Kepahiang, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepahiang, Provinsi Bengkulu, telah menerima kabar berkurangnya alokasi dana bagi hasil atau DBH Sawit tahun 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang, Dr Hartono menyebutkan, tahun depan alokasi DBH Sawit dari pemerintah pusat untuk Pemkab Kepahiang cuma sebesar Rp1,7 miliar. Padahal tahun ini Pemkab Kepahiang mendapatkan DBH Sawit mencapai Rp5,1 miliar dan tahun 2023 lalu sebesar Rp5,7 miliar.
Artinya, besaran DBH sawit bakal diterima Pemkab Kepahiang pada tahun 2025 turun drastis hingga lebih Rp3,4 miliar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Meski bukan sebagai daerah penghasil sawit, Kabupaten Kepahiang tetap kebagian DBH Sawit dari pemerintah pusat. Tapi tahun depan nilainya jauh menurun dibanding sebelumnya," kata Hartono dalam pernyataan resmi, dilansir dari lamab EMG, Selasa (3/12).
Diakuinya belum mendapat informasi apa penyebab penurunan alokasi DBH Sawit ini. "Yang menghitungnya pemerintah pusat, Pemkab Kepahiang sifatnya hanya menerima saja. Kita juga kurang tahu apa alasannya, itu memang ranahnya pusat," jelasnya.
DBH sawit, tambah Hartono, difokuskan untuk pembangunan fisik berupa jalan dan jembatan di bawah tanggung jawab Dinas PUPR. Porsinya mencapai 80 persen dari dana DBH Sawit.
"Sisa 20 persen lagi alokasi dananya akan digunakan untuk pendataan dan sertifikasi oleh Dinas Pertanian serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan," terangnya.
DBH Sawit tahun ini yang telah diterima Pemkab Kepahiang telah dipakai untuk pembangunan infrastruktur berupa jalan pertanian dan jalan lingkungan guna meningkatkan kelancaran aktivitas petani saat mengeluarkan hasil panen. Salah satunya Jalan Talang Merto yang berlokasi di Kecamatan Seberang Musi.
Dipangkas Pempus, Jatah DBH Sawit Kepahiang Menukik Tahun 2025
Diskusi pembaca untuk berita ini