Aceh, katakabar.com - Produksi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Aceh dua bulan belakangan ini dilaporkan anjlok hingga enam puluh persen. Sudahlah musim trek, di mana tanaman sawit tidak menghasilkan buah seperti biasanya.

"Produksi kebun petani kelapa sawit biasa 10 ton, kini berkurang jadi 4 ton. Musim trek ini biasanya terjadi enam bulan lamanya, bakal berakhir pada Maret atau April 2024. Semua petani mengalami peristiwa ini," ujar Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Aceh, Fadhli Ali, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (16/11).

Cerita Fadhli, musim trek hal yang sangat dikhawatirkan para petani kelapa sawit lantaran berdampak pada pendapatan.

Produktivitas turun menambah penderitaan petani di tengah sulitnya mendapatkan pupuk subsidi, dan harga TBS kelapa sawit di bawah indomie cenderung masih stagnan.

"Harga TBS kelapa sawit belum sesuai harapan. Di Aceh harga TBS kelapa sawit bervariasi, lihat di Barat-Selatan harga jual cuma sekitar Rp1.640 hingga Rp1.700 per kilogram dan di Timur-Utara dibeli cuma Rp1.800 per kilogram," sebut Fadhli.

Produktivas turun sebenarnya, tutur Fadhli, bisa dicegah dengan melakukan pemeliharaan kebun secara baik. Misalnya, salah satunya memberikan asupan pupuk dan air tanaman secukupnya.

"Mestinya, pemerintah serius memperhatikan penderitaan petani sawit saat ini. Sudah harga belum begitu baik, musim trek pula," terangnya.