Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S H ,S I K,MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi atau TT, Iptu Daniel Bakara, jadi Pembina Upacara Bendera Merah Putih di SMAN 3 Tebing Tinggi Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/9) pagi.
Di kegiatan hadir Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Gadai, Bripka Yorry Permana, Bhabinkamtibmas Desa Banglas, Brigadir Rozi P, Bhabinkamtibmas Desa Sendanu Darul Ihsan, Briptu Ismail Hasan, Kepala Sekolah SMAN 3 Tebing Tinggi, Suryani. S, S Pd I, Seluruh Majelis Guru SMAN 3 Tebing Tinggi, Siswa dan Siswi SMAN 3 Tebing Tinggi sebanyak 70 orang.
Kapolsek Tebing Tinggi, Iptu Daniel Bakara, sebagai pembina upacara sebagai bagian untuk membantu meruntuhkan stigma negatif atau kesan menakutkan tentang polisi.
Para siswa melihat polisi tidak hanya sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi sebagai sosok yang edukatif, humanis, dan peduli terhadap masa depan mereka. Interaksi ini menumbuhkan rasa percaya, dan hormat dari siswa, sehingga mereka tidak ragu untuk berkomunikasi atau meminta bantuan jika menghadapi masalah.
Di mana upacara bendera menjadi media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting secara masif.
Kapolsek Tebing Tinggi, Iptu Daniel Bakara paparkan berbagai isu krusial yang relevan dengan kehidupan remaja, termasuk masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian, yakni penyakit cacar monyet (monkeypox), saat berlangsung upacara di SMAN 3 Tebing Tinggi.
Kapolsek Tebing Tinggi mengajak para siswa untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan diri sendiri, serta lingkungan sekitar. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif untuk proses belajar mengajar.
"Soal adanya program Green Policing yang menjadi kebijakan Kapolda Riau dalam bentuk kegiatan edukasi perlindungan lingkungan dan penanaman pohon di halaman sekolah di wilayah Kepulauan Meranti. Ini sebagai pendekatan strategis dan humanis guna menjaga ketertiban sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup," jelasnya.
Terkait maraknya Judi online atau Jufdl dikalangan para remaja, tegasnya, ini sangat berbahaya dan berdampak negatif pada individu, keluarga, dan masyarakat. Banyak anak muda kita yang terjerat dalam lingkaran judi online, yang berujung pada masalah keuangan, psikologis, dan sosial.
"Tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan saat ini Polres Kepulauan Meranti sedang melaksanakan operasi antik," imbuhnya.
Kapolsek TT Paparkan Penyalahgunaan Narkoba dan Maraknya Judol ke Siswa
Diskusi pembaca untuk berita ini