Nyanyian
Sorotan terbaru dari Tag # Nyanyian
'Nyanyian' Pria Gaek Antarkan Pemasok Sabu ke Bilik Penjara Polsek Mandau
Bathin Solapan, katakabar.com - Pemasok narkotika jenis sabu ke pria gaek inisial HN alias Ujang 55 tahun, lebih dulu meringkuk di penjara akhirnya dibekuk tim opsnal Polsek Mandau. Adalah MRR alias Rangga 22 tahun sehari-hari buruh, warga Kulim kilometer 6 Gang Tunas Muda Desa. Bumbung Kecamtan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis, Riau, terduga pemasok narkotika jenis sabu ke HN alias Ujang. "Ia ditangkap hasil dari pengembangan berkat nyanyian merdu HN alias Ujang, Senin (27/4) sama sekitar pukul 18.00 WIB, di kawasan Jalan Lintas Duri-Dumai kilometer 7 Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis," kata Kapolsek Mandau, Kompol Primadona, lewat Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan melalui keterangan resmi, Selasa (28/4) sore. Pelaku, MRR alias Rangga, ujar Betty, ditangkap saat mengendarai sepeda motor honda Beat di Jalan Lintas Duri-Dumai kilometer 7 Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, setelah pelaku digeledah ditemukan di tanah satu paket diduga narkotika jenis sabu dan enam paket diduga narkotika jenis sabu di dalam helm merek Kyt hitam. Dari pengakuan pelaku barang narkotika jenis sabu tersebut didapat dari Bima (DPO). "Tim opsnal mengamankan pelaku dan barang bukti, dan pelaku serta barang bukti dibawa ke Polsek Mandau guna dilakukan penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut," jelasnya. Kepada pelaku, tegas Betty, disangkakan Pasal 114 ayat (1)Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana. "Diimbu kepada masyarakat bila membutuhkan kehadiran petugas kepolisin segera menghubungi Call Center 110. Polres Bengkalis Polsek Mandau berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara cepat, tegas, tegas, profesional, dan tuntas. '
Nyanyian Nelangsa Petani Kelapa Sawit di Aceh
Aceh, katakabar.com - Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Aceh dua bulan belakangan ini dilaporkan anjlok hingga enam puluh persen. Sudahlah musim trek, di mana tanaman sawit tidak menghasilkan buah seperti biasanya. "Produksi kebun petani kelapa sawit biasa 10 ton, kini berkurang jadi 4 ton. Musim trek ini biasanya terjadi enam bulan lamanya, bakal berakhir pada Maret atau April 2024. Semua petani mengalami peristiwa ini," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Aceh, Fadhli Ali, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (16/11). Cerita Fadhli, musim trek hal yang sangat dikhawatirkan para petani kelapa sawit lantaran berdampak pada pendapatan. Produktivitas turun menambah penderitaan petani di tengah sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, dan harga TBS kelapa sawit di bawah indomie cenderung masih stagnan. "Harga TBS kelapa sawit belum sesuai harapan. Di Aceh harga TBS kelapa sawit bervariasi, lihat di Barat-Selatan harga jual cuma sekitar Rp1.640 hingga Rp1.700 per kilogram dan di Timur-Utara dibeli cuma Rp1.800 per kilogram," sebut Fadhli. Produktivas turun sebenarnya, tutur Fadhli, bisa dicegah dengan melakukan pemeliharaan kebun secara baik. Misalnya, salah satunya memberikan asupan pupuk dan air tanaman secukupnya. "Mestinya, pemerintah serius memperhatikan penderitaan petani sawit saat ini. Sudah harga belum begitu baik, musim trek pula," terangnya.