Mata

Sorotan terbaru dari Tag # Mata

Bitcoin Meroket ke Rekor Tertinggi Baru di $118.000, Altseason di Depan Mata? Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:08 WIB

Bitcoin Meroket ke Rekor Tertinggi Baru di $118.000, Altseason di Depan Mata?

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin cetak rekor baru lagi pada 10 Juli 2025 lalu, tembus level $113.000 hingga $118.600 per BTC. Bitcoin kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun, sejajar dengan aset paling berharga di dunia. Beberapa faktor penggerak utama meroketnya harga Bitcoin kali ini adalah arus dana institusional dari perusahaan-perusahaan ternama seperti BlackRock, Fidelity, serta ARK Invest yang makin gencar melalui produk ETF Bitcoin. Kebijakan pro-kripto di Amerika Serikat, serta dukungan yang vokal dari presiden AS, Donald Trump untuk Bitcoin Strategic Reserve juga menjadi pemicu sentimen positif di pasar. Kenaikan cepat yang disertai likuidasi yang besar pada posisi short Bitcoin telah menghasilkan short squeeze yang mendorong harga lebih tinggi. Data dari CoinGlass menunjukkan ribuan akun mengalami margin call, yang mempercepat momentum naiknya BTC. Beli Bitcoin dan aset crypto lainnya di platform jual beli aset kripto Bybit dengan mudah dan aman. Jika melihat pola historisnya, harga Bitcoin yang naik digabung dengan menurunnya dominance, biasanya menjadi indikator yang menunjukkan permulaan dari “Altseason” atau Altcoin Season. Altseason adalah kondisi di mana harga aset kripto selain Bitcoin meroket. Beberapa tanda-tanda bahwa Altcoin dirumorkan semakin mendekat adalah: 1. Turunnya Bitcoin Dominance dari 66 persen ke sekitar 64,5 persen hingga 65 persen, yang membuka peluang aliran dana ke altcoin. 2. Kapitalisasi pasar altcoin yang mendekati angka $1.2 triliun dan banyaknya altcoin yang mengalami kenaikan harga di atas 25% dalam 90 hari terakhir. 3. Performa Ethereum yang solid dan rebound menembus $2.900 dengan potensi melaju ke $3.000-$3.500. Beberapa pakar menilai dengan dominasi Bitcoin yang masih berkisar di 60 persen, Altseason kali ini mungkin akan terjadi secara bertahap dan lebih selektif dari sebelumnya. Dengan Altseason yang dirumorkan akan segera tiba, tentunya menyiapkan strategi investasi yang baik dapat menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas trading para investor. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan pada strategi investasi dalam altseason: 1. Lakukan diversifikasi aset kripto. Alokasikan dana tidak hanya pada BTC, namun juga ke altcoin lain yang memiliki fundamental kuat. 2. Pantau indikator-indikator kunci untuk dapat memahami pola yang biasanya terjadi pada altseason sebelumnya. 3. Hati-hati terhadap hype yang tidak valid. Lakukan terus DYOR pada semua aset, tidak terkecuali pada aset-aset kripto yang baru bermunculan pada cycle ini agar tidak terjerumus pada proyek yang tidak aman. Didorong oleh semakin besarnya kepercayaan dari institusi serta melonjaknya adopsi aset kripto dunia, kenaikan harga Bitcoin ke rekor tertinggi ini tidak mengherankan.

Kami Hidup dari Sungai Mata Pencaharian Terancam, Nelayan Tiga Desa Tolak Proyek Kanal di Inhil Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 05 Juni 2025 | 20:11 WIB

Kami Hidup dari Sungai Mata Pencaharian Terancam, Nelayan Tiga Desa Tolak Proyek Kanal di Inhil

Indragiri Hilir, katakabar.com - Rencana pembangunan kanal sebagai solusi banjir di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, tuai penolakan dari masyarakat tiga desa sekitar, Teluk Merbau, Batang Tumu, dan Sepakat Jaya. Kekhawatiran utama warga mengenai pencemaran lingkungan, dan hilangnya mata pencaharian nelayan akibat masuknya limbah sawit ke perairan mereka. Sosialisasi proyek digelar Senin (2/6) lalu di Aula Dusun Simpang Buluh, Desa Teluk Merbau, dihadiri Camat Gaung, Ns. Matzen, Kapolsek Gaung, Iptu Andrianto, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Kanit Intelkam, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Camat Gaung, Ns. Matzen menyampaikan, proyek kanal tindak lanjut rapat bersama Bupati Inhil pada 26 Mei 2025 terkait penanganan banjir di Lahang Hulu. Dua titik kanal direncanakan di Parit 9 dan Parit 14 yang akan disambungkan ke Parit Basian Desa Teluk Merbau, dilengkapi tanggul di kedua sisi. Meski sudah melalui kajian teknis oleh Dinas PUPR, DLHK, Perkebunan, dan Satgas Banjir, warga tetap menolak rencana tersebut. Arsyad, nelayan asal Batang Tumu yang hadir langsung menyuarakan keresahan kolektif nelayan Menurut Arsyad, air sungai Batang Tumu akan menjadi tawar atau payau. Ikan dan udang akan hilang. Kami ini hidup dari sungai. Kalau sungai tercemar, apa yang kami makan? Apakah perusahaan siap bertanggung jawab kalau kami kehilangan mata pencaharian? Ia lantas mempertanyakan kebijakan pemerintah dan perusahaan. Mengapa pembuangan kanal diarahkan ke wilayah mereka? Kata Arsyad, Kamis (5/6) kepada wartawan, Apakah tidak ada solusi lain? Mengapa harus ke sungai daerah sini? Mengapa tidak ke daerah Gaung saja? Dijelaskan Arsyad, kasus serupa pernah terjadi di Desa Belaras, Desa Bantayan, dan Concong, yang ekosistemnya rusak akibat limbah kanal perusahaan. Nelayan Sepakat Jaya menyampaikan, arus kanal saat hujan deras akan menghanyutkan ikan, dan tanggul di atas tanah gambut rawan jebol. “Kami ini tidak punya kebun, laut dan sungai adalah kebun kami. Kalau air asin bercampur tawar karena kanal, semua ikan dan udang habis," terang seorang warga.

Menang Gugatan Sawit di WTO, Ini Bukti Indonesia Berdaulat di Mata Dunia Sawit
Sawit
Selasa, 21 Januari 2025 | 23:02 WIB

Menang Gugatan Sawit di WTO, Ini Bukti Indonesia Berdaulat di Mata Dunia

Jakarta, katakabar.com - Perjuangan Republik Indonesia dari 2019 lalu melawan diskriminasi Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit berhasil. Melalui Panel Report (Laporan Hasil Putusan Panel) pada 10 Januari 2025 lalu, World Trade Organization (WTO) memutuskan Uni Eropa telah melakukan diskriminasi dengan memberikan perlakuan yang tidak adil, dan merugikan bagi minyak sawit, serta biofuel berbahan baku sawit produksi Indonesia. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno apresiasi putusan Panel WTO tersebut. Ia menilai kemenangan Indonesia pada sengketa dagang dengan Uni Eropa menunjukkan diplomasi internasional Presiden RI, H Prabowo Subianto mulai memberikan hasil positif. “Kemenangan di WTO itu berkaitan dari terobosan diplomasi presiden beberapa waktu terakhir. Kepala berhasil memperkuat posisi Indonesia dalam dinamika politik global, termasuk bargaining position Indonesia di tengah semakin meningkatnya eskalasi perang dagang Amerika Serikat dengan China dan sekutunya,” jelasnya lewat keterangan tertulis, dilansir dari laman EMG, Selasa (21/1).