Peletakan Batu Pertama Gedung MAS Tahfidz Rohul, Anton: Awal Baru Melahirkan Generasi Qurani
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Udara pagi di komplek Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu terasa begitu khusyuk dan penuh haru, Senin (27/10) lalu. Suara doa dan lantunan ayat suci Al Quran mengiringi langkah Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, saat meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tahfidz Rokan Hulu, yang terletak di belakang Masjid Agung Islamic Center Pasir Pengaraian. Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya babak baru perjalanan pendidikan Qurani di 'Negeri Seribu Suluk', langkah nyata dalam membangun generasi yang tidak hanya hafal ayat, tetapi menghidupkan makna di tengah masyarakat. Kepala Sekolah MAS Tahfidz Rokan Hulu, Sukron Jamil, S.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur mendalam. Sejak berdiri pada tahun 2017, lembaga pendidikan ini telah melahirkan 303 alumni yang tersebar di berbagai daerah, membawa semangat dakwah dan kecintaan terhadap Al Quran. “Rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan, karena harapan dan doa selama ini akhirnya terwujud. Tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Daerah Rokan Hulu ini menjadi berkah besar, hingga hari ini kita dapat melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru MAS Tahfidz,” ujar Sukron. Sebagai bentuk dukungan pribadi, Bupati Anton, ST, MM turut serahkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk pembangunan gedung tersebut. Menurut Anton, pembangunan ini bukan hanya sekadar membangun sebuah gedung fisik, melainkan membangun peradaban Qurani di tanah Rokan Hulu. “Di hari yang berbahagia ini, kita memulai pembangunan bukan sekadar dinding dan atap, tetapi pondasi peradaban. Inilah tempat lahirnya generasi Quran generasi yang bukan hanya hafal ayat Allah, tapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan," jelasnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu akan terus berkomitmen mendukung pendidikan dan keagamaan seperti ini, karena kemajuan daerah bukan hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari seberapa kuat iman, akhlak, dan moral masyarakatnya,” tambah Anton.