Peneliti

Sorotan terbaru dari Tag # Peneliti

Dari RPN untuk Negeri, Peneliti PTPN Raih Penghargaan Pemulia Muda Nasional
Nasional
Jumat, 09 Januari 2026 | 14:00 WIB

Dari RPN untuk Negeri, Peneliti PTPN Raih Penghargaan Pemulia Muda

Bogor, katakabar.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan riset di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Ernayunita, M.Sc., peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), berhasil meraih Young Breeder Award 2025 pada ajang Indonesian Breeder Award ke 3. Young Breeder Award penghargaan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) bekerja sama dengan IPB University dan PT East West Seed Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pemulia muda berprestasi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi varietas unggul dengan dampak nyata terhadap ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta penguatan ekosistem riset pertanian nasional. Prosesi penganugerahan dilaksanakan pada Rabu (19/11) lalu di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, dalam rangkaian Seminar Nasional PERIPI 2025 usung tema “Breeding is Giving”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bersama Managing Director PT East West Seed Indonesia Dr. Ir. Glenn Pardede, M.M., M.B.A. Seminar Nasional PERIPI 2025 dihadiri oleh para pemulia tanaman, peneliti, akademisi, mahasiswa, serta praktisi di bidang pertanian dan pemuliaan tanaman. Kegiatan ini mencakup sesi pleno dengan pembicara internasional, di antaranya Prof. Bunyamin Tar'an, Ph.D. dari University of Saskatchewan, Kanada, serta Katalin Pakozdi, Global Head of Breeding East-West Seed. Selain itu, seminar juga menghadirkan diskusi paralel yang membahas pengembangan teknik pemuliaan modern di era pertanian 5.0. Ajang Indonesian Breeder Award yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pemulia tanaman Indonesia guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Pencapaian Ernayunita menegaskan peran PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung inovasi genetika tanaman berbasis riset dan sains. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda pemulia Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan nasional secara berkelanjutan.

Peniliti USK Ciptakan Mosaic Panel Palm Fronds Dari Pelepah Kelapa Sawit Tekno
Tekno
Selasa, 21 November 2023 | 11:45 WIB

Peniliti USK Ciptakan Mosaic Panel Palm Fronds Dari Pelepah Kelapa Sawit

Banda Aceh, katakabar.com - Peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berhasil ciptakan inovasi anyar material bangunan ramah lingkungan dari limbah pelepah kelapa sawit. Adalah tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, yang dipimpin Prof. Akhyar bersama Dr. Asri Gani dan Drs. Ahmad Farhan dari Teknik Mesin dan Pusat Riset Sawit dan Kelapa (PRSK), yang sukses kembangkan inovasi terbaru Mosaic Panel Palm Fronds ramah lingkungan. Mereka menciptakan Mosaic Panel Palm Fronds material papan yang dibuat dari limbah pelepah kelapa sawit yang diolah dengan proses ketam. Panel itu, yakni susunan bilah pelepah sawit yang telah dihaluskan. Inovasi ini telah resmi terdaftar dengan nomor Paten S00202300168. Ketua Tim Peneliti, Prof. Akhyar menjelaskan, Inovasi ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kayu dalam konstruksi, partisi ruangan, furnitur, dan material arsitektur lainnya terhadap konservasi lingkungan. "Mosaic Panel Palm Fronds hadir sebagai solusi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah didapat," ujarnya, kemarin, dilansir dari laman ruangberita.co, pada Selasa (21/11). Pelepah kelapa sawit selama ini dianggap sebagai limbah, kata Prof. Akhyar, padahal dapat menjadi solusi berkelanjutan. Mosaic Panel Palm Fronds tidak hanya mudah didapat dan ekonomis, sebab bersumber dari limbah tapi memiliki dampak positif terhadap lingkungan lantaran mudah terurai. Hal ini menjadikannya pengganti ideal untuk finger joint board atau mosaic wood panel yang menggunakan material kayu dengan kelemahan harga mahal dan tidak ramah lingkungan. Dalam perkembangannya, tutur Prof. Akhyar, pihaknya telah berhasil menciptakan produk meja dan kursi minimalis menggunakan alas dari Mosaic Panel Palm Fronds. Rangka meja dan kursi terbuat dari Baja Hollow yang dipotong dan dibentuk dengan metode pengelasan. Produk ini diproduksi di laboratorium Teknik Mesin USK dengan mitra Badan Usaha Dayah Anak Yatim Pesantren Darul Hikmah Al-Ishlahiyah Al-Aziziah Cot Yang Kuta Baro Aceh Besar, yang dipimpin oleh Abati Tgk Lukmanul Hakim," bebernya. Profesor muda itu berharap, inovasi berkelanjutan ini tidak hanya menjadi langkah signifikan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, tapi membuka peluang untuk pengembangan industri kayu berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku utama. Diketahui, Produk inovatif ini hasil dari program penelitian Hibah Hilirisasi Inovasi USK (H2IU) dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis, Produk (PKMBP) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)-Universitas Syiah Kuala (USK). Hasil Inovasi Mosaic Panel Palm Fronds ini telah dipamerkan dalam Expo 13th AIC 2023 pada November 2023, untuk menandai langkah penting dalam pengembangan industri kayu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

GRS 2023, Peneliti UPNYK Komit Dukung Pengembangan Industri Sawit Nasional Tekno
Tekno
Kamis, 12 Oktober 2023 | 20:59 WIB

GRS 2023, Peneliti UPNYK Komit Dukung Pengembangan Industri Sawit Nasional

Jakarta, katakabar.com - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNYK) komitmen mendukung pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Bukti komitmen ini dituangkan lewat riset dan inovasi yang didanai Badan Pengelola Dana Perke unan Kelapa Sawit (BPDPKS) lewat kegiatan Grant Riset Sawit (GRS) 2023. Proposal berjudul “Pengembangan Model New Market Entry Capability dengan Product Innovativiness, Brand Resonance dan Marketing Capability pada Industri Sawit” yang diajukan Dr Nina Fapari Arif dan Fatih Habibatur Rahman MM telah disetujui BPDPKS dan berhak mendapat dana GRS 2023. "Saya merasa sangat terhormat dan berkomitmen untuk menghasilkan riset yang bermanfaat bagi industri sawit dan masyarakat," kata Nina lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (12/10). Riset ini, ujar Nina, untuk mengakselerasi penggunaan Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri, terutama untuk energi biopremium dan bioavtur. Dengan begitu, industri sawit dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung keberlanjutan energi dalam negeri. Peneliti punya skill di bidang peminatan di bidang pemasaran strategik dan pemasaran global ini menuturkan, riset ini mengupayakan pemanfaatan minyak sawit di industri makanan dan industri kecantikan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran keberlanjutan dan Sumber Daya Wlam (SDA) yang terbatas, pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah dalam industri ini. “Selain minyak, cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku arang, campuran pakan ternak, serta sumber energi alternatif untuk aspal dan berbagai produk lainnya," beber dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini. Sebagai bentuk komitmen dan kerja sama, telah ditandatangani kontrak penelitian antara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPNYK dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) beberapa waktu lalu. Kepala LPPM UPNYK, Hendro Wijanarko apresiasi tim peneliti yang telah berhasil mendapatkan pendanaan untuk pengembangkan penelitian di bidang sawit dan mengucapkan terima kasih kepada GRS. "Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, diharapkan riset ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri sawit di Indonesia dan membawa manfaat yang besar baik dalam pertumbuhan ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan," ucapnya. UPNYK sangat berterima kasih kepada GRS, tutur Hendro, atae hibah yang diberikan dan berkomitmen untuk memanfaatkannya secara maksimal demi kemajuan industri sawit di masa depannya Harapannya, sambungnya, bisa terus mendorong pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan serta meningkatkan kontribusi sektor ini dalam peningkatan devisa melalui peningkatan ekspor. "Salah satu fokus utama dari riset ini adalah menghasilkan inovasi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk sawit," terangnya Dengan riset yang dilakukan, sebutnya, bakal muncul lebih banyak inovasi dalam pemanfaatan cangkang sawit untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah dari sisa hasil produksi sawit. LPPM UPNYK bertekad untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk industri dan pemerintah, dalam penerapan temuan dan inovasi dari riset ini. "Kolaborasi dan kerja sama yang kuat menjadi kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman sawit secara berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri sawit," tambahnya.

Peneliti BRIN Kini Jelajahi Adsorpsi Kurangi Kadar Air Biodiesel Tekno
Tekno
Jumat, 06 Oktober 2023 | 22:19 WIB

Peneliti BRIN Kini Jelajahi Adsorpsi Kurangi Kadar Air Biodiesel

Jakarta, katakabar.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menjelajahi metode adsorpsi untuk mengurangi kadar air biodiesel, nanti bakal menjadi alternatif biaya yang efektif bagi pengguna teknologi. Adsorpsi itu dikembangkan peneliti BRIN, setelah berhasil dan sukses melakukan penelitian tentang sistem vakum termal ini dari tahun 2020 hingga 2021, dan sudah dapat paten tahun 2022 dengan nomor pendaftaran paten P00202214955. "Kami sedang menjelajahi metode lain, seperti adsorpsi untuk mengurangi kadar air biodiesel cikal bakal jadi alternatif biaya yang efektif bagi pengguna teknologi," ujar seorang peneliti dari BRIN, Ade Pamungkas, sekaligus bagian dari Kelompok Riset Pengembangan dan Pemanfaatan Biofuel di Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi (PR KKE) dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (6/10). Biodiesel bersifat hidroskopis, kata Ade, artinya dapat menyerap air atau uap air dari lingkungan, termasuk udara. Ini bisa picu peningkatan kadar air bahan bakar, yang berpotensi melebihi batas maksimum yang diizinkan, yakni 340 ppm untuk B100 (Keputusan Dirjen EBTKE No.195.K/EK.05/DJE/2022), dan 400 ppm untuk B35 (Keputusan Dirjen Migas No. 185.K/HK.02/DJM/2022). "Biodiesel dengan kadar air yang melebihi batas ini mesti menjalani proses perlakuan agar dapat digunakan lagi. Salah satu metode untuk mengurangi kadar air dalam biodiesel adalah dengan teknologi vakum termal (vacuum evaporation)," jelasnya. Menurutnya, sistem ini meliputi tiga proses utama, yakni pre-heating, vacuum thermal evaporation, dan pendinginan. "Untuk meningkatkan efisiensi energi, proses pre-heating dan pendinginan dilakukan menggunakan penukar panas yang kompak dan memiliki efisiensi tinggi (>80%)," bebernya. Sistem ini, ulas Ade, telah terbukti mampu mengurangi kadar air dalam biodiesel dari 800-1000 ppm menjadi kurang dari 250 ppm. Kondisi vakum mempercepat proses penguapan air dalam biodiesel dan membantu menghilangkan uap yang terbentuk sehingga tidak terjebak dalam evaporator. Di bawah kondisi vakum, tuturnya, suhu yang dibutuhkan untuk menguapkan air menjadi lebih rendah, sehingga membantu menjaga stabilitas biodiesel yang peka terhadap suhu tinggi. Biodiesel, bahan bakar nabati untuk mesin diesel, dibuat dari ester metil asam (fatty acid methyl ester, FAME) yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewani dan memenuhi standar mutu yang dibutuhkan. Di mana biodiesel memiliki sifat fisika dan kimia yang mirip dengan bahan bakar diesel, sehingga bisa digunakan pada mesin diesel tanpa modifikasi besar. Di Indonesia, minyak kelapa sawit menjadi bahan baku utama untuk biodiesel. Maklum, total produksi minyak kelapa sawit (CPO) mencapai 48 juta ton pada tahun 2022. Sebagai sumber energi terbarukan, biodiesel adalah biofuel yang paling menjanjikan di Indonesia berkat ketersediaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku. Penggunaan biodiesel dimulai di Indonesia sejak tahun 2008, awalnya sebagai B2.5 (campuran 2,5 persen biodiesel dan 97,5 persen solar). Komposisi biodiesel dalam campuran bahan bakar (BXX) secara bertahap ditingkatkan hingga mencapai B30 pada tahun 2020, dan pada 1 Februari 2023, Indonesia telah menerapkan B35, melampaui negara-negara lain yang masih menggunakan campuran B5, B10, atau B20. Rasio campuran yang lebih tinggi ini membawa tantangan unik bagi para pemangku kepentingan. Salah satu tantangan terbesar terkait dengan peningkatan kadar air akibat sifat hidroskopis biodiesel. Kadar air dalam biodiesel dan campurannya harus dikendalikan, sebab dapat mempengaruhi parameter mutu lainnya seperti tingkat keasaman, stabilitas oksidasi, dan pertumbuhan mikroba. "Dengan desainnya yang kompak dan modular, peralatan ini menawarkan fleksibilitas. Selain itu, dengan penukar panas efisiensi tinggi, peralatan ini juga hemat energi," imbuhnya.