Pembina Upacara

Sorotan terbaru dari Tag # Pembina Upacara

Kapolsek TT Paparkan Penyalahgunaan Narkoba dan Maraknya Judol ke Siswa Riau
Riau
Senin, 22 September 2025 | 13:32 WIB

Kapolsek TT Paparkan Penyalahgunaan Narkoba dan Maraknya Judol ke Siswa

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S H ,S I K,MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi atau TT, Iptu Daniel Bakara, jadi Pembina Upacara Bendera Merah Putih di SMAN 3 Tebing Tinggi Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/9) pagi. Di kegiatan hadir Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Gadai, Bripka Yorry Permana, Bhabinkamtibmas Desa Banglas, Brigadir Rozi P, Bhabinkamtibmas Desa Sendanu Darul Ihsan, Briptu Ismail Hasan, Kepala Sekolah SMAN 3 Tebing Tinggi, Suryani. S, S Pd I, Seluruh Majelis Guru SMAN 3 Tebing Tinggi, Siswa dan Siswi SMAN 3 Tebing Tinggi sebanyak 70 orang. Kapolsek Tebing Tinggi, Iptu Daniel Bakara, sebagai pembina upacara sebagai bagian untuk membantu meruntuhkan stigma negatif atau kesan menakutkan tentang polisi. Para siswa melihat polisi tidak hanya sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi sebagai sosok yang edukatif, humanis, dan peduli terhadap masa depan mereka. Interaksi ini menumbuhkan rasa percaya, dan hormat dari siswa, sehingga mereka tidak ragu untuk berkomunikasi atau meminta bantuan jika menghadapi masalah. Di mana upacara bendera menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting secara masif. Kapolsek Tebing Tinggi, Iptu Daniel Bakara paparkan berbagai isu krusial yang relevan dengan kehidupan remaja, termasuk masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian, yakni penyakit cacar monyet (monkeypox), saat berlangsung upacara di SMAN 3 Tebing Tinggi. Kapolsek Tebing Tinggi mengajak para siswa untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan diri sendiri, serta lingkungan sekitar. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif untuk proses belajar mengajar. "Soal adanya program Green Policing yang menjadi kebijakan Kapolda Riau dalam bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di halaman sekolah di wilayah Kepulauan Meranti. Ini sebagai pendekatan strategis dan humanis guna menjaga ketertiban sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup," jelasnya.

Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 TTB, Ini Pesan Iptu Iskandar ke Siswa Riau
Riau
Senin, 22 September 2025 | 12:31 WIB

Jadi Pembina Upacara di SMAN 1 TTB, Ini Pesan Iptu Iskandar ke Siswa

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S H ,S I K. MH, melalui Kapolsek Tebing Tinggi Barat atau TTB, Iptu Iskandar gelar Police Go To School, di SMAN 1 Tebing Tinggi Barat, Halaman Sekolah SMAN 1 Tebing Tinggi Barat Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/9) pagi. Di sana, ia jadi pembina upacara bendera merah putih. Turut hadir Kepala Sekolah SMAN 1 Tebing Tinggi Barat Sari Dewi, S.Pd., M.M, Seluruh Majelis Guru SMAN 1 Tebing Tinggi Barat Di kegiatan ini Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S H ,S I K,MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi Barat,.Iptu Iskandar, sebagai pembina upacara membantu meruntuhkan stigma negatif atau kesan menakutkan tentang polisi. Para siswa melihat polisi tidak hanya sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga sebagai sosok yang edukatif, humanis, dan peduli terhadap masa depan mereka. Interaksi ini menumbuhkan rasa percaya, dan hormat dari siswa, sehingga mereka tidak ragu untuk berkomunikasi atau meminta bantuan jika menghadapi masalah. Upacara bendera jadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting secara masif. Dalam amanatnya, Kapolsek dapat menyentuh berbagai isu krusial yang relevan dengan kehidupan remaja Kapolsek Tebing Tinggi Barat menyampaikan amanat yang menyentuh berbagai aspek penting bagi pelajar, termasuk masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian, seperti penyakit cacar monyet (monkeypox). "Sebagai pembina upacara, Kapolsek Tebing Tinggi Bara memberikan informasi dasar yang mudah dipahami tentang gejala cacar monyet," ujarnya. Hal Ini bertujuan agar para siswa bisa mengenali tanda-tanda penyakit pada diri sendiri atau orang di sekitar mereka. Poin-poin yang disampaikan meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Munculnya ruam atau bintik-bintik berisi cairan pada kulit yang bisa berkembang menjadi luka. Kontak langsung dengan ruam atau cairan dari luka, serta kontak dengan barang yang terkontaminasi.