapat melaju dengan aman tanpa gangguan di sepanjang jalur. Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan sepanjang tahun 2025 tercatat masih terdapat 35 kasus pelemparan batu terhadap kereta api di wilayah Sumatera Utara. Angka ini menjadi catatan penting bagi perusahaan untuk terus merangkul masyarakat sebagai mitra utama dalam menciptakan ruang perjalanan yang ramah dan terlindungi. “Kami percaya keselamatan adalah tanggung jawab moral kita bersama, karena setiap tindakan meletakkan benda di atas rel atau melakukan pelemparan bukan sekadar merusak sarana kereta, melainkan risiko langsung bagi nyawa penumpang,” kata Anwar. KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan pelaku pelemparan dapat dikenai sanksi pidana berat. Berdasarkan KUHP Pasal 194 ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja membahayakan lalu lintas umum di jalur kereta api dapat dipidana penjara paling lama 15 tahun. Dan pada ayat (2) disebutkan, apabila perbuatan tersebut mengakibatkan korban jiwa, pelaku dapat dipidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. Selain melakukan Tindakan vandalism, Anwar juga mengingatkan warga untuk menghindari beraktivitas di sekitar jalur rel. Pada saat bulan Ramadan seperti sekarang, tidak sedikit warga yang mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau saat setelah sholat subuh dengan beraktivitas di sepanjang jalur kereta api. “Untuk itu, KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal tersebut, selain membahayakan diri sendiri juga melanggar pasal 181, UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” jelasnya. Area rel merupakan zona dinamis yang sangat berisiko untuk dijadikan tempat bermain atau berkumpul bagi warga. Kesadaran untuk menjauhi jalur aktif sangat diperlukan demi melindungi keselamatan jiwa pribadi sekaligus menjamin kelancaran operasional kereta. “Mari kita wujudkan kepedulian nyata dengan menjadi pelindung bagi keselamatan perjalanan diri sendiri dan kereta api melalui penghentian segala bentuk vandalisme di jalur rel. Kepedulian Bersama adalah jaminan bagi setiap penumpang untuk sampai ke tujuan dan kembali ke pelukan keluarga dengan selamat,” ajak Anwar.

Strategi Pengiriman Hampers Lebaran 2026, Catat Waktu Tepat Hindari Lonjakan Pengiriman Ekonomi
Ekonomi
Senin, 02 Februari 2026 | 10:00 WIB

Strategi Pengiriman Hampers Lebaran 2026, Catat Waktu Tepat Hindari Lonjakan Pengiriman

Jakarta, katakabar.com - Tradisi berbagi hampers telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Indonesia. Di momen ini biasanya masyarakat saling berbagi kue khas Lebaran ataupun pernak-pernik fungsional yang dikemas secara estetis. Dilansir dari JawaPos, produksi hampers Lebaran di bulan Ramadan umumnya melonjak hingga puluhan persen, terutama di H-10 Lebaran. Penentuan waktu pengiriman ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga memengaruhi makna, kesan, serta manfaat dari hampers yang diterima. Pengiriman yang tepat dapat membuat bingkisan terasa lebih relevan, personal, dan mampu memperkuat hubungan emosional antara pemberi dan penerima. Lima Waktu Ideal Mengirim Hampers Lebaran Berdasarkan panduan yang dibagikan Lokasoka, terdapat beberapa waktu yang dinilai paling tepat untuk mengirim hampers Lebaran, antara lain: 1. Dua minggu sebelum Lebaran (H-14)Pengiriman hampers Lebaran lebih awal memungkinkan proses distribusi berjalan lancar sekaligus menghindari kepadatan logistik menjelang Hari Raya. Waktu ini cocok untuk hampers kantor atau relasi bisnis. 2. Satu minggu sebelum LebaranPeriode ini menjadi waktu paling populer karena masih dekat dengan suasana Lebaran, sekaligus memberi ruang bagi penerima untuk menikmati isi hampers menjelang hari raya. 3. Sehari sebelum Lebaran (H-1)Meski tergolong mepet, pengiriman di waktu ini tetap dapat memberikan kesan spesial apabila pengelolaan logistik dilakukan dengan baik. 4. Hari H Idul FitriHampers Lebaran yang diberikan langsung saat silaturahmi Lebaran mampu menciptakan momen kejutan dan kebersamaan yang lebih hangat. 5. Setelah Lebaran di bulan SyawalPengiriman hampers pasca-Lebaran tetap relevan, terutama untuk memperpanjang suasana Idul Fitri sekaligus menjaga hubungan personal maupun profesional. Keuntungan Mengirim Hampers di Waktu Tepat Menentukan waktu pengiriman hampers dengan tepat memberikan sejumlah keuntungan, seperti meminimalisir risiko keterlambatan, menjaga kualitas produk tetap optimal, serta meningkatkan kesan positif bagi penerima. Selain itu, pengiriman yang terencana juga membantu pemberi hampers menghindari lonjakan harga dan keterbatasan stok menjelang Lebaran. “Di tengah padatnya arus logistik menjelang hari raya, waktu pengiriman hampers menjadi faktor krusial. Pengiriman yang tepat tidak hanya meminimalkan risiko keterlambatan, tetapi juga memengaruhi persepsi penerima terhadap ketulusan dan profesionalisme pemberi,” jelas tim Lokasoka. Konsultasikan jadwal pengiriman pengiriman hampers korporat Anda agar terhindar dari lonjakan logistik lebaran, di sini

Tips Menghindari Kucing Sakit Tetap Aktif dan Bahagia Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 29 Mei 2025 | 19:00 WIB

Tips Menghindari Kucing Sakit Tetap Aktif dan Bahagia

katakabar.com - Kesehatan kucing prioritas utama bagi setiap pemilik hewan peliharaan. Apalagi kucing yang memasuki fase dewasa bakal memiliki hubungan harmonis dengan pemiliknya jika sehat, aktif, dan ceria. Sedang, kucing sakit dapat menunjukkan perilaku menyendiri, kehilangan nafsu makan, hingga menolak untuk bermain. Di artikel ini, kita akan membahas berbagai tips efektif untuk menghindari kucing sakit serta pentingnya memilih makanan berkualitas seperti Deli-Joy Adult Immune dari Unicharm Pet Indonesia. Kucing sakit bisa disebabkan banyak faktor, meliputi: 1. Pola makan yang tidak seimbang 2. Kurangnya kebersihan kandang dan lingkungan 3. Infeksi virus atau bakteri 4. Kurangnya vaksinasi 5. Stres akibat perubahan lingkungan Mengetahui penyebab umum kucing sakit sangat penting agar kita bisa mengambil tindakan pencegahan sejak dini. Ciri-Ciri Kucing Sakit Perlu Diwaspadai 1. Perubahan Nafsu Makan Kucing sakit biasanya menunjukkan penurunan nafsu makan secara drastis. Jika kucing Anda tiba-tiba tidak mau makan, ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan. 2. Kelesuan dan Tidak Aktif Peliharaan kesayanganmu yang biasanya aktif dan senang bermain bisa berubah menjadi lebih diam dan sering bersembunyi saat kucing sakit. 3. Perubahan Pola Buang Air Perhatikan jika kucing buang air lebih sering, tidak teratur, atau menunjukkan kesulitan. Ini bisa mengindikasikan kucing sakit dengan masalah saluran kemih atau pencernaan.

Keramba Apung: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Agar Usaha Anda Tak Rugi! Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 10 Mei 2025 | 19:50 WIB

Keramba Apung: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Agar Usaha Anda Tak Rugi!

Jawa Timur, katakabar.com - Budidaya ikan dengan keramba apung menjanjikan, tapi bisa berujung rugi jika Anda melakukan kesalahan mendasar. Untuk itu, kenali lima kesalahan fatal yang sering terjadi agar usaha Anda tetap untung dan berkelanjutan. Usaha budidaya ikan dengan sistem keramba apung memang menjanjikan keuntungan menggiurkan. Potensi pasarnya besar, dan permintaannya terus ada. Tapi, dibalik potensi manis itu, ada risiko kerugian yang mengintai jika Anda tidak hati-hati. Banyak lho, pengusaha keramba apung yang akhirnya gigit jari karena melakukan kesalahan-kesalahan mendasar. Apakah Anda salah satunya, atau baru berencana memulai? Yuk, kenali 5 kesalahan fatal yang wajib Anda hindari! Investasi Awal, Nasib Akhir Membangun atau memilih keramba apung itu ibaratnya seperti memilih 'rumah' untuk ikan-ikan Anda. Rumah yang salah pilih, bocor di sana-sini, atau fondasinya tidak kuat, tentu akan membuat penghuninya (ikan) tidak nyaman, sakit, bahkan bisa hilang. Kesalahan dalam memilih dan mengelola 'rumah ikan' ini bisa berujung pada kerugian finansial yang tidak sedikit. Mulai dari biaya perbaikan yang terus-menerus, tingkat kematian ikan yang tinggi, hingga hasil panen yang jauh dari harapan.

Apel Karhutla Nasional 2025, Bupati Rohul: Mari Jaga dan Hindari Buka Lahan Dengan Membakar Riau
Riau
Selasa, 29 April 2025 | 20:16 WIB

Apel Karhutla Nasional 2025, Bupati Rohul: Mari Jaga dan Hindari Buka Lahan Dengan Membakar

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pemerintah Pusat atau Pempus lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB gelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla nasional tahun 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Selasa (29/4). Kegiatan ini bentuk keseriusan BNPB tanggulangi Karhutla. Di mana apel Karhutla dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Budi Gunawan didampingi Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto. Gubernur Riau, Abdul Wahid, Bupati Rokan Hulu Anton, ST MM bersama Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, turut hadir. Sedang, Bupati Rohul Rokan Hulu didampingi Sekda Rokan Hulu, Muhammad Zaki, Kasatpol PP Rokan Hulu, Gorneng, serta Kalaksa BPBD Rokan Hulu, Ridarmanto. Di kegiatan tersebut, Menkopolkam menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto terkait dengan Karhutla, di mana Presiden tidak ingin kebakaran lahan ini kembali menjadi isu nasional. "Presiden memberikan perhatian sangat besar terhadap isu kebakaran hutan. Ini lantaran dampaknya bukan hanya pada lingkungan dan kesehatan, tapi juga pada aspek politik kawasan, bahkan bisa memicu komplain atau gugatan dari negara-negara tetangga," ujar Budi Gunawan. Menurut Budi Gunawan, sebagai bentuk keseriusan, Kepala Negara telah membentuk Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Karhutla sejak 13 Maret 2025, yang dikoordinasikan Kepala BNPB bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Panglima TNI, serta Kapolri. Satgas ini bertujuan mempercepat, menguatkan, dan mengkoordinasikan upaya pencegahan serta penanganan karhutla secara nasional. "Semua kekuatan, baik pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, kementerian-lembaga, dunia usaha, dan masyarakat harus bersatu dalam satu komando untuk menekan kebakaran hutan hingga titik minimal, bahkan zero fire," jelasnya.

Hindari Diet Sembarangan, Genomic Testing Bantu Penuhi Gizi Seimbang Kesehatan
Kesehatan
Rabu, 26 Juni 2024 | 11:13 WIB

Hindari Diet Sembarangan, Genomic Testing Bantu Penuhi Gizi Seimbang

Jakarta, katakabar.com - Untuk mencapai diet yang sehat, penting untuk tidak hanya fokus pada pengurangan kalori, tapi memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang. Genomic Testing dapat membantu dalam proses ini dengan memberikan informasi yang spesifik mengenai bagaimana tubuh seseorang memproses dan memanfaatkan nutrisi tertentu. Jadi, Genomic Testing mampu merancang diet yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi individu, meningkatkan efektivitas dan keberhasilan diet sehat secara keseluruhan. Data dari Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan terjadi peningkatan penyakit diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2013, angka tersebut menunjukan peningkatan dari 6,9 persen menjadi sebesar 8,5 persen. Hal itu ditimbulkan dari dampak negatif obesitas pada seseorang. Mengetahui hal tersebut, maka perlu ada perhatian khusus terhadap pengendalian obesitas. Lebih dari 90 persen penderita diabetes mengalami kelebihan berat badan, melihat hal tersebut, diperlukan upaya penanganan melalui berbagai pendekatan mencakup pemberian edukasi dan konseling mengenai pola hidup sehat dan manajemen diet. Seorang yang mengalami obesitas sering kali memiliki tantangan kesehatan yang kompleks, seperti risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah lainnya. Untuk itu, pendekatan diet harus terarah dan berbasis pada kebutuhan individual, yang sebaiknya disesuaikan dengan bantuan profesional seperti ahli gizi atau dokter. Pemilihan jenis diet yang tepat untuk seseorang yang mengalami obesitas dapat melibatkan faktor-faktor seperti tingkat aktivitas fisik, riwayat kesehatan, preferensi makanan, dan potensi masalah kesehatan lainnya. Pola diet yang tidak teratur dan cenderung melakukan diet sendiri tanpa pengawasan ahli, sering tanpa disadari bahayanya. Apabila melakukan diet sendiri, seseorang tidak dapat mengetahui komposisi tubuhnya tersebut, karena kalau hanya bertumpu pada berat badan saja, hal tersebut tidak menggambarkan apapun. Padahal penurunan yang dibutuhkan yaitu penurunan lemak dalam tubuh. Resiko lainnya apabila melakukan diet tanpa pantauan ahli, akan terjadi ketidakseimbangan nutrisi seperti vitamin dan mineral maupun elektrolit yang dapat menganggu kesehatan seserang. Menanggapi masalah obesitas yang semakin mengkhawatirkan ini, penting bagi masyarakat untuk memahami konsep diet yang sehat. “Diet yang sehat tidak hanya tentang mengurangi kalori, tapi perhatikan keseimbangan nutrisi yang tepat," kata dr Putri Sakti SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi di ZAP Health. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk memulai diet yang sehat adalah dengan melakukan tes komposisi tubuh, dengan tujuan untuk mengetahui komposisi lemak tubuh, massa otot, dan lainnya. Terus, hasil tes komposisi tubuh tersebut dapat dianalisis lebih lanjut, bahkan apabila dibutuhkan dapat dilakukan tes laboratorium yang bertujuan untuk menunjang meal plan. Selain tes komposisi tubuh, dapat juga dilakukan tes genomik. Tes genomik adalah tes yang dilakukan melalui DNA untuk mengetahui potensi atau resiko terhadap penyakit, kekurangan atau kelebihan vitamin dan mineral tertentu. Tes ini, bisa untuk mendeteksi sensitivitas terhadap konsumsi produk tertentu seperti, susu sapi, gluten, produk gantum, dan lainnya. Dengan tes genomik dapat mengetahui peran genetik pada tubuh seseorang dalam metabolisme terhadap obat obatan yang biasa disebut dengan tes pharmacogenomic untuk mengetahui kecocokan penggunaan obat pada tubuh seseorang. Pada tes ini dapat menyesuaikan genetik seseorang terhadap lifestyle, seperti jenis olahraga yang tepat, resiko cidera, genetik terhadap kesehatan kulit bahkan penyakit dimasa depan atau diusia lanjut. Terlebih lagi bisa mengetahui resiko alergi pada kulit, pernafasan, dan lainnya. Setelah melakukan genomic testing, langkah selanjutnya adalah mengatur pola makan atau asupan dengan meal plan, yang disesuaikan dengan hasil tes komposisi tubuh. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan secara personal. Tes Genonik tersebut bisa didapatkan dengan mengikuti program slimming oleh Dokter Spesialis Gizi yang telah tersedia di ZAP Health dan ZAP Premiere. Harga untuk program tersebut, mulai dari Rp 499,000. ZAP Health hadir dengan berbagai pilihan perawatan preventif seperti IV Drips, Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan gizi, dengan enggabungkan konsep hospitality terbaik dan medical. Program slimming tersebut bisa dilakukan oleh anak-anak maupun pada orang dewasa, program slimming tidak hanya dibutuhkan bagi orang-orang yang memiliki berat badan berlebih, tapi pada orang yang memiliki berat badan ideal namun masa komposisi tubuhnya tinggi lemak dan ototnya rendah atau yang biasa disebut skinny fat. Untuk informasi lengkap mengenai program slimming dapat mengunjungi akun Instagram ZAP Health @zaphealth dan juga ZAP Premiere @zappremiere. Kontak: Untuk keperluan wawancara dan peliputan ZAP Clinic, silakan menghubungi Safira Adlina di nomor 089616999670 atau korespondensi email lewat safira.andriani@zap.co.id.

Ups, Uni Eropa Selidiki Biodiesel Indonesia Diduga Hindari Bea Masuk Nusantara
Nusantara
Selasa, 22 Agustus 2023 | 16:27 WIB

Ups, Uni Eropa Selidiki Biodiesel Indonesia Diduga Hindari Bea Masuk

Belgia, katakabar.com - Uni Eropa kabarnya gelar penyelidikan untuk mengetahui apakah biodiesel Indonesia berupaya menghindari bea masuk Uni Eropa dengan mengirimkannya melalui China dan Inggris. Uni Eropa mengatakan hal itu pada Kamis (17/8) dilansir dari laman voaindonesia.com, pada Selasa (22/8). "Pihaknya gelar penyelidikan untuk mengetahui apakah biodiesel Indonesia berupaya menghindari bea masuk Uni Eropa dengan mengirimkannya melalui China dan Inggris." Uni Eropa adalah tujuan terbesar ketiga Indonesia untuk produk minyak kelapa sawit dan pasar penting untuk biodieselnya, yang dibuat dari minyak sawit. Ditambah lagi, Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Uni Eropa melakukan penyelidikan tersebut sebagai tindak lanjut atas permintaan dari Dewan Biodiesel Eropa, sebuah asosiasi produsen Eropa. "Permintaan itu punya bukti yang cukup bahwa tindakan balasan yang ada pada impor produk yang bersangkutan ditangkal oleh impor produk yang sedang diselidiki," sebut Komisi Eropa dalam jurnal resmi Uni Eropa. "Perubahan pola perdagangan yang melibatkan ekspor dari Indonesia dan Republik Rakyat China dan Inggris ke Uni (Eropa) terjadi setelah adanya penerapan tindakan balasan yang berlaku," jelasnya. Pemerintah Indonesia bakal pantau penyelidikan dan mengambil langkah-langkah stratergis jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Djatmiko Bris Witjaksono, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Indonesia, mengatakan kepada Reuters, pada Jumat (18/8) lalu. Di pekan lalu, pemerintah meminta sesi konsultasi terkait sengketa WTO dengan Uni Eropa atas pengenaan bea masuk atas impor biodiesel dari Indonesia. Ditanya tentang situasi ini, juru bicara Komisi Eropa menjelaskan kepada wartawan, Uni Eropa yakin sejumlah bea yang diterapkan kepada Indonesia sepenuhnya sesuai dengan aturan WTO dan Uni Eropa siap untuk membahas masalah ini dengan Indonesia. Hubungan perdagangan antara Uni Eropa dan Indonesia memanas akhir-akhir ini setelah blok negara-negara Eropa tersebut membatasi impor komoditas yang terkait dengan deforestasi. Aturan tersebut diperkirakan akan memangkas impor minyak sawit Uni Eropa dari pemasok utama dunia, yakni Indonesia dan Malaysia. Menyambut penyelidikan Komisi Eropa, Dewan Biodiesel Eropa menuturkan, diperkirakan impor yang menghindari bea dapat merugikan Uni Eropa pada tahun lalu sekitar 221 juta euro atau sekitar Rp3,68 triliun dengan kurs saat ini. Asosiasi itu bekerja sama dengan otoritas Uni Eropa untuk mengatasi tuduhan penipuan impor biodiesel dari China, tambahnya dalam sebuah pernyataan. Jerman di awal tahun ini meminta Komisi Eropa untuk menyelidiki pengiriman dari China di tengah kekhawatiran industri bahwa biodiesel impor yang dinyatakan berdasarkan bahan baku daur ulang mungkin mengandung minyak yang lebih murah.