Pacu

Sorotan terbaru dari Tag # Pacu

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026 Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:13 WIB

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Surabaya, katakabar.com - Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama. “Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02) lalu. Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur. Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs. “Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra. Penggerak Rantai Logistik Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra. “FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global. Sementara, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun. Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik. “Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” terang Trismawan. Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur. “Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ucapnya. Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat. “Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” tuturnya. Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain. Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat.

Kemenperin Pacu Hilirisasi Industri Sawit Lahirkan Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Sawit
Sawit
Senin, 16 Desember 2024 | 10:42 WIB

Kemenperin Pacu Hilirisasi Industri Sawit Lahirkan Guru Besar Bidang Ilmu Kimia

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin punya komitmen kuat upaya melaksanakan pendidikan vokasi untuk menghasilkan sumber daya manusia atau SDM kompeten, sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Guna mencapai sasaran tersebut, selain didukung melalui metode pembelajaran yang efektif, diperlukan tenaga pengajar yang berkualitas dan kompetitif. Salah satu unit pendidikan vokasi milik Kemenperin, yakni Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan bertekad serius untuk mengembangkan dan mempersiapkan diri menjadi perguruan tinggi yang unggul. Misalnya dengan memiliki tenaga pengajar yang kompeten, terdiri dari 71 Dosen yang meliputi 14 Lektor Kepala serta 10 dosen yang bergelar Doktor.

Pemkab Kotim Gunakan DBH Sawit Tingkatkan Infrastruktur Pacu Perekonomian Sawit
Sawit
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 14:44 WIB

Pemkab Kotim Gunakan DBH Sawit Tingkatkan Infrastruktur Pacu Perekonomian

Sampit, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk meningkatkan infrastruktur untuk memacu perekonomian daerah. “Ada beberapa paket perbaikan jalan yang kami lakukan tahun ini, sebagian besar menggunakan anggaran yang bersumber dari DBH Sawit,” terang Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim, Mentana Dhinar Tistama di Sampit, dilansir dari laman ANTARA, Sabtu (31/8).

Berdampak Positif Bagi Perekonomian, Sampoerna Pacu Pengembangan Kualitas SDM Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 16 Mei 2024 | 14:45 WIB

Berdampak Positif Bagi Perekonomian, Sampoerna Pacu Pengembangan Kualitas SDM

Jakarta, katakabar.com - Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Ivan Cahyadi menegaskan komitmen perusahaannya untuk terlibat aktif pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) nasional. Pengembangan SDM itu tidak hanya internal, tapi sasar mitra usaha sepanjang rantai pasoknya dan masyarakat luas, seperti para pelaku UMKM serta petani tembakau dan cengkih di Indonesia. Menurutnya, pengembangan SDM kunci bagi Sampoerna untuk terus bertumbuh lewat inovasi sekaligus berupaya berperan aktif dalam berkontribusi bagi perekonomian nasional. “Sebagai presdir yang baru, saya punya komitmen untuk melanjutkan komitmen Sampoerna yakni selalu fokus pada pengembangan SDM untuk Sampoerna dan untuk Indonesia," terangnya saat wawancara media di Jakarta, pada Selasa (14/5). Di perjalanan kariernya selama 27 tahun bersama Sampoerna, Ivan tidak menampik m perusahaan telah berinvestasi besar untuk membantu dirinya berkembang hingga saat ini. Menurutnya, komitmen pengembangan SDM didasarkan pada motto perusahaan yakni Anggarda Paramita (Menuju Kesempurnaan) dan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna. Lewat motto Anggarda Paramita, Sampoerna percaya pekerjaan menuju kesempurnaan merupakan upaya tanpa henti lewat kerja keras dan kesempatan pengembangan diri agar bisa melakukan inovasi yang berdampak positif, tidak hanya bagi keberlangsungan perusahaan, tapi masyarakat luas. Hal itu sejalan dengan Falsafah Tiga Tangan yang terkait erat dengan kontribusi nyata Sampoerna bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha dan pemegang saham; dan masyarakat luas. “Kami percaya dengan melakukan pembinaan SDM yang kuat, kami dapat berinovasi dalam hilirisasi produk. Inovasi itu selalu terkait erat dengan kualitas SDM,” ujarnya. Ivan merinci komitmen pengembangan SDM yang dilakukan Sampoerna mencakup dua sisi, yaiut internal atau bagi karyawan, dan eksternal bagi para mitra usaha dan masyarakat luas. Untuk pengembangan SDM internal, lanjutnya, Sampoerna memberikan kesempatan berkarier sekaligus pengembangan diri. Maka itu, Sampoerna menyediakan banyak pelatihan yang terkait dengan core skill atau yang terkait dengan pengembangan dengan pendekatan manajemen kinerja dan program skills for future atau program pembelajaran yang menyediakan sertifikasi dari lembaga eksternal. Untuk memberikan pelatihan bagi karyawan, Sampoerna bekerja sama dengan sejumlah lembaga kredibel di dalam dan luar negeri guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas. Sampoerna ingin membantu karyawan mengeluarkan kemampuan terbaiknya sehingga bisa berkontribusi bagi perusahaan dan masyarakat. Hal serupa dilakukan bagi karyawan untuk mempersiapkan masa purnatugas melalui program Holistic Program for Employability (HOPE) yang menyediakan berbagai pelatihan, dari manajemen keuangan hingga kewirausahaan. Ivan mengaku ia pun mengikuti HOPE untuk mempersiapkan diri ketika pensiun nanti. "Syarat karyawan untuk mengikuti berbagai pelatihan cuma satu, harus lulus," ucapnya. Berkat sejumlah upaya meningkatkan kualitas SDM, saat ini terdapat banyak SDM Sampoerna yang bekerja di afiliasi Philip Morris International (PMI) di seluruh dunia, seperti di Amerika Serikat, Swiss, Italia, Portugal, Polandia, Romania, Jepang, Filipina, Thailand, Malaysia, Hongkong, Uni Emirat Arab, Meksiko, Mesir, dan Maladewa. Sampoerna selalu berupaya agar karyawan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dari dirinya. Sebaliknya, Sampoerna menjadi tempat belajar bagi para karyawan PMI. Saat ini, sejumlah karyawan PMI dan afiliasinya di berbagai asal Swiss, Korea Selatan, Italia, Filipina, Malaysia, Thailand, Pakistan, Kazakhstan, India, tengah bekerja di Sampoerna. Talenta Indonesia punya potensi dan kualitas yang sama baiknya dengan negara lain. Tidak berhenti di situ, Sampoerna juga menjadi tujuan pembelajaran bagi banyak karyawan PMI dari berbagai negara. Pengembangan SDM Mitra Bisnis dan UMKM Untuk pengembangan SDM para mitra bisnis dan UMKM, Sampoerna juga memiliki sejumlah program pendampingan. Sampoerna, melalui perusahaan pemasok, telah mendampingi lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkeh, melalui program kemitraan yang dijalankan sejak 2009. Di sisi lain, bagi para UMKM, di bawah payung Sampoerna Untuk Indonesia (SUI), Sampoerna memiliki dua program unggulan, yakni Sampoerna Retail Community (SRC) dan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC). SRC adalah program pendampingan bagi pelaku usaha toko kelontong untuk bisa bersaing dan memanfaatkan digitalisasi. SRC yang dimulai sejak 2008 lalu ini kini telah membina lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Total omzet SRC tercatat sebesar Rp236 triliun, setara dengan 11,36 persen dari total PDB ritel nasional pada 2022. Adapun, SETC adalah program pelatihan kewirausahaan terintegrasi yang hadir sejak 2007. SETC memiliki fasilitas pelatihan sebagai sarana pendukung yang berdiri di lahan seluas 27 hektare di Pasuruan, Jawa Timur. SETC telah memberikan pendampingan komprehensif serta pengembangan kapasitas untuk pelaku UMKM kepada lebih dari 72.000 peserta yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. "SETC hadir untuk membantu banyak orang agar bisa belajar menjadi entrepreneur yang baik," bebernya. Ivan menuturkan Sampoerna berinvestasi besar untuk membentuk ekosistem digital AYO by SRC yang menghubungkan produsen/mitra grosir, Toko SRC, dan konsumen. Sebagai informasi, saat ini terdapat setidaknya tiga aplikasi pada ekosistem digital SRC yakni My AYO by SRC yang menghubungkan pelanggan dengan Toko SRC, AYO Mitra by SRC yang menghubungkan mitra grosir dengan Toko SRC, dan AYO Toko by SRC membantu pemilik Toko SRC untuk mengelola usahanya, seperti memesan barang ke mitra SRC. “Efek berganda ini luar biasa, kami bukan hanya punya bisnis, tapi Sampoerna itu punya dampak positif terhadap rantai pasok dan masyarakat sekitar. Jadi pengembangan SDM bukan hanya untuk karyawan tapi juga mereka yang terlibat dalam rantai pasok dan masyarakat luas," sebutnya.

Cari Kemasan Dotcom Pacu Inovasi Kemasan Dorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 01 Mei 2024 | 13:40 WIB

Cari Kemasan Dotcom Pacu Inovasi Kemasan Dorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia

Jakarta, Indonesia - Cari Kemasan Dotcom pacu inovasi kemasan guna mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Ini sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, Cari Kemasan Dotcom luncurkan serangkaian solusi kemasan inovatif. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dengan memperbaiki kualitas dan estetika kemasan, sehingga memungkinkan UMKM untuk bersaing lebih efektif di pasar lokal maupun global. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, sumbang lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan mempekerjakan sekitar 97 persen dari total tenaga kerja. Kendati memiliki peran ekonomi yang vital, UMKM sering kali terkendala akses ke modal, keahlian pemasaran, dan teknologi kemasan yang memadai. CEO Cari Kemasan Dotcom, Mas Sanjaya, menyatakan banyak UMKM di Indonesia belum memanfaatkan potensi penuh dari desain kemasan yang menarik dan fungsional. “Dengan teknologi cetak kami yang revolusioner, UMKM dapat menghasilkan kemasan full color yang menarik dalam waktu hanya lima menit dan tanpa batasan minimal order, memberikan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya,” jelasnya. Kemasan berkualitas, ujar Sanjaya, tidak hanya melindungi produk tapi meningkatkan citra merek dan kesan pertama yang sangat penting bagi konsumen. Inovasi kami telah membantu beberapa UMKM meningkatkan omsetnya hingga 60 persen, sebuah testimoni yang membuktikan pentingnya kemasan yang baik. Selain itu, ulas Sanjaya, Cari Kemasan Dotcom telah menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian untuk mendukung program pemerintah meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak dan diharapkan dapat menjadi katalis yang akan membawa industri UMKM Indonesia ke panggung global. "Dengan terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar, Cari Kemasan Dotcom berupaya untuk memastikan bahwa UMKM Indonesia tidak hanya bertahan tetapi berkembang pesat di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat," sebutnya. Kontak: Website: www.carikemasan.com Telepon: 0812-9553-9968 Email: marketing@carikemasan.com Alamat: SIGMA KARTIKA GREEN WAREHOUSE BLOK H NO. 3, Kec. Gn. Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16340.

Disponsori PT ITA BumDes Tanjung Sukses Gelar Iven Tahunan ke IV Riau
Riau
Senin, 04 Maret 2024 | 12:46 WIB

Disponsori PT ITA BumDes Tanjung Sukses Gelar Iven Tahunan ke IV

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Even tahunan pacu sampan ke 4 Telaga Air Merah yang digelar BumDes Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat resmi ditutup, pada Ahad (3/3) lalu. Perhelatan tahunan ini sukses berkat andil dari sponsor PT Imbang Tata Alam ( ITA). Kepala Desa Tanjung Anas serta panitia yang mewakili PT ITA serahkan piala pada para pemenang lomba pacu sampan. Perlombaan di event kali ini dibagi dua kategori lomba, yakni pelajar dan dewasa. Kategori pelajar diikuti sebanyak 24 orang yang dibagi 4 grup di mana juara 1 Selamat Mulyadi dan Malik dari Desa Mantiasa, juara 2. M Fatir Nur dan Muhammad Ilham dari Desa Tanjung, dan juara 3 Rafa dan Alfin dari Desa Centai. Sedang, tingkat dewasa diikuti sebanyak 42 orang yang dibagi 7 grup. Para pemenangnya, yakni juara 1 Muslim dan Fahrizal dari Desa Alai, juara 2 Supardi dan Al Hakim dari Desa Tanjung, juara 3 Pokdarwis Tali Bapilin Tigo Desa Langgam Kabupaten Pelalawan. Kepala Desa Tanjung, Para panitia event lomba tahunan pacu sampan dan kemah, Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi Barat, tokoh masyarakat serta masyarakat hadir. Kepala Desa Tanjung, Anas kepada wartawan menyatakan, event tahunan ini digelar BumDes Desa Tanjung yang bekerja sama dengan PT ITA sebagai sponsor utama. “Alhamdulillah, tahun ini kita bisa membuat dua kategori lomba, yakni tingkat anak-anak SMP sampai SMA, dan tingkat dewasa,” jelasnya. Di momen itu, harap Anas, agar akses yang menghubungkan atau jembatan yang nenyebrangi sungai air mabuk Desa Tanjung ke Kabupaten Pelalawan bisa terwujud. Dari perhitungan ukuran jembatan sepanjang 800 meter sudah bisa menghubungkan dua kabupaten tersebut, sehingga desa tambah maju dengan perayaan event makin ramai . "Dengan dibangunnya jembatan penghubung bakal berdampak positif bagi daerah ini, baik itu dari segi ekonomi, dan emajuan daerah yang paling utama kabupaten ini tidak terisolasi lagi," sebutnya.

Pacu Penerbitan STDB, Disbun Kukar Pressure Penggunaan Bibit Sawit Palsu Nasional
Nasional
Minggu, 08 Oktober 2023 | 11:13 WIB

Pacu Penerbitan STDB, Disbun Kukar Pressure Penggunaan Bibit Sawit Palsu

Tenggarong, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) terus pacu penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) untuk perkebunan kelapa sawit milik masyarakat. Lewat rogram penerbitan STDB, lahan perkebunan masyarakat didata agar dapat kepastian Hak Pengelolaan Lahan (HPL), dan memuat keterangan tentang kepemilikan lahan, luasnya, bahkan hingga asal-usul benih kelapa sawit yang digunakan (ditanam). Menurut Sekretaris Disbun Kukar, Taufik Rahmani, penerbitan STDB menjadi identitas yang membuktikan kebun petani telah terdaftar di pemerintah. "Adanya STDB memudahkan petani menjual hasil kebun. Tak kalah penting dengan STDB ini, petani sawit dapat menjadi mitra perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah mereka," kata Taufik, dilansir dari laman elaeis.co, pada minggu (9/10). STDB mutlak, ujar Taufik, sebagai bukti produksi kebun petani berasal dari bibit kelapa sawit yang unggul. Penerbitan STDB terus berjalan, di mana targetnya minimal 200 petani tahun ini. "Setakat ini semua berjalan progresif. Contohnya, di Kecamatan Muai sudah sekitar 352 petani menerima STDB," bebernya. Dijelaskan, jumlah penerima STDB di Muai lebih tinggi lantaran wilayah ini memiliki banyak petani sawit sehingga melampaui target awal 200 petani. Sisi lain, proses pendataan terus berlangsung dan Disbun Kukar fokus pada kebun rakyat yang tidak ikut Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pada 2023 ini, luas arealnya belum dihitung secara akurat. Untuk wilayah pendataan, meliputi kebun sawit rakyat di Kecamatan Muai, Kembang Janggut, Genting Tanah, Loa Sakoh, Muara Kaman Ilir, Bunga Jadi, Muara Kaman, Kenohan, Tabang, dan Jonggon. Ditegaskannya, program penerbitan STDB didukung sepenuhnya anggaran APBD Kabupatem Kukar. "Harapannya, program STDB ini dapat membantu mengurangi penggunaan bibit palsu atau tidak unggul di kalangan petani, dan membantu terkait pendataan pendapatan dan penghasilan mereka," sebutnya.

Menaruh Asa Pacu Pembangunan Terbitnya PP DBH Sawit Riau
Riau
Rabu, 26 Juli 2023 | 12:38 WIB

Menaruh Asa Pacu Pembangunan Terbitnya PP DBH Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar menaruh asa bisa pacu pembangunan di "Bumi Lancang Kuning", dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) tentang Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. "DBH bisa tingkatkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau, khususnya memacu laju pembangunan. Apalagi, Provinsi Riau salah satu daerah yang punya perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia, yakni sekitar 4 juta hektar kebun kelapa sawit luasnya," kata Syamsuar dilansir dari laman situs resmi Pemprov Riau, pada Rabu (26/7). Alhamdulillah ujar mantan Bupati Siak ini, PP nomor 38 tahun 2023 tentang dana bagi hasil terbit. Insya Allah dapat tingkatkan APBD Provinsi Riau. Ini bermanfaat untuk pelaksanaan pembangunan, harapnya. Diketahui, Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) tentang Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sudah terbit. PP ini tertuang dalam PP Nomor 38 Tahun 2023 tentang DBH Perkebunan Sawit. Pasal 5 dalam PP yang ditetapkan pada Senin, 24 Juli 2023 lalu, berisi DBH Sawit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), dibagikan kepada provinsi yang bersangkutan sebesar 20 persen. Di mana kabupaten dan kota penghasil sebesar 60 persen dan kabupaten dan kota lainnya yang berbatasan dengan kabupaten dan kota penghasil sebesar 20 persen. Soal penentuan besaran rincian alokasi DBH Sawit yang dibagikan kepada provinsi, kabupaten dan kota seperti dimaksud pada ayat di atas dilakukan dengan mempertimbangkan indikator, yakni luas lahan perkebunan sawit, produktivitas lahan perkebunan sawit; dan/atau, indikator lainnya yang ditetapkan oleh Menteri. Terus, data indikator sebagaimana dimaksud pada ayat di atas bersumber dari kementerian dan/atau kementerian/ lembaga Pemerintah terkait. Lantaran itu, Gubernur Provinsi Riau sambut baik dengan terbit Peraturan Pemerintah mengenai Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit di Indonesia.