Labusel
Sorotan terbaru dari Tag # Labusel
Holding PTPN Genjot Kesadaran Kesehatan Masyarakat Lewat Seminar RS Sri Pamela Torgamba
Labusel, katalabar.com - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi mesti terus digenjot atau ditingkatkan. Lantaran itu, RS Sri Pamela Torgamba, salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara, gelar Seminar Kesehatan angkat tema “Deteksi Dini Kanker Serviks” di Dlab 2. Kegiatan ini dihadiri Ibu Distrik Dlab 2 dan Ibu Desmayanti Arsam selaku Ketua IKBI Grup Labuhan Batu Selatan. Seminar ini menghadirkan narasumber dr. Daniel Sembiring, Spesialis Kandungan dari RS Sri Pamela Torgamba, yang memberikan edukasi komprehensif mengenai pentingnya deteksi dini kanker serviks, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Di kegiatan ini hadir pula Kepala RS Sri Pamela Torgamba, dr. Efni Mulkan Hasibuan, MKM, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat. Acara ini juga didampingi oleh dr. Septi bersama tim tenaga kesehatan yang turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan seminar. Dalam pemaparannya, dr. Daniel Sembiring, menekankan kanker serviks salah satu penyakit yang dapat dicegah apabila dilakukan deteksi dini secara rutin, seperti melalui pemeriksaan IVA maupun Pap Smear. "Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri," ujarnya. Melalui kegiatan ini, kata dr. Daniel, RS Sri Pamela Torgamba berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program promotif dan preventif.
Holding PTPN Dorong Sawit Rakyat Produktif, PT RPN Ajari 99 Pekebun Labusel
Medan, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) terus perkuat komitmen peningkatan kapasitas petani sawit rakyat. Bersinergi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, PT RPN taja pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi 99 pekebun asal Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara. Kegiatan di Medan pada 22–26 September 2025 lalu itu, bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, dan manajerial pekebun agar mampu mengelola kebun secara produktif, efisien, dan berkelanjutan. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang memiliki kompetensi tinggi di bidang riset dan pengembangan kelapa sawit nasional. Kepala PPKS PT RPN, Winarna, menyampaikan pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para pekebun terpilih untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan. “Kesempatan ini tidak datang dua kali. Peserta harus memaksimalkan pelatihan untuk menggali informasi dan keterampilan teknis. Setelah pelatihan, saya berharap komunikasi tetap terjalin karena tantangan budidaya sawit terus berkembang, dari hulu sampai hilir,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya membangun jejaring kolaboratif antara peserta dan narasumber agar setiap persoalan teknis di lapangan dapat dipecahkan secara cepat dan efektif. Sementara, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Baginda Siagian, menjelaskan produktivitas kebun sawit rakyat saat ini masih jauh di bawah potensi maksimalnya. “Produktivitas pekebun masih di kisaran 3,3 sampai 3,5 ton CPO per hektare per tahun, padahal potensinya bisa mencapai 5 hingga 6 ton. Melalui pelatihan ini, kami ingin mempercepat perbaikan di lapangan, demi kesejahteraan pekebun dan peningkatan daya saing sawit nasional,” jelasnya. Kata Baginda, dari total 16,8 juta hektare lahan sawit di Indonesia, sekitar 42 persen atau 6 juta hektare dikelola oleh pekebun rakyat. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat pekebun menjadi langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan sektor sawit nasional. Dari sisi daerah, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Labusel, Sabrina Pulungan, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang menyasar langsung pekebun lokal. “Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan pekebun. Saya harap para peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Ilmu yang diperoleh harus bisa langsung diterapkan dan dibagikan kepada pekebun lainnya,” ucapnya. Ditegaskan Sabrina, sektor kelapa sawit memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan sumber devisa negara. Tetapi, berbagai tantangan seperti isu keberlanjutan dan produktivitas rendah harus dijawab dengan peningkatan kapasitas dan penerapan praktik budidaya yang baik.
Genjot Produktivitas, RPN Latih Pekebun Labusel Teknis Budidaya Sawit
Medan, katakabar.com - Total 99 pekebun sawit dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan atau Labusel, Provinsi Sumatera Utara mengikuti pelatihan tentang 'Teknis Budidaya Kelapa Sawit', yang ditaja PT Riset Perkebunan Nusantara atau RPN lima hari lamanya, mulai 22 hingga 26 September 2025, di salah satu hotel ternama di Kota Medan. Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, dan Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun Kementerian Pertanian ini, bertujuan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pekebun kelapa sawit. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari narasumber ahli di bidangnya yang didatangkan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS, serta berkesempatan mengunjungi kebun PPKS Unit Marihat. Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN, Dr. Winarna, mengutarakan pelatihan ini kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. "Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, serap dan gali informasi terkait teknis budidaya kelapa sawit dari para narasumber sehingga dapat meningkatkan produktivitas," ujarnya melalui rilis tertulis, Jumat (26/9. Dilansir dari laman SINDONews, Jumat sore, Winarna berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan, dan menjaga komunikasi setelah pelatihan. "Banyak persoalan yang harus dibedah, dan dicari solusinya mengenai budidaya kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan hingga panen. Kami berharap komunikasi tetap terjalin untuk saling berbagi dan mengatasi masalah," jelasnya. Menurutnya, produktivitas kelapa sawit nasional, khususnya di tingkat petani, masih tergolong rendah, padahal potensi untuk mencapai 30 ton Tandan Buah Segar atau TBS per hektare per tahun sangat mungkin ditingkatkan. "Melalui pelatihan ini, kita bisa maju bersama dan mencapai kesetaraan produksi serta produktivitas di tingkat petani sawit," ucapnya. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ir. Baginda Siagian, aminkan Winarna. Ia menyatakan secara virtual, salah satu tantangan terbesar sektor ini adalah produktivitas yang masih rendah, yakni 3,3 hingga 3,5 ton CPO (Crude Palm Oil) per hektare per tahun. Padahal, potensinya bisa mencapai 5 hingga 6 ton CPO per hektare per tahun. "Melalui kerja sama dengan BPDPKS, Ditjenbun, dan lembaga pelatihan seperti PT RPN, kita berupaya meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani," terang Baginda. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM atau Sumber Daya Manusia petani, mengingat 42 persen setara 6 juta hektare dari total 16,8 juta hektare lahan sawit nasional dikelola oleh petani rakyat.
Ombudsman Sesalkan Mogok Dokter Spesialis RSUD Kotapinang, Pasien Terancam Jadi Korban
Ombudsman RI Perwakilan Sumut menyesatkan dokter mogok di Labusel berakibat terganggunya layanan dan hak pasien