Pangkas

Sorotan terbaru dari Tag # Pangkas

Pasar Kripto Bergelora Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Bitcoin dan Aset Lain Bergerak Naik Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 24 September 2025 | 16:34 WIB

Pasar Kripto Bergelora Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Bitcoin dan Aset Lain Bergerak Naik

Jakarta, katakabar.com - Keputusan Bank Sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin untuk pertama kalinya tahun ini telah memicu pergerakan menarik di pasar global, termasuk dunia aset kripto. Meski langkah ini telah banyak diperkirakan, respons pasar yang terkesan terlambat dan kemudian melonjak menunjukkan adanya dinamika yang kompleks. Terlepas dari respons awal yang cenderung stabil, pergerakan positif pada jam-jam berikutnya di pasar futures S&P 500 dan Nasdaq, serta lonjakan harga Bitcoin, mengindikasikan para investor mulai mencerna implikasi jangka panjang dari kebijakan ini. Sikap waspada The Fed terlihat semakin jelas. Meskipun memangkas suku bunga, Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa kedepannya keputusan akan diambil berdasarkan data ekonomi yang masuk, khususnya terkait inflasi dan angka pasar tenaga kerja. The Fed memproyeksikan dua pemangkasan suku bunga tambahan hingga akhir 2025, tetapi hal ini bergantung pada kondisi ekonomi. Federal Open Market Committee atau FOMC menunjukkan hampir seluruh anggotanya menyetujui pemangkasan, dengan satu pengecualian yakni Stephen Miran, seorang pejabat baru yang diangkat oleh Presiden Donald Trump, yang menginginkan pemotongan yang lebih besar, mencerminkan pandangan Presiden Trump. Menariknya, meski sering bertentangan, Powell dan Trump sepakat pemotongan suku bunga saat ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan pada perekonomian. Tapi, langkah The Fed ini dikhawatirkan dapat menjadi bukti adanya campur tangan politik yang semakin besar dari White House, yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan di pasar. Di sisi lain, beberapa analis melihat pemangkasan ini sebagai katalis bagi aset berisiko. Max Gokhman, wakil kepala bidang investasi di Franklin Templeton Investment Solutions, berpendapat kebijakan yang mendorong inflasi dan melemahkan Treasury justru dapat menciptakan landasan bagi renaissance aset digital. Ia memprediksi aset seperti XRP dan Solana atau SOL akan mengalami adopsi lintas batas yang lebih besar. Pada kenyataannya, pergerakan pasar aset kripto setelah pengumuman The Fed memang menunjukkan fenomena tersebut. Kripto dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil, seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), menunjukkan kenaikan yang lebih signifikan dibandingkan Bitcoin (BTC). Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa pemotongan suku bunga dapat mendorong investor untuk mencari aset yang lebih berisiko dan berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi. Selain Bitcoin, ada beberapa aset kripto lain yang juga menunjukkan pergerakan positif. Misalnya, Bitcoin Cash (BCH) melonjak hampir 3% setelah pengumuman tersebut. Peningkatan volume perdagangan dan open interest pada BCH menunjukkan sentimen bullish yang kuat di pasar. Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap kebijakan moneter. Pemangkasan suku bunga memang cenderung menguntungkan aset berisiko, namun investor juga harus tetap waspada terhadap data inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja yang dapat mengubah arah kebijakan The Fed di masa depan. Bittime, sebagai platform pertukaran aset kripto, memainkan peran penting dalam memfasilitasi perdagangan yang volatil ini. Sebagai penghubung antara investor dan pasar kripto, Bittime menyediakan instrumen yang dibutuhkan para pengguna untuk merespons keputusan The Fed. Dengan menyediakan layanan perdagangan yang efisien dan data pasar yang real-time, Bittime memungkinkan para investor untuk mengambil keputusan yang cepat dan terinformasi, baik saat harga Bitcoin mengalami fluktuasi maupun ketika altcoin menunjukkan lonjakan signifikan.

Dunia Usaha Puji Langkah Rosan Roeslani Pangkas Tantiem Komisaris BUMN Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 17 Agustus 2025 | 08:00 WIB

Dunia Usaha Puji Langkah Rosan Roeslani Pangkas Tantiem Komisaris BUMN

Jakarta, katakabar.com - Langkah Menteri Investasi RI sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, pangkas tantiem komisaris Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mendapat pujian dari CEO Garuda Ventrue Capital, Denia Yuniarti Abdussamad. Kebijakan itu dianggap sejalan dengan sorotan Presiden RI, H Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan terkait komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tapi terima hingga Rp40 miliar per tahun. Denia menilai pemangkasan ini tidak hanya menghemat anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah, tapi juga memberi contoh nyata efisiensi, dan tanggung jawab sosial dari pucuk pimpinan, sekaligus membuka peluang realokasi dana untuk program yang berdampak langsung bagi masyarakat, Jumat (15/8) lalu. Menurut Denia, kebijakan pemangkasan tantiem tersebut menjadi jawaban nyata atas kegelisahan publik yang disuarakan Presiden RI, sekaligus mengirimkan pesan tegas efisiensi, dan tanggung jawab sosial harus dimulai dari pucuk pimpinan. “Di tengah kondisi negara yang sedang mengencangkan ikat pinggang, langkah memotong tantiem adalah sinyal kuat efisiensi harus dimulai dari level tertinggi. Ini bukan hanya soal penghematan ratusan miliar rupiah, tetapi soal memberi teladan dan pesan moral bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Denia, lewat rilis resmi diterima katakabar.com, Jumat siang Ia menambahkan, dana yang dihemat dari pengurangan tantiem dapat dialihkan untuk program-program berdampak langsung bagi masyarakat, seperti beasiswa pendidikan, pembangunan infrastruktur desa, atau pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM. Denia menilai kebijakan Rosan selaras dengan semangat pidato kenegaraan Presiden yang menekankan keberanian memerangi praktik-praktik yang merugikan negara, baik di sektor ilegal maupun “legal” yang selama ini dinikmati segelintir pihak.

Dipangkas Pempus, Jatah DBH Sawit Kepahiang Menukik Tahun 2025 Sawit
Sawit
Selasa, 03 Desember 2024 | 16:38 WIB

Dipangkas Pempus, Jatah DBH Sawit Kepahiang Menukik Tahun 2025

Kepahiang, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepahiang, Provinsi Bengkulu, telah menerima kabar berkurangnya alokasi dana bagi hasil atau DBH Sawit tahun 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Dr Hartono menyebutkan, tahun depan alokasi DBH Sawit dari pemerintah pusat untuk Pemkab Kepahiang cuma sebesar Rp1,7 miliar. Padahal tahun ini Pemkab Kepahiang mendapatkan DBH Sawit mencapai Rp5,1 miliar dan tahun 2023 lalu sebesar Rp5,7 miliar. Artinya, besaran DBH sawit bakal diterima Pemkab Kepahiang pada tahun 2025 turun drastis hingga lebih Rp3,4 miliar dibanding tahun-tahun sebelumnya.