Luas

Sorotan terbaru dari Tag # Luas

Teknologi Drone Thermal Cegah Kebakaran di Perkebunan Luas Tekno
Tekno
Jumat, 20 Februari 2026 | 17:31 WIB

Teknologi Drone Thermal Cegah Kebakaran di Perkebunan Luas

Jakarta, katakabar.com - Indonesia menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan yang signifikan setiap tahunnya, dengan lebih dari 500 kasus terjadi di berbagai wilayah. Pengawasan konvensional, seperti patroli manual dan menara pengawas, memiliki keterbatasan cakupan dan jarak pandang, serta membutuhkan tenaga kerja yang besar. Drone termal yang dapat beroperasi rutin secara otomatis seperti DJI Dock 3 (M4TD) dapat mendeteksi titik api dan asap secara konsisten bahkan di area luas dan berisiko tinggi. Analisis AI memproses data visual dan thermal untuk mengidentifikasi hotspot, sementara notifikasi dikirim langsung ke DJI FlightHub 2, mempercepat koordinasi respons di lapangan. “Sistem drone otomatis mampu deteksi dini sebelum api meluas, sehingga langkah pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan terarah,” ujar Halo Robotics, distributor DJI Dock 3 di Indonesia. Implementasi sistem drone otomatis menghadirkan sejumlah manfaat, antara lain: - Deteksi hotspot real-time, memungkinkan identifikasi dini sebelum kebakaran meluas. - Respons lebih cepat, dengan notifikasi langsung ke command center. - Patroli otomatis terjadwal, untuk pengawasan rutin yang konsisten. - Dokumentasi visual presisi tinggi, mendukung investigasi dan audit. - Efisiensi biaya operasional, dibandingkan patroli manual berskala besar. Penggunaan drone otomatis untuk pencegahan kebakaran di perkebunan luas menunjukkan arah transformasi pengawasan lingkungan yang lebih cepat, efisien, dan berbasis data, mendukung industri perkebunan, kehutanan, dan lembaga konservasi melakukan mitigasi risiko secara efektif.

Pasca Putusan WTO Harapan Pengusaha Sawit Bisa Buka Akses Pasar Lebih Luas ke UE Sawit
Sawit
Kamis, 30 Januari 2025 | 14:50 WIB

Pasca Putusan WTO Harapan Pengusaha Sawit Bisa Buka Akses Pasar Lebih Luas ke UE

Medan, katakabar.com - Keberhasilan pemerintah membuktikan diskriminasi sawit oleh Uni Eropa (UE) pada sengketa dagang di Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (Dispute Settlement Body World Trade Organization/DSB WTO) disambut gembira Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (apindo) Sumatera Utara (sumut) Bidang Pertanian dan Perkebunan, Usli Sarsi. “Putusan Panel WTO itu sebagai dasar agar UE tidak sewenang-wenang memberlakukan kebijakan yang diskriminatif terhadap sawit,” ujar CEO Mahkota Group Tbk melalui keterangannya, dilansir dari laman EMG, Kamis (30/1). Sebekumnya, Panel WTO memutuskan UE melakukan diskriminasi dengan memberikan perlakuan yang kurang menguntungkan terhadap biofuel berbahan baku kelapa sawit dari Indonesia dibandingkan dengan produk serupa yang berasal dari UE seperti rapeseed dan bunga matahari.

Kebun Kelapa Sawit Luas di Kalimantan Timur Berkontribusi Turunkan Emisi GRK Sawit
Sawit
Senin, 09 September 2024 | 16:36 WIB

Kebun Kelapa Sawit Luas di Kalimantan Timur Berkontribusi Turunkan Emisi GRK

Samarinda, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal menyatakan, areal perkebunan kelapa sawit terbentang luas 1.345.364 hektar tersebar di provinsi ini punya kontribusi besar menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) atau pemanasan global. Di Provinsi Kalimantan Timur, ujar Ence, terdapat ratusan perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 2.317.795 hektar dari total 342 IUP, sedang hak guna usaha (HGU) seluas 1.263.745 hektar dari 240 HGU.

Binus University Ingin Sumber Daya dan Koneksi Luas Pondasi Bagi Mahasiswa Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 18 Juli 2024 | 07:49 WIB

Binus University Ingin Sumber Daya dan Koneksi Luas Pondasi Bagi Mahasiswa

Jakarta, katakabar.com - Binus University ingin sumber daya, dan koneksi yang luas menjadi pondasi bagi mahasiswa untuk menggapai impian. Tujuannya agar alumni Binus punya bekal kuat untuk menghadapi persaingan di industri kerja. Komitmen ini dirasakan betul Nadya Tyandra, alumni School of Computer Science Binus University yang baru lulus pada 2024 ini.

Luas Kebun Rakyat Terus Menyusut di Mukomuko, Ini Penyebabnya Nasional
Nasional
Selasa, 26 September 2023 | 21:40 WIB

Luas Kebun Rakyat Terus Menyusut di Mukomuko, Ini Penyebabnya

Mukomuko, katakabar.com - Luas kebun kelapa sawit rakyat terus menyusut di Kabupaten Mukomuko. Masalahnya bukan lantaran dikonversi ke tanaman lain, tapi bikin terenyuh kepemilikan beralih ke perusahaan perkebunan "Prihatinan dengan peningkatan luas lahan kebun kelapa sawit masyarakat dikuasai perusahaan kelapa sawit. Fenomena ini terjadi disebabkan banyak petani memilih menjual kebun sawit mereka kepada perusahaan besar," ujar Bupati Kabupaten Mukomuko, Sapuan. Menurutnya, penjualan lahan kebun kelapa sawit oleh masyarakat setempat kepada perusahaan kelapa sawit langkah yang sangat merugikan. Konsekuensinya, masyarakat yang telah menjual lahan mereka kini tidak memiliki lahan untuk berkebun. "Sangat disayangkan banyak masyarakat menjual kebunnya ke perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dampaknya, mereka terpaksa mencari sumber mata pencaharian yang lain," cerita Orang Nomor Satu di Kabupaten Mukomuko ini, dilansir dari laman elaeis.co, pada Selasa (26/9). Sedihnya lagi, ulas Sapuan, masyarakat kehilangan lahan kebun terpaksa merambah hutan lindung di sekitar Kabupaten Mukomuko. "Tindakan ini tidak hanya merugikan ekosistem, tapi mengancam kesejahteraan masyarakat," jelasnya. Sejumlah aktivis lingkungan setempat suarakan keprihatinan tentang masalah ini. Mereka mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas untuk melindungi lahan berharga dan ekosistem yang terancam disebabkan deforestasi yang semakin meluas. Aktivis lingkungan Mukomuko, Siti Rahma, menuturkan keprihatinan terus berkurangnya lahan hijau di wilayah itu. "Perlu ada langkah konkret untuk melindungi kawasan hutan agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang," harapnya. Kampanye dan program penghijauan harus digalakkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan konservasi dan hutan lindung, terangnya.

Potensi Sangat Prospek, Ini Luasan Perkebunan Kelapa Sawit di Madina Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 09 September 2023 | 19:31 WIB

Potensi Sangat Prospek, Ini Luasan Perkebunan Kelapa Sawit di Madina

Panyabungan, katakabar.com - Potensi perkebunan kelapa sawit sangat prospek di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Hal ini bisa dilihat dari luasan perkebunan di 'Negeri Gendang Sembilan' nama lain dari Kabupaten Mandailng Natal. Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal tahun 2021 lalu, lahan perkebunan yang dikelola rakyat seluas 15.912 hektar berstatus TM dari luas keseluruhan 19.086 hektar. Lantaran itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal yang dinakhodai Sukhairi-Atika (SUKA) saat ini tengah berupaya keras menghadirkan investasi pendirian Pabrik Minyak Sawit Tanpa Uap (PMTU) di Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara. "Upaya menghadirkan Pabrik Minyak Sawit Tanpa Uap (PMTU) berdiri di Kabupaten Mandailing Natal sudah dilakukan dari Januari 2023 lalu," dilansir dari laman website resmi Pemkab Mandailing Natal, pada Sabtu (9/9). Konon kabarnya pabrik ini kelak didirikan satu perusahaan (investor) bersama sejumlah koperasi yang dibentuk para petani kelapa sawit. Sejauh ini tim dari Pemkab Madina telah melakukan komunikasi dengan PT. Nusantara Green Energy (NGE) anak perusahaan PT. Agro Investama selaku investor. Di sisi lain, tim Pemkab Madina tengah melakukan inventarisir para petani cikal bakal sejumlah koperasi di kawasan Pantai Barat untuk menjadi bagian pemegang saham pabrik. Ini upaya meningkatkan nilai tambah bagi keluarga petani kelapa sawit, sebab selain memperoleh hasil dari kebun bisa menerima tambahan pendapatan yang berasal dari keuntungan pabrik. "Selama tujuannya untuk peningkatan perekonomian, pemerintahan SUKA terus membuat terobosan dengan tetap mengedepankan potensi daerah," ujar Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution saat itu. Terobosan- terobosan seperti ini kata Atika, terkadang butuh waktu. Itu sebabnya, kami berharap koordinasi yang bagus dan butuh support dari masyarakat. "Mohon doanya tidak ada kendala yang terlalu berarti sehingga dapat segera terbangun apa yang kita canangkan," Wabup Madina ini optimis impian bisa terwujud. Staf Khusus Bupati Madina Bidang Ekonomi, Irwan H. Daulay bersama Ketua Dewan Riset dan Inovasi Daerah, Irwansyah Nasution menimpali, kalau tidak ada kendala, pembangunan pabrik dimulai di pertengahan 2023n PMTU ini berbeda dengan PMKS (Pabrik Kelapa Sawit) konvensional yang menghasilkan CPO. PMTU ini disebut dengan istilah Steam-less Palm Oil Teknologi dan Impurities Removal Unit (SPOT dan IRU) dengan menggunakan metode dry process (bukan wet process sebagaimana PKS konvensional). Teknologi PMTU ini tidak menghasilkan limbah cair sawit (POME). Emisi karbon yang dihasilkan berkisar 79,1 persen lebih rendah dibandingkan dengan proses model PKS. Produk yang dihasilkan disebut Super Palm Oil (SPO) dengan kandungan vitamin dan gizi tertinggi diantara semua minyak makan yang ada di bumi ini. Turunan dari SPO ini disebut “functional products” lantaran berkemampuan untuk menurunkan masyarakat kekurangan gizi dan stunting (kerdil). Saat ini pabrik pertama yang dikembangkan PT. NGE sedang dalam tahap pembangunan di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi bersama dengan koperasi yang didirikan para petani sawit dan ditargetkan sudah produksi tahun 2023 ini. Cerita Irwan, dari komunikasi dengan PT NGE, beberapa tahapan yang perlu segera dipersiapkan Pemkab Mandailing Natal, yakni pembentukan tim dari unsur pemerintah daerah, meliputi OPD dan instansi yang berurusan dengan perencanaan daerah, kebun sawit rakyat, pendirian koperasi petani sawit, sisi perdagangan, pertanahan dan perizinan. "Tim bertugas untuk mendata luasan kebun sawit rakyat yang berstatus Tanaman Menghasilkan (TM). Soalnya, untuk pendirian satu pabrik membutuhkan kebun seluas 3.500 hektar. Di mana tingkat produktivitas tanaman sawit berkisar diatas 20 ton Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit per hektar per tahun. "Kalau belum tercapai di level itu, perlu langkah-langkah remediasi agar para petani bisa memperoleh pendapatan yang baik (Poverty Alleviation)," jelasnya. Kelak sambung Irwan, para pemilik kebun berhimpun dalam satu atau dua koperasi yang nantinya berperan sebagai pemasok TBS dan sekaligus sebagai pemilik usaha PMTU ini bersama PT. Agro Investama. Kehadiran pabrik ini kelak diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani sawit baik dari harga TBS yang lebih stabil di atas harga pasar maupun keuntungan sebagai pemilik saham bersama pihak PT. NGE Agro Investama. Tak kalah penting tambahnya, bagi Kabupaten Madina dapat memenuhi kebutuhan sendiri minyak sawit bermutu tinggi bermerk lokal ramah lingkungan dan memasarkannya bagi daerah sekitar dan luar negeri.

Perkebunan Sawit Sangat Luas, Ini Impian Masyarakat Kabupaten Paser Nasional
Nasional
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:04 WIB

Perkebunan Sawit Sangat Luas, Ini Impian Masyarakat Kabupaten Paser

Tana Paser, katakabar.com - Masyarakat Kabupaten Paser Kalimantan Timur punya impian memiliki alat pengolahan sawit mini berkapasitas 500 hingga 700 kilogram Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit per jam. Tujuannya sederhana biar hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik petani swadaya tidak busuk lantaran terlambat dibawa ke pabrik. Saat ini kelapa sawit jadi komoditas primadona bagi masyarakat Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Alasnya, lantaran budidaya yang tergolong mudah dibanding komoditas lain, dan tanaman kelapa sawit dinilai prosfek dan menjanjikan di mana hasilnya bisa dinikmati jangka panjang. "Kelapa sawit bisa diolah jadi ratusan produk, seperti minyak goreng, sabun hingga bahan bakar biodiesel. Itu sebabnya, petani meyakini kelapa sawit menjanjikan masa depan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (26/8). Provinsi Kalimantan Timur memiliki areal kebun kelapa sawit seluas sekitar 1,4 juta hektar, urutan kelima perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Sementara, Kabupaten Paser areal perkebunan kelapa sawit seluas 201.168,42 hektar. Boleh jadi masih berpotensi bertambah luas. "Kabupaten Paser punya potensi perkebunan kelapa sawit sangat besar. Tapi, para petani swadaya masih terbelit sejumlah permasalahan yang cukup mempengaruhi penghasilan mereka, meliputi jarak tempuh yang jauh, Tandan Buah Segar (TBS) rentan busuk disebabkan terlambat saat pengangkutan ke pabrik, ditambah pula dugaan permainan harga," ujarnya. Menurutnya, umur simpan TBS kelapa sawit maksimum cuma 24 jam. Untuk siasatinya agar tidak keburu busuk sebelum sampai di pabrik, beberapa petani panen TBS kelapa sawit yang belum matang atau masih muda. Akibatnya TBS dibeli murah atau bahkan ditolak oleh pabrik kelapa sawit. "Hal itu berimbas pada pendapatan petani kelapa sawit," jelasnya. Untuk mengatasi masalah itu sambungnya, petani kelapa sawit mesti bisa mengolah sendiri hasil panen di kebunnya. "Kami mengapresiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang melaksanakan workshop dan sosialisasi pengolahan TBS kelapa sawit menjadi Pra-CPO baru-baru ini. Apa yang disampaikan di kegiatan bisa menjadi solusi dan meningkatkan daya tawar petani swadaya," bebernya. Para petani swadaya ingin mengolah sendiri TBS kelapa sawit di sekitar perkebunan. Lantaran itu, Adi berharap BPDPKS membantu fasilitasi pengadaan alat pengolahan sawit mini. "Semua stakeholder hendaknya membantu para petani swadaya di Kabupaten Paser. Itu tadi agar hasil panen meningkat dan berdampak meningkatnya pendapatan para petani kelapa sawit," tandasnya.